Kisah di Balik Mahalnya Bola Piala Dunia 2026, Pekerja Pakistan Cuma Digaji Segini per Bulan

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
Kisah di Balik Mahalnya Bola Piala Dunia 2026, Pekerja Pakistan Cuma Digaji Segini per Bulan

Adidas Trionda jadi bola resmi Piala Dunia 2026. Foto: Dok. Adidas

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda, dihargai sekitar 130 poundsterling (Rp 3 juta). Namun, pekerjanya dikabarkan hanya mendapat upah 26 poundsterling (Rp 613 ribu) per minggu.

Para petinggi sepak bola telah menghasilkan jutaan poundsterling dari Adidas Trionda, sementara para pekerja produksi di Pakistan berjuang untuk memberi makan keluarganya.

Para aktivis menyerukan agar mereka dibayar cukup dan "hidup bermartabat."

Adidas Trionda merupakan bola turnamen resmi termahal yang diproduksi hingga saat ini. Bola tersebut menghasilkan kekayaan bagi raksasa olahraga dan para petinggi sepak bola.

Baca juga:

Mengenal 'Trionda', Bola Resmi Piala Dunia 2026 yang Dibalut Teknologi AI

Pekerja Adidas Trionda di Pakistan Cuma Digaji Rp 2,4 Juta

Pembuat bola Adidas Trionda di Pakistan dapat upah rendah
Pembuat bola Adidas Trionda di Pakistan dapat upah rendah. Foto: Dok. Adidas

Sayangnya, bola yang dihiasi dengan warna-warna bendera negara tuan rumah, AS, Kanada, dan Meksiko itu, diproduksi dengan harga yang jauh lebih murah.

Produsen Forward Group membayar sebagian pekerja lini produksinya di Sialkot, wilayah Punjab, dengan upah minimum 40.000 Rupee Pakistan (Rp 2.493.000) per bulan.

Aktivis Anna Bryher, yang memimpin kebijakan untuk kelompok Labour Behind the Label mengatakan: “Fakta bahwa bola-bola sepak ini dijual dengan harga lebih dari 100 poundsterling, sementara anak-anak dari pekerjanya tidak mampu membelinya, yang menandakan kegagalan akuntabilitas yang jelas."

“Adidas dan FIFA harus bertanggung jawab atas seluruh rantai pasokan mereka dan memastikan semua pekerja yang membuat bola sepak menerima upah yang memungkinkan mereka untuk hidup bermartabat," tambahnya.

Forward Group yang berbasis di Pakistan meneken kontrak dengan Adidas untuk memproduksi sekitar 10 juta bola Trionda menjelang Piala Dunia 2026.

Baca juga:

Iran Mangkir di Kongres AFC Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Beri Kepastian

Kisaran harganya mulai dari 13 poundsterling (Rp 306 ribu) untuk versi mini hingga 130 poundsterling (Rp 3 juta) untuk versi profesional.

Namun, Adidas bersikeras bahwa bola-bola tersebut diproduksi di bawah kondisi kerja yang adil dan aman, termasuk upah yang adil.

Mengutip The Sun, banyak pekerja produksi kesulitan memberi makan keluarganya setelah Perang Iran, yang memicu kenaikan harga bahan bakar. Hal itu juga mendorong tingkat inflasi Pakistan hingga 10,9 persen.

Kesulitan mereka terungkap ketika para petinggi FIFA membanggakan kepemimpinan etis mereka dalam "Beautiful Game" bersama beberapa bintang sepak bola, salah satunya kapten timnas Inggris, Harry Kane.

Kota Sialkot di Pakistan, telah dihantui oleh label "kerja paksa" di beberapa pabrik selama bertahun-tahun, setelah menjadi pusat manufaktur global yang memproduksi 70 persen dari seluruh bola sepak di dunia.

Beberapa perusahaan telah diguncang oleh skandal yang menuduh, bahwa tenaga kerja mereka termasuk anak-anak dan pekerjaan dialihdayakan ke subkontraktor ilegal. Lalu, mereka menawarkan upah dan kondisi kerja yang buruk.

Adidas Bantah Pekerja di Pakistan Dapat Gaji Rendah

Adidas bantah pekerja Adidas Trionda dapat gaji rendah
Adidas bantah pekerja Adidas Trionda dapat gaji rendah. Foto: Dok. FIFA

Forward Group telah menjadi produsen bola sepak terbesar di wilayah tersebut, setelah mendapatkan serangkaian kontrak bernilai besar. Mereka juga mengklaim telah memperbaiki praktik ketenagakerjaannya.

Adidas mengatakan, pihaknya telah memantau dan memeriksa secara ketat pabrik besar perusahaan tersebut, yang diperkirakan mempekerjakan sekitar 20.000 pekerja.

Forward Group sendiri merupakan mitra lamanya. Namun, gaji staf lini produksi masih jauh lebih rendah dibandingkan gaji di negara-negara maju.

Agen Federasi Pekerja Pakistan, Asif Khan mengatakan, bahwa sebelumnya ada banyak pekerja anak dan wanita yang dieksploitasi.

“Situasinya sekarang sudah cukup berubah, tetapi sebagian besar pekerja anak dan mereka yang diberi upah rendah sekarang telah pindah ke distrik Narowal," jelasnya.

Baca juga:

Aturan Baru di Piala Dunia 2026: Tutup Mulut saat Adu Argumen Bisa Berujung Kartu Merah

“Sejak Adidas mengancam akan menghentikan operasinya di Sialkot dan kehadiran langsung Nike dalam pembuatan bola sepak di sana menurun secara signifikan, perusahaan-perusahaan menjadi lebih berhati-hati."

Asif juga menyebutkan, pekerja baru biasanya digaji sekitar 40.000 Rupee Pakistan (Rp 2.493.000) per bulan. Sementara itu, pekerja lama mendapat upah 45.000 Rupee Pakistan (Rp 2.805.000) dan 50.000 Rupee Pakistan (Rp 3.116.000).

Baik Adidas maupun Forward membantah menggunakan pekerja subkontrak yang dibayar di bawah upah minimum Pakistan.

“Kami memastikan bahwa semua produk kami diproduksi dalam kondisi kerja yang adil dan aman, termasuk upah yang adil, melalui inspeksi rutin di lokasi, melakukan lebih dari 1.000 inspeksi dalam 12 bulan terakhir," ujar juru bicara Adidas.

“Forward Sports, sebagai pemasok yang disetujui Adidas, secara progresif meningkatkan standar hidup karyawan melalui peningkatan sistem upah, tunjangan, program kesejahteraan, dan layanan lainnya."

Selain itu, juru bicara FIFA mengungkapkan, bahwa pihaknya tidak memiliki tambahan komentar terkait pernyataan Adidas. (sof)

#Adidas #Piala Dunia 2026 #Buruh #Bola #FIFA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ada Laga FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion SUGBK, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Sementara apabila kepadatan terjadi di Gatot Subroto, pengalihan dapat dilakukan melalui kawasan Semanggi maupun Slipi–Petamburan, menyesuaikan arah kendaraan dan situasi lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Ada Laga FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion SUGBK, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Olahraga
Premier League hingga Serie A Kompak Desak Reformasi FIFA, Posisi Gianni Infantino Terancam
Premier League hingga Serie A kompak mendesak adanya reformasi FIFA. Gianni Infantino kini makin terancam.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Premier League hingga Serie A Kompak Desak Reformasi FIFA, Posisi Gianni Infantino Terancam
Berita Foto
Aksi Demo Buruh Tuntut Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan di Jakarta
Massa buruh melakukan long march saat aksi unjuk rasa menuntuk sahkan RUU Ketenagakerjaan di Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 24 September 2026
Aksi Demo Buruh Tuntut Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan di Jakarta
Olahraga
Kick Off FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Lawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Turnamen ini akan berlangsung di Indonesia dan Hong Kong pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. 14 tim akan ambil bagian dalam edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Kick Off FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Lawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Indonesia
Pengamanan Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Dibagi 4 Ring
Pertandingan tersebut terbuka untuk masyarakat umum dengan kapasitas sekitar 27.122 tempat duduk sehingga masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara langsung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Pengamanan Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Dibagi 4 Ring
Olahraga
FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar di Indonesia, Polri Siapkan Pengamanan untuk Gianni Infantino
FIFA Asean Cup 2026 bakal digelar 25 September-5 Oktober 2026. Presiden FIFA, Gianni Infantino, bakal hadir di Indonesia.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar di Indonesia, Polri Siapkan Pengamanan untuk Gianni Infantino
Indonesia
Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung, Polri Kerahkan 5.641 Personel
Polri mengerahkan 5.641 personel untuk mengamankan rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung, Polri Kerahkan 5.641 Personel
Olahraga
Jadwal Lengkap Pertarungan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung
Indonesia terpilih sebagai tuan rumah untuk Divisi 1, dengan Grup A dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Grup B digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Jadwal Lengkap Pertarungan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung
Olahraga
Timnas Vietnam Berpotensi Tampil Pincang, Sejumlah Andalan Termasuk Nguyen Xuan Son Meragukan Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Sejumlah pemain kunci Timnas Vietnam mengalami cedera dan persoalan kebugaran jelgn FIFA ASEAN Cup 2026.
Frengky Aruan - Selasa, 15 September 2026
Timnas Vietnam Berpotensi Tampil Pincang, Sejumlah Andalan Termasuk Nguyen Xuan Son Meragukan Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Indonesia
Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Pramono Janjikan Layanan Keamanan dan Transportasi Bagi Suporter
Pemprov DKI Jakarta akan memastikan dukungan terhadap kebutuhan penyelenggaraan, terutama dari aspek keamanan, kenyamanan, dan kemudahan transportasi bagi peserta selama berada di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Pramono Janjikan Layanan Keamanan dan Transportasi Bagi Suporter
Bagikan