Kopi, Nikmat dan Dapat Kurangi Risiko Terkena Parkinson

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 24 Mei 2024
Kopi, Nikmat dan Dapat Kurangi Risiko Terkena Parkinson

Kopi berkaitan dengan penurunan risiko terkena parkinson. (Foto: Unsplash/Jessica Lewis thepaintedsquare)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Minum kopi tak hanya nikmat, namun bisa memberikan kamu manfaat kesehatan. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kopi erat kaitannya dengan menurunnya risiko terkena penyakit parkinson.

Seperti dikutip dari laman psypost, Jumat (24/5), penelitian terbaru yang dipublikasikan di laman Neurology belum lama ini membuktikan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi kopi memiliki risiko lebih rendah terkena parkinson dibandingkan mereka nan tidak meminumnya.

Penyakit Parkinson adalah kelainan neurodegeneratif progresif yang memengaruhi pengendalian gerakan. Hal ini terjadi karena hilangnya neuron penghasil dopamin di area tertentu di otak yang disebut substansia nigra.

Penulis penelitian tersebut Yujia Zhao dan rekannya mencatat bahwa kopi adalah minuman psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Karena mengandung kafein, para peneliti menyelidiki hubungan antara konsumsi kopi dan risiko terkena penyakit Parkinson menggunakan data longitudinal.

Baca juga:

Implan Parkinson Kembalikan Kemampuan Berjalan Pasien

“Studi ini menunjukkan hubungan terbalik antara konsumsi kopi berkafein dengan risiko PD (Penyakit Parkinson) dalam salah satu kohort longitudinal terbesar di seluruh dunia dengan masa tindak lanjut lebih dari 20 tahun," tulis penelitian tersebut.

Penulis penelitian menganalisis data dari substudi EPIC yang berfokus pada penyakit Parkinson yang disebut EPIC4PD. Subkelompok peserta ini mencakup 184.024 orang dari Swedia, Inggris, Belanda, Jerman, Spanyol, dan Italia yang berpartisipasi dalam penelitian selama rata-rata 13 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan dari seluruh peserta yang dilibatkan dalam penelitian ini, 308 pria dan 285 perempuan menderita penyakit Parkinson (kurang dari 1 persen). Sebanyak 93 persen peserta penelitian melaporkan minum kopi.

"Efek neuroprotektif kopi bergantung pada paparan, dan individu dalam kelompok konsumsi kopi tertinggi memiliki risiko PD hampir 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan non-konsumen."

Baca juga:

Mampu Deteksi Bau Parkinson, Perempuan Ini Menginspirasi Pembuatan Tes Swab Parkinson

Sebanyak 25 persen peserta dengan asupan kopi tertinggi memiliki kemungkinan hampir 40 persen lebih kecil terkena penyakit Parkinson dibandingkan dengan peserta yang tidak minum kopi sama sekali.

“Pengamatan ini diperkuat dengan evaluasi komprehensif terhadap kafein plasma dan metabolitnya yang diukur secara prospektif. Analisis ini menunjukkan hubungan terbalik yang kuat antara kafein dan metabolit utamanya dengan risiko PD," lanjut kesimpulan penelitian tersebut.

Namun, perlu dicatat bahwa desain penelitian tidak memungkinkan penarikan kesimpulan sebab-akibat yang pasti dari data. Selain itu, konsumsi kopi dinilai melalui kuesioner laporan mandiri, sehingga memberikan ruang bagi bias pelaporan. (ikh)

#Kopi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Expat. Roasters resmi membuka gerai di AEON Mall BSD Tangerang. Hadirkan pengalaman coffee sensory, kelas edukasi kopi, dan lebih dari 12 origin kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 11 April 2026
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'
Roemah Koffie merayakan Hari Kartini lewat kampanye 'Women of Purposeful Light' dengan menghadirkan kreasi kopi dari barista perempuan sebagai simbol inspirasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Roemah Koffie Academy hadirkan program edukasi kopi untuk perempuan dengan diskon 21% selama April dalam rangka Hari Kartini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Fun
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Bekas pabrik kopi legendaris Koffie Branderij Margo Redjo, yang berdiri sejak 1915, tetap hidup dan kini menjelma sebagai Dharma Boutique Roastery.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Indonesia
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Presiden Prabowo Subianto menyoroti tata kelola komoditas strategis Indonesia seperti kopi dan cokelat yang dinilai memiliki kualitas terbaik di dunia.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Indonesia
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Kopi arabika merupakan komoditas unggulan asal Kabupaten Aceh Tengah yang telah mendunia dan menjadi penghasilan utama masyarakat di dataran tinggi Gayo itu.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Lifestyle
Roemah Koffie Perkenalkan ‘Anak Daro’, Hampers Kopi Eksklusif Pembawa Cerita Minangkabau ke Dunia
Roemah Koffie memperkenalkan Anak Daro di Jacoweek 2025, Jumat (31/10). Hampers kopi ini membawa cerita Minangkabau.
Soffi Amira - Jumat, 31 Oktober 2025
Roemah Koffie Perkenalkan ‘Anak Daro’, Hampers Kopi Eksklusif Pembawa Cerita Minangkabau ke Dunia
Fun
Roemah Koffie Ramaikan Jakarta Coffee Week 2025, Angkat Kopi Nusantara lewat Latte Art Competition
Roemah Koffie kembali tampil di Jakarta Coffee Week 2025 di ICE BSD City, usung kompetisi Latte Art bertaraf global untuk majukan kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Roemah Koffie Ramaikan Jakarta Coffee Week 2025, Angkat Kopi Nusantara lewat Latte Art Competition
Kuliner
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Tahun ini, Jakarta Coffe Week memasuki usia satu dekade, menunjukkan aksi progresif.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Lifestyle
Pemanasan Global Ancam Stok Kopi, Picu Kenaikan Harga
Banyak petani kopi yang mengeluhkan aktivitas pertanian kopi tak produktif lantaran menurunnya jumlah produksi biji kopi.
Dwi Astarini - Senin, 13 Oktober 2025
Pemanasan Global Ancam Stok Kopi, Picu Kenaikan Harga
Bagikan