Kontrol Minuman Manis untuk Hindari Tindakan Cuci Darah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 11 Oktober 2024
Kontrol Minuman Manis untuk Hindari Tindakan Cuci Darah

Cuci Darah bisa menyeran siapapun. (foto: unsplash/Hush Naidoo Jade)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Cuci darah, atau dalam istilah medis dikenal sebagai hemodialisis, adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengeluarkan racun, limbah, dan kelebihan cairan dari darah seseorang yang mengalami gangguan fungsi ginjal. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan melalui urin.

Namun, ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, limbah ini dapat menumpuk di dalam tubuh, yang dapat berakibat fatal jika tidak diatasi.

Baca juga:

Gangguan Ginjal, Abdee Slank Harus Rutin Cuci Darah4

Proses cuci darah dilakukan dengan menggunakan mesin dialisis yang memfilter darah pasien dan mengembalikannya ke tubuh setelah dibersihkan. Hemodialisis biasanya dilakukan beberapa kali dalam seminggu dan dapat berlangsung selama beberapa jam.

Penyebab Seseorang Mengalami Cuci Darah

Ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang memerlukan cuci darah, antara lain:

Penyakit Ginjal Kronis (PGK): Ini adalah salah satu penyebab utama. Ginjal yang rusak secara bertahap tidak mampu menyaring darah dengan efektif. Penyakit ini dapat disebabkan oleh diabetes, tekanan darah tinggi, atau gangguan ginjal lainnya.

Baca juga:

Pemerintah Harus Pastikan Ketersediaan Fasilitas Cuci Darah di RS Kabupaten/Kota

Kegagalan Ginjal Akut: Kondisi ini terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan mendadak akibat berbagai faktor, seperti infeksi, dehidrasi, atau paparan zat beracun. Jika tidak diobati dengan cepat, bisa mengakibatkan kebutuhan untuk cuci darah.

Diabetes: Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di ginjal, yang dikenal sebagai nefropati diabetik, sehingga mengurangi fungsi ginjal.

Hipertensi: Tekanan darah tinggi yang tidak terkelola juga dapat merusak ginjal seiring waktu, berkontribusi pada kebutuhan cuci darah.

Baca juga:

BPJS Mudahkan Pasien Cuci Darah

Penyakit Ginjal Polikistik: Kondisi genetik ini menyebabkan pembentukan kista di ginjal yang dapat mengganggu fungsi normal ginjal.

Infeksi: Infeksi serius, seperti sepsis, dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan memerlukan tindakan cuci darah. (far)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan