MerahPutih Kuliner - Salah satu warung yang menjajakan nasi brongkos Yogyakarta ialah Warung Handayani. Nasi brongkos di sini sudah terkenal sejak lama, dan menjadi pilihan utama wisatawan pemburu nasi brongkos.
Warung Handayani didirikan sepasang kekasih yang mencari nafkah dengan berjualan, yakni Adiyo Oetomo dan Sartiyem.
Sebelum membuka lapak warung di kawasan Alun-Alun Kidul, keduanya sempat tertatih-tatih.
"Pertama buka warung, orangtua saya jualan es campur, kelapa muda, sama tahu. Waktu itu di Prawirotaman. Karena tanah tempat jualan waktu itu di atas tanah sultan, warungnya pindah. Tanahnya mau dipake Sultan, terus orangtua gak buka warung lagi di Prawirotaman," tutur Tri Suparmi, anak Adiyo dan Sartiyem, saat berbincang dengan merahputih.com, Selasa (3/5), di Jalan Gading No. 2, Kota Yogyakarta.

Adiyo dan Sartiyem akhirnya memilih berdagang dengan gerobak. "Pas masih pake gerobak, bapak saya ndorong, terus sambil gendong saya waktu itu," kenang Tri Suparmi.
Berdagang dengan gerobak tak berapa lama. Tri Suparmi menjelaskan, selanjutnya mereka mendapat lapak untuk membuka warung di sekitar kawasan Alun-Alun Kidul atas bantuan teman. Keduanya lalu membuka warung ini, tahun 1975.
Warung baru itu dinamai Warung Handayani. Nama yang diambil dari salah satu nama anaknya. Mereka yakin, nama anak untuk warung akan mendatangkan rezeki.
"Brongkos memang ibu saya yang buat pertama kali. Sebelum buka warung, beliau kan senang masak, terus bikin masakan kayak gini. Masakannya dinamai brongkos karena nama dari orang lain, bukan orangtua saya yang namai brongkos. Waktu itu udah jadi andalan warung ini," kata Tri menceritakan, sambil mengolah brongkosnya di atas tungku masakan.
Kini resep nasi brongkos Warung Handayani diwariskan ke anak-anaknya. Begitu pula dengan Warung Handayani, kini diwariskan kepada Tri Suparmi. (Fre)
BACA JUGA: