Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Fesyen

Kolaborasi Richard Mille dan Ferrari Ciptakan Jam Tangan Tertipis di Dunia

Andrew FrancoisAndrew Francois - Kamis, 07 Juli 2022
Kolaborasi Richard Mille dan Ferrari Ciptakan Jam Tangan Tertipis di Dunia

Jam tangan tipis yang dibanderol dengan harga tebal. (Foto: Richard Mille)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RASANYA baru beberapa bulan yang lalu Bulgari meluncurkan jam tangan pemecah rekor baru untuk gelar tertipis di dunia. Saat itu Bulgari Octo Finissimo Ultra yang memiliki ketebalan 1,80mm, menjadi jam tangan tertipis yang pernah dibuat di dunia.

Kini ada juara baru, hasil kemitraan antara Richard Mille dan Ferrari. Adalah RM UP-01 Ferrari, yang diumumkan sebagai standar baru untuk jam tangan tertipis di dunia, bahkan setipis silet. Arloji ultra-tipis baru itu hanya setebal 1,75 mm mengalahkan Bulgari sebanyak 0,05 mm seperti yang dilaporkan Hodinkee.

Tidak seperti Bulgari (dan pemegang rekor sebelumnya Piaget), RM memasang seluruh mesin jam, dengan ketebalan hanya 1,18mm ke dalam casing – alih-alih menggandakan casing belakang sebagai pelat dasar yang merupakan prosedur biasa.

Baca juga:

Jam Tangan Mewah Terbaru dari Chanel, Harganya Mencapai Rp81 Juta!

Meski tipis namun cukup kuat. (Foto: Richard Mille)

Jam tangan RM UP-01 menampilkan jam, menit, detik, dan pemilih fungsi yang tersebar di seluruh desain casing yang lebar dan sangat tipis. Pelat gerak untuk jam tangan ini dibuat dengan rangka yang menjalani serangkaian uji kekuatan yang memungkinkannya menahan akselerasi lebih dari 5.000 G.

Sistem penggerak itu dikembangkan oleh RM dan Audemars Piguet Renaud & Papi. Bagian dari pengembangan itu melibatkan skema pergerakan yang rumit, dengan membangun roda keseimbangan inersia variabel titanium, yang memungkinkan pengurangan ketebalan tanpa kehilangan fungsi dan kemampuan. Rangkaian penggeraknya juga dilengkapi dengan pengaman yang mampu melindungi sistem penggerak tipis itu dari goncangan.

Baca juga:

Jam Tangan Amerika yang Pantas Dikoleksi

Bukan hanya penunjuk waktu, tapi barang seni. (Foto: Richard Mille)

Baik dial untuk waktu dan dial untuk keseimbangan ditutupi dengan kristal safir lengkap dengan lapisan anti-reflektif di kedua sisi. Sisa dari desain rangkanya terinspirasi dari gaya industrial dan balap dengan segmen besar yang diturunkan ke logo Ferrari di dalam sebuah divot.

Sayangnya jam tangan itu saat ini masih dalam tahap prototipe, belum benar-benar dipasarkan untuk umum. Namun akan sangat menarik bagaimana sebuah produsen jam tangan membuat produknya bukan hanya sebagai penunjuk waktu, melainkan sebagai sebuah barang seni.

Bila kamu tertarik membeli jam tangan setipis silet itu, maka kamu bisa mendapatkannya dengan harga USD 1.888.000 atau setara dengan Rp 28,3 miliar. Richard Mille juga tentu hanya membuat jam tangan ini dalam jumlah terbatas, yakni sebanyak 150 unit saja di seluruh dunia. (waf)

Baca juga:

Intip Koleksi Jam Tangan Mewah Artis Korea

#Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Dari batik hingga bordir buatan tangan, Lakon Indonesia menghadirkan HARSA sebagai koleksi terbaru yang merayakan proses, craftsmanship, dan kebahagiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
ShowBiz
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Band alternatif Supple merilis single 'In A Mess' sebagai pembuka album terbaru sekaligus berkolaborasi dengan BOOspace lewat I AM BOOCLOTH EXHIBITION.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Tahun ini, JF3 membawa tema 'Recrafted: Shaping the Future'.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan inovasi baru lewat kolaborasi dengan Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
Fashion
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Isa Boulder dikenal sebagai label fesyen yang mengedepankan eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, serta pendekatan body-conscious silhouette.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
BTN Indonesia Fashion Week 2026 memperkuat kolaborasi Indonesia dan Italia melalui Italian Trade Agency dan ASSOMAC untuk mendorong inovasi industri mode nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
Fashion
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Koleksi ini terdiri dari atasan kemeja, tee, kaus lengan panjang, celana panjang dan pendek, celana bermuda, serta dua sepatu spesial.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Fashion
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
ESMOD Jakarta memberikan panggung bagi para mahasiswa untuk memamerkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan ide kreatif menjadi rancangan busana.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
Fashion
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fenomena sepatu pink di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Ternyata, ada beberapa alasan mengapa warna pink mendominasi ajang bergengsi tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fashion
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air
Sejak awal didirikan, LAKON hadir dengan cita-cita melestarikan budaya supaya perajin Indonesia naik kelas.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air
Bagikan