Kisah Carlos Roa, Kiper Argentina yang Mengisolasi Diri karena Percaya Kiamat Tahun 2000

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 03 Juli 2018
Kisah Carlos Roa, Kiper Argentina yang Mengisolasi Diri karena Percaya Kiamat Tahun 2000

Carlos Roa saat membela timnas Argentina di Piala Dunia 2018. Foto: Depor

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Cerita unik nan menggelitik datang dari Carlos Angel Roa, sosok mantan kiper timnas Argentina di Piala Dunia 1998 itu memilih mengisolasikan diri karena yakin kiamat akan datang pada tahun 2000.

Carlos Ángel Roa lahir pada Agustus 1969 di kota Santa Fe, Argentina. Roa memulai berlatih sepak bola ketika pindah ke Avellaneda, kota pelabuhan yang terpisah dari Buenos Aires oleh Sungai Matanza.

Di sana, ia menghabiskan lima tahun bermain untuk Racing Club yang terkenal, membuat debutnya pada November 1988 ketika usia 19 tahun dan mencatat lebih dari 100 penampilan. Anehnya, selama waktunya di El Cilindro, klub memutuskan untuk melakukan perjalanan pra-musim ke Kongo, sebuah negara yanng jauh dari kata modern. Berada di Kongo, Roa mengalami malaria, beruntung dia cepat pulih.

Pada tahun 1994, Roa pindah ke provinsi Buenos Aires untuk bergabung dengan Club Atlético Lanús. Dia menggantikan kiper utama Marcelo Ojeda, yang memilih hengkang ke Spanyol. Selama tiga musim di La Fortaleza, Roa sukses menahbiskan dirinya sebagai penjaga gawang nomor satu.

Carlos Roa di Mallorca

Roa meraih kesuksesan dengan mengantarkan Lanus berada di papan atas kompetisi domestik, dan membawa Lanus memenangkan Copa CONMEBOL pada 1996. Trofi tersebut merupakan prestasi prestius yang pernah diraih Lanus.

Akhirnya, pada tahun 1997, Roa memulai petualangannya di Eropa dengan bergabung bersama Mallorca yang baru saja promosi dari Segunda Division. Dengan, komposisi pemain seperti Marcelino, Iván Campo dan Juan Valerón, Los Bermellones meraih sukses menempati posisi kelima klasemen akhir La Liga.

Roa jadi andalan Timnas Argentina, tapi dalam waktu singkat, yakni hanya dua tahun. Roa jadi kiper nomor satu Argentina pada 1997-1999. Di Piala Dunia 1998, Roa jadi pilihan utama pelatih Daniel Passarelle.

Pada Piala Dunia 1998, Roa mampu menjaga gawang Argentina dari kebobolan. Ia baru kemasukan saat babak 16 besar saat Argentina bertemu dengan Inggris. Di laga itu, gawang Roa dijebol Alan Shearer melalui penalti, dan gol brilian bintang muda Inggris saat itu, Michael Owen.

Carlos Roa saat Argentina melawan Inggris di Piala Dunia 1998

Perjalanan Argentina di Piala Dunia Prancis itu kandas di babak 8 besar. Tim Tango kalah 1-2 dari Belanda. Gol penentu Belanda dibuat Dennis Bergkamp dengan cara yang sangat indah, melewati Roberto Ayala dan menggedor gawang Argentina yang dijaga Roa.

Dua tahun setelah gelaran Piala Dunia, perilaku Roa berubah. Dia tiba-tiba menghilang. Manajemen Mallorca dan keluarganya panik karena Roa pergi tanpa jejak. Dia memilih mengisolasi diri karena yakin kiamat akan datang.

Padahal, saat itu Roa merupakan penjaga gawang nomor satu Los Bermellones. Roa hilang bukan karena cedera atau berkonflik dengan Mallorca. Dia melarikan diri karena yakin jika tahun 2000 adalah akhir dari kehidupan umat manusia.

Seperti yang ditulis thesefootballtimes.co, saat itu Roa memilih berdiam diri di Provinsi Cordoba, Argentina. Dia ingin lebih dekat dengan Tuhan.

Di Cordoba, Roa tidak bisa dihubungi oleh Mallorca dan agennya. Berada di Cordoba, ia ingin menghabiskan sisa hidupnya, Roa berpikir bahwa dunia sudah sangat rusak.

"Di bumi, ada perang, kelaparan, kemiskinan, banjir, wabah penyakit. Itu membuktikan bahwa manusia tak punya hubungan spiritual dengan Tuhan," katanya

Carlos Roa. Foto: FIFA

Dia mengatakan bahwa menjelang kiamat dia ingin berada di tempat yang menyediakan semua kebutuhan saat kiamat. Menurutnya, Cordoba merupakan lokasi yang tepat karena bisa dekat dengan Tuhan.

Namun, keyakinan Roa terkait kiamat tidak terbukti. Dia kembali ke Mallorca. Meskipun apa yang ditakutkannya tidak terbukti, mengisolasi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan membuatnya lebih prima ketika kembali ke Mallorca. Roa semakin dekat dengan Tuhan. Ia menolak bermain di hari Sabtu, sebab, Sabtu adalah waktu baginya untuk beribadah. Akibatnya, Roa jarang main di Mallorca. Pasalnya, banyak laga klub yang digelar di hari Sabtu.

Pada tahun 2002, setelah kontraknya berakhir, Roa pindah ke Albacete untuk melanjutkan kariernya. Kendati berusia 33 tahun, Roa membantu klub barunya tersebut promosi dari Divisi Kedua setelah berada di peringkat ketiga klasemen akhir.

Roa mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola pada tahun 2006 ketika usianya 37 tahun. Sebagai pemain, Roa meraih trofi Supercopa Sudamericana pada 1988 bersama Racing. Ia ikut serta membawa Lanus juara Copa Conmebol pada 1996. Dia ikut serta membawa Mallorca juara Piala Super Spanyol pada 1998. Untuk individu, Roa menjadi kiper terbaik La Liga musim 1997-1998. (*)

#Piala Dunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Timnas India awalnya terdaftar sebagai peserta FIFA ASEAN Cup 2026, tergabung di Grup A bersama Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Olahraga
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Kerusuhan adu jotos yang terjadi pasca-final Piala Dunia 2026 yang melibatkan sejumlah anggota skuad Timnas Argentina akhirnya berujung vonis berat.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Olahraga
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Kepala Operasional FIFA, Kevin Lamour, meninggalkan jabatannya kurang dari tiga pekan setelah melontarkan kritik keras terhadap Gianni Infantino.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Olahraga
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Xavi mendapat tantangan baru bersama Belanda setelah Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Olahraga
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
QFA melalui pernyataan resminya, Minggu, 2 Agustus, menyebut langkah FIFA menarik proposal tersebut mencerminkan kebijaksanaan dalam menjaga soliditas komunitas sepak bola dunia.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
Indonesia
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Baresi telah memperkuat Rossoneri sejak 1977 dan menjadi salah satu one man club dengan pensiun pada 1997.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Olahraga
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
UEFA mengancam akan memboikot Piala Dunia. Hal itu setelah FIFA mengusulkan kepemilikan saham investor di Piala Dunia.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
Olahraga
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Roberto Mancini kembali ke Timnas Italia dengan harapan besar.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Olahraga
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Sebelumnya, sejumlah pihak, termasuk UEFA dan Liga-Liga Eropa, menyatakan penolakan terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
Bagikan