MerahPutih.com - Kisah meninggalnya Mandala Rizky Syahputra, siswa SMKN 4 Samarinda, terus menyita perhatian publik. Berangkat dari masalah kisah memilukan itu, brand apparel AZA DBL Indonesia menyalurkan bantuan berupa sepatu dan tas sekolah untuk adik-adik Mandala.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh ibunda Mandala, Ratnasari. Ia mengaku bersyukur dan sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sepatu dan tas sekolah ini. Alhamdulillah sangat membantu untuk anak-anak saya,” ujar Ratnasari.
Baginya, bantuan itu bukan sekadar perlengkapan sekolah. Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sederhana, sepatu dan tas tersebut akan sangat membantu kebutuhan pendidikan anak-anaknya yang lain.
“Nanti dipakai anak-anak saya sekolah. Ini sangat berguna sekali buat mereka,” tuturnya.
View this post on Instagram
Kisah Mandala memang meninggalkan luka sekaligus refleksi. Remaja 16 tahun yang tercatat sebagai siswa kelas XI Pemasaran 2 SMKN 4 Samarinda itu meninggal dunia setelah diduga mengalami infeksi serius pada kaki yang dipicu penggunaan sepatu yang tidak sesuai ukuran.
Senior Manager brand AZA, Arif Rahman Hakim, mengatakan bahwa saat mendengar kisah Mandala, mereka langsung teringat pada alasan awal brand tersebut didirikan.
Menurut Hakim, Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, selama ini kerap menceritakan bagaimana AZA lahir dari realita yang ditemui di lapangan: banyak anak Indonesia ingin bermain basket, tetapi terhalang masalah sepatu.
Pada masa awal kompetisi DBL digelar di berbagai daerah, tim DBL Indonesia menemukan banyak pelajar bermain basket menggunakan sepatu seadanya. Ada yang memakai sepatu kekecilan, ada pula yang sengaja menggunakan ukuran lebih besar agar lebih awet dipakai bertahun-tahun.
Padahal, sepatu basket termasuk perlengkapan yang cepat aus dan membutuhkan kenyamanan agar aman digunakan saat bermain.
“Saat itu kami banyak menemukan kasus anak-anak sepatunya kekecilan. Atau kalau tidak sepatunya sengaja dibesarkan agar lebih awet. Kasusnya sama seperti yang terjadi pada almarhum Mandala ini,” kata Hakim.
Baca juga:
Kemendikdasmen Gandeng DBL Indonesia, Kini Giliran Guru Dapat Panggung lewat Program 'Super Teacher'
Dari pengalaman itulah AZA kemudian hadir sebagai brand lokal yang ingin menyediakan sepatu basket dengan harga lebih terjangkau, tetapi tetap mendukung performa pemain muda.
Bagi keluarga Mandala, perhatian dari berbagai pihak menjadi penguat di tengah masa sulit yang sedang dihadapi.
Ratnasari mengaku, dukungan moral maupun bantuan nyata membuat dirinya merasa tidak sendirian menghadapi kehilangan besar dalam keluarga mereka.
“Saya bersyukur masih banyak orang yang peduli sama keluarga kami,” ujarnya. (*)