MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi Bea dan Cukai yang menggagalkan penyelundupan 26 kilogram narkotika oleh kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman. Sahroni menilai keberhasilan tersebut membuktikan petugas tidak lengah meski pelaku memanfaatkan jalur khusus awak pesawat.
"Ya gini, kita appreciate kepada petugas Bea dan Cukai. Hal yang lolos dari negara asal, tapi berhasil dideteksi di Indonesia. Artinya pengamanan di jalur kru pesawat tetap berjalan baik," kata Sahroni di kompleks parlemen Senayan, Selasa (4/8).
Menurut politikus NasDem itu, kasus tersebut harus menjadi evaluasi agar pengawasan terhadap jalur kru penerbangan semakin diperketat. Ia meminta seluruh bandara di Indonesia tidak memberikan perlakuan longgar terhadap awak pesawat yang masuk dari luar negeri. "Jangan lengah. Jalur khusus kru juga harus tetap diawasi di semua bandara," ujarnya.
Sahroni juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan terhadap pilot dan kru pesawat. Menurutnya, profesi pilot berkaitan langsung dengan keselamatan ratusan penumpang sehingga harus dipastikan bebas dari penyalahgunaan alkohol maupun narkotika. "Pilot tidak boleh minum alkohol, apalagi narkotika. Keselamatan penumpang merupakan hal yang utama," tegasnya.
Baca juga:
Pilot Malaysia Diduga 3 Kali Bawa Narkotika ke Indonesia, Terima Bayaran Rp 219 Juta
Sebelumnya, Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menangkap kopilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman setelah pemeriksaan X-ray menemukan narkotika jenis ekstasi dan sabu seberat sekitar 26 kilogram di dalam barang bawaannya.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan pelaku awalnya terlihat tenang saat pemeriksaan. Namun, ekspresinya berubah ketika petugas melakukan uji menggunakan NIK reagent terhadap pil yang ditemukan. "Hal yang pasti, orang yang membawa narkotika sangat tenang. Saat hasil tes keluar dan menunjukkan positif MDMA, yang bersangkutan terlihat kaget," kata Hengky.
Video pemeriksaan yang beredar menunjukkan tersangka memperhatikan proses pengujian barang bukti. Ketika cairan reagent berubah warna menjadi biru sebagai indikasi positif MDMA, ia tampak menutupi wajahnya.
Kasus ini kini ditangani aparat penegak hukum untuk mengungkap asal-usul narkotika serta kemungkinan adanya jaringan internasional yang terlibat dalam penyelundupan tersebut.(Pon)
Baca juga:
Pilot Malaysia Diduga Bawa Urine Cadangan untuk Kelabui Tes Narkoba di Bandara Soetta