Komoditas Yang Paling Berkontribusi Pada Garis Kemiskinan, Beras Paling Tinggi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Januari 2025
Komoditas Yang Paling Berkontribusi Pada Garis Kemiskinan, Beras Paling Tinggi

-Pekerja saat mengangkat beras dari gudang Bulog (HO/Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2024 tercatat sebanyak 24,06 juta orang, atau turun sebanyak 1,16 juta orang dibandingkan dengan Maret 2024.

Tingkat kemiskinan pada September 2024 mengalami penurunan sebesar 0,46 basis poin dibandingkan dengan Maret 2024, yakni menjadi 8,57 persen dari sebelumnya 9,03 persen.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, beras merupakan komoditas dengan kontribusi tertinggi terhadap Garis Kemiskinan di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

“Peranan komoditas makanan terhadap Garis Kemiskinan ini tentunya jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas non-makanan,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Rabu.

Baca juga:

Tingkat Kemiskinan Diklaim Menurun, Pekerja di Sektor Formal Membaik

Secara nasional, kontribusi komoditas makanan mencapai 74,5 persen, sementara kontribusi komoditas non-makanan sebesar 25,5 persen terhadap Garis Kemiskinan.

Sedangkan secara kewilayahan, kontribusi komoditas makanan mencapai 73,59 persen di perkotaan dan 75,97 di perdesaan. Sementara komoditas non-makanan berkontribusi sebesar 26,41 persen di perkotaan dan 24,03 di perdesaan.

Pada September 2024, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemisinan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama.

"Beras masih memberi sumbangan terbesar, yakni sebesar 21,01 persen di perkotaan dan 24,93 persen di perdesaan,” kata Amalia.

Selain itu, rokok kretek filter menjadi kontributor terbesar kedua dari sektor komoditas makanan terhadap Garis Kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan, masing-masing dengan angka 10,67 persen dan 9,76 persen.

Komoditas makanan lainnya yang berkontribusi secara signifikan adalah daging ayam ras (4,61 persen di perkotaan dan 3,48 persen di perdesaan), telur ayam ras (4,44 persen dan 3,62 persen), mie instan (2,36 persen dan 1,97 persen), serta gula pasir (1,72 persen dan 2,36 persen).

Komoditas non-makanan yang memberikan sumbangan terbesar adalah perumahan (8,41 persen di perkotaan dan 8,47 persen di perdesaan), bensin (4,24 persen dan 4,09 persen), listrik (2,99 persen dan 1,86 persen), pendidikan (1,81 persen dan 1,14 persen), serta perlengkapan mandi (1,18 persen dan 1,05 persen).

Garis Kemiskinan adalah nilai yang menjadi dasar penentuan status kemiskinan penduduk. Garis Kemiskinan perkotaan mencapai Rp 615.763 per kapita per bulan, lebih tinggi dari Garis Kemiskinan pedesaan yang tercatat sebesar Rp 566.655 per kapita per bulan. (*)

#Angka Kemiskinan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Persyaratan Bedah Rumah Didesak Buat Disederhanakan, FokusDi Kantong Kemiskinan
Realisasi program bedah rumah memperhatikan aspek pemerataan di seluruh wilayah Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Persyaratan Bedah Rumah Didesak Buat Disederhanakan, FokusDi Kantong Kemiskinan
Indonesia
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
BPS dan Bank Dunia menggunakan sumber data yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Namun, cara pengukuran kemiskinan yang digunakan berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
Indonesia
BPS Luruskan Salah Kaprah Publik, Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Keluarga
Desil bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi keluarga, melainkan posisi relatif kesejahteraan berdasarkan DTSEN.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
BPS Luruskan Salah Kaprah Publik, Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Keluarga
Indonesia
Cara Mudah Banding Ubah Desil, Bisa Online Pakai HP!
Data desil terkadang tidak akurat akibat perubahan kondisi ekonomi atau kesalahan input. Masyarakat bisa mengajukan banding mengajukan perubahan status desil.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
Cara Mudah Banding Ubah Desil, Bisa Online Pakai HP!
Indonesia
Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Naik 0,005
Dibandingkan dengan September 2025, tingkat ketimpangan di wilayah perkotaan maupun perdesaan sama-sama mengalami peningkatan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Naik 0,005
Indonesia
Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Angkat Derajat Orang Tuamu
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Presiden juga memberikan semangat kepada salah seorang siswa yang menceritakan pengalaman pernah menjadi sasaran ejekan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Angkat Derajat Orang Tuamu
Indonesia
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Aliansi Mitra Global Pengentasan Kemiskinan
Indonesia menjadi wakil ketua bersama Pantai Gading, Brazil, Pakistan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan. Sementara posisi ketua dipegang China melalui Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan Zhang Lu.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Aliansi Mitra Global Pengentasan Kemiskinan
Indonesia
Presiden Prabowo Terpukul, Ekonomi Tumbuh tapi Kemiskinan Bertambah
Prabowo menjelaskan ekonomi Indonesia dalam tujuh tahun terakhir tumbuh sekitar 5 persen per tahun atau setara akumulasi 35 persen.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Terpukul, Ekonomi Tumbuh tapi Kemiskinan Bertambah
Indonesia
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
"Akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin. Sabar, kita akan terus bekerja keras."
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 April 2026
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
Indonesia
Prabowo Tegaskan Bakal Lindungi Rakyat dari Kemiskinan hingga Kelaparan
Presiden RI, Prabowo Subianto, berjanji akan melindungi rakyat Indonesia dari kemiskinan hingga kelaparan.
Soffi Amira - Minggu, 08 Februari 2026
Prabowo Tegaskan Bakal Lindungi Rakyat dari Kemiskinan hingga Kelaparan
Bagikan