Korban Meninggal Akibat Banjir di Agam Terus Bertambah, Tercatat 171 Orang
Anggota TNI AD sedang menggotong jenazah korban ditemukan di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. ANTARA/Yusrizal.
MerahPutih.com - Korban meninggal akibat banjir bandang yang melanda Sumatera, termasuk Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi menjadi 171 orang dan 85 orang lainnya belum ditemukan.
Sementara, korban yang dirawat 33 orang di RSUD Lubuk Basung 30 orang, RSUP M Djamil Padang dua orang dan RSUD M Yamin Pariaman satu orang.
"Ini data korban pada Kamis (4/12) pukul 20.00 WIB," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Jumat (5/12).
Baca juga:
80% Destinasi Wisata Aceh Porak-poranda Akibat Bencana Banjir-Longsor
Ia mengatakan ke-171 korban meninggal dunia itu tersebar di Kecamatan Malalak 12 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya sembilan orang, Palupuh satu orang, Palembayan 118 orang, Ampek Nagari satu orang, dan belum teridentifikasi 31 orang.
"Ke-171 korban meninggal akibat diseret banjir bandang dan tertimbun tanah longsor setelah curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu," katanya.
Korban belum ditemukan sebanyak 85 orang tersebar di Kecamatan Malalak enam orang, Palembayan 75 orang, Lubuk Basung satu orang, dan Tanjung Raya tiga orang.
"Pencarian korban dilanjutkan pada Jumat pagi oleh BPBD Agam, Basarnas, TNI, Polri, dan lainnya," katanya.
Warga mengungsi sebanyak 11.624 orang tersebar di delapan kecamatan dan mereka mengungsi di rumah keluarga, tempat ibadah, lokasi yang sediakan, dan lainnya.
Untuk kebutuhan selama di pengungsian, didirikan dapur umum dan kebutuhan untuk memasak.
"Setidaknya ada 26 dapur umum yang didirikan dalam memenuhi kebutuhan bagi korban (pengungsi)," katanya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Banjir, Rute Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan, Berikut Perjalanan yang tak Beroperasi Hari ini dan Besok Imbas Banjir
Rel Pekalongan Mulai Bisa Dilalui, KAI Masih Belum Berani Jalankan Dua Kereta ke Jakarta
Tanggul Sungai Citarum Jebol, 5 Kampung di Bekasi Terendam Banjir
DPR Desak Pemerintah Peduli Terkait Isu Perubahan Iklim Buat Kurangi Bencana
Daerah Terdampak Meluas, Banjir Telah Merendam Ribuan Rumah di 26 Desa di Karawang
Banjir Surut, Perjalanan KRL Tanjung Priok-Kampung Bandan kembali Normal dengan Kecepatan Terbatas
Pemulihan Jalur KA Tergenang Banjir Mulai Dilakukan, Kecepatan Kereta Hanya 20 Kilometer Per Jam
Transfer Daerah ke Aceh, Sumut dan Sumbar Tidak Jadi Dipotong, DPR: Percepat Pemulihan dari Bencana
Puluhan Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Imbas Banjir di Pekalongan, KAI Rugi Miliaran Rupiah
Brimob Polda Metro Jaya Evakuasi Sejumlah Korban Banjir di Wilayah Cakung dan Cikarang, Terobos Air Berarus Deras