Konten Provokatif Tentang Pilpres 2019 di Medsos Meningkat, Masyarakat Diminta Adem

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 18 April 2019
Konten Provokatif Tentang Pilpres 2019 di Medsos Meningkat, Masyarakat Diminta Adem

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Humas Polri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terhasut oleh konten-konten bernuansa provokatif yang bersliweran di media sosial.

"Masyarakat diminta tetap tenang, bijak, tidak langsung percaya konten-konten yang disebarkan di media sosial, apalagi dari akun anonim yang tidak terverifikasi," kata Brigjen Dedi seperti dilansir Antara, Kamis (18/4).

Ia menyebut, dari hasil patroli siber semalam hingga pagi tadi, polisi menemukan adanya tren peningkatan penyebaran konten-konten bernuansa provokasi di media sosial, terutama pasca hasil hitung cepat Pilpres 2019 diketahui.

Bijaklah dalam menggunakan media sosial (Foto: pixabay/terovesalainen)
Bijaklah dalam menggunakan media sosial (Foto: pixabay/terovesalainen)

"Ada tren peningkatan. Biasanya ada 10-15 akun yang menyebarkan konten provokasi. Ini dari semalam hingga pukul 09.00 pagi hari ini ada peningkatan sekitar 40 persen," katanya.

Konten provokatif yang disebarkan oleh sejumlah akun di medsos itu berupa teks, foto, video maupun suara yang isinya ajakan kepada masyarakat untuk melakukan kerusuhan atau berbuat onar.

"Banyak video yang viral baik di Youtube, Instagram, Facebook maupun yang disebar di WhatsApp Group. Ini sedang kami monitor," katanya.

Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pun berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk meminta agar akun-akun penyebar provokasi itu diblokir.

Polri pun berupaya mengidentifikasi akun-akun tersebut untuk mengetahui identitas pemiliknya. "Sebelum melakukan penegakan hukum, kami melakukan profiling dan identifikasi terhadap akun-akun tersebut," katanya.

Pihaknya pun meminta masyarakat agar segera melapor ke kepolisian terdekat bila mendapat informasi provokatif.

"Masyarakat yang mendapat share konten-konten itu tolong segera infokan ke aparat terdekat atau gunakan aplikasi Kominfo untuk mengecek konten hoaks," katanya. (*)

Baca Juga:

#Pilpres 2019 #Pemilu 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Airlangga Tegaskan Golkar Saat Ini Sangat Solid Dibanding Pemilu 2019
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengklaim bahwa partainya sudah sangat solid menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, meskipun dihantam isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Mula Akmal - Kamis, 10 Agustus 2023
Airlangga Tegaskan Golkar Saat Ini Sangat Solid Dibanding Pemilu 2019
Indonesia
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
PAN secara terang-terangan mendoakan Prabowo agar dapat memenangi Pilpres 2024.
Zulfikar Sy - Jumat, 16 Juni 2023
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Indonesia
Rencana Pertemuan AHY-Puan Angin Segar Bagi Politik Tanah Air
Rencana pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani merupakan angin segar bagi politik tanah air.
Mula Akmal - Senin, 12 Juni 2023
Rencana Pertemuan AHY-Puan Angin Segar Bagi Politik Tanah Air
Indonesia
Ditanya Prabowo Jadi Cawapres Ganjar, Jokowi Jawab Nanti Siang Ketemu
Jokowi menambahkan terkait cawapres yang akan diusung untuk mendampingi Ganjar akan segera diputuskan dan dideklarasikan PDIP.
Wisnu Cipto - Sabtu, 22 April 2023
Ditanya Prabowo Jadi Cawapres Ganjar, Jokowi Jawab Nanti Siang Ketemu
Indonesia
Gugatannya Picu Kontroversi, Partai Prima Bantah Minta Pemilu Ditunda
Partai Prima mengajukan gugatan ke PN Jakarta Pusat adalah untuk menjadi partai politik peserta Pemilu 2024
Zulfikar Sy - Rabu, 08 Maret 2023
Gugatannya Picu Kontroversi, Partai Prima Bantah Minta Pemilu Ditunda
Bagikan