Kini Membuat Batik Bisa Dengan Aplikasi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 14 Mei 2017
Kini Membuat Batik Bisa Dengan Aplikasi

Batik Fractal (Foto:parasantique.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Jika Anda mengenal batik tulis yang dibuat secara tradisional, Agak sulit memang karena Anda diharuskan memiliki ketelitian tinggi. Namun itu dulu, sekarang membuat motif batik bisa menggunakan sebuah aplikasi komputer bernama jBatik. Aplikasi ini akan membuat pola batik menggunakan teknik ilmu ukur atau fraktal.

Jika dijelaskan rumus fraktal memang terbilang rumit. Namun, secara umum, fraktal merupakan benda geometris yang kasar dari berbagai skala. Konsep matematis pada fraktal adalah memodelkan banyak dimensi dan dapat membuat desain yang indah pada hasilnya.

Misalnya, dimensi dasar batik adalah sebuah segitiga. Dari dimensi segitiga tersebut dapat dibuat sebuah dimensi lain yang semakin kompleks. Akan tetapi pada aplikasi pembuatan batik dengan rumus fraktal, metode pembuatan desain itu sudah dipermudah.

Inilah contoh mendesain batik yang ada pada aplikasi jBatik

Tampilan awal software jBatik (Foto: jBatik)

Tampilan awal ketika membuka jBatik, Anda akan meliahat kotak putih dan hitam. Tampilan ini merupakan dasar Anda ketika ingin memulai membuat motif batik. Kemudian Anda bisa ke menu library dan memilih beberapa motif bunga yang Anda suka.

Tampilan menu library menampilkan beberapa motif bunga (Foto: jBatik)

Setelah Anda memilih salah satu motif bunga, tampilan akan berubah menjadi seperti ini. Motif bunga akan mengisi pola dasar pada batik Anda. Selanjutnya, pilih satu motif lagi agar motif batik semakin terlihat.

Tampilan setelah memilih satu motif bunga lainnya (Foto: jBatik)

Pada akhirnya, motif batik sederhana Anda sudah jadi. Paduan kedua bunga membuat pola batik Anda sudah terlihat. Anda bisa segera mengunduh aplikasi jBatik jika ingin mengetahui lebih banyak lagi. Anda bisa bereksperimen dan mencoba sendiri mendesain batik sesuka hati Anda.

Namun, apakah metode modern ini akan menghilangkan metode tradisional pada pembuatan batik? Tentu saja tidak, metode ini bahkan akan sangat membantu proses pembuatan motif batik. Aplikasi ini hanya membantu dalam proses membuat desain, pengaplikasian pada busana batik, tetap dilakukan melalu metode menulis batik.

Hokky Situngkir, penemu batik fraktal menjelaskan bahwa seni tradisional batik tidak akan hilang dengan metode pembuatan desain modern ini. "Justru tidak menghilangkan, teknologi ini akan membantu pembuatan pola batik," ungkap Hokky, Senin (8/5).

#Motif Batik #Kain Batik #Software #Aplikasi #Inovasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
Jadwal Update One UI 9 Terungkap, Samsung Galaxy S25 hingga S23 FE Ikut Kebagian!
One UI 9 sebentar lagi meluncur. Ada beberapa HP Samsung yang kebagian update, salah satunya Galaxy S23 FE.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Jadwal Update One UI 9 Terungkap, Samsung Galaxy S25 hingga S23 FE Ikut Kebagian!
Lifestyle
Logeski Hadir di Indonesia, Tawarkan Cara Praktis Bersihkan Toilet Tanpa Banyak Menyikat
Logeski Toilet Bowl Cleaner kini hadir di Indonesia. Logeski menawarkan cara membersihkan toilet tanpa scrub.
Soffi Amira - Senin, 14 September 2026
Logeski Hadir di Indonesia, Tawarkan Cara Praktis Bersihkan Toilet Tanpa Banyak Menyikat
Indonesia
5 Mahasiswa ITB Integrasikan Drone dan Kitbox Sensor Untuk Ukur Kualitas Udara dan AI Buat Mitigasi Banjir
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus Wapres adalah Eaglesense, sebuah teknologi yang berpotensi dikembangkan sebagai instrumen pemantauan lingkungan, termasuk untuk mendeteksi perubahan kualitas udara
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
5 Mahasiswa ITB Integrasikan Drone dan Kitbox Sensor Untuk Ukur Kualitas Udara dan AI Buat Mitigasi Banjir
Tekno
ColorOS 17 Segera Meluncur, Bawa 'Floating Island' dan Bisa Jalankan Lebih Banyak Aplikasi
ColorOS 17 segera meluncur 17 September 2026. HP ini membawa Floating Island hingga animasi baru.
Soffi Amira - Kamis, 03 September 2026
ColorOS 17 Segera Meluncur, Bawa 'Floating Island' dan Bisa Jalankan Lebih Banyak Aplikasi
Tekno
Daftar HP Samsung yang Kebagian Update One UI 9.0 Beta, Ada Galaxy S26 hingga A57 5G
One UI 9.0 Beta kini sudah mulai dirilis. Berikut ini adalah daftar HP Samsung yang kebagian update.
Soffi Amira - Kamis, 03 September 2026
Daftar HP Samsung yang Kebagian Update One UI 9.0 Beta, Ada Galaxy S26 hingga A57 5G
Indonesia
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Modus pelaku biasanya mengakui customer service dari GoPay, lalu meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Tekno
Daftar HP Samsung yang Tidak Lagi Kebagian Update Android, Ada Galaxy S22?
HP Samsung ini sudah tidak kebagian update Android lagi. Lalu, apa saja daftar HP yang termasuk daftar tersebut?
Soffi Amira - Rabu, 19 Agustus 2026
Daftar HP Samsung yang Tidak Lagi Kebagian Update Android, Ada Galaxy S22?
Tekno
Xiaomi HyperOS 4 Beta Resmi Dirilis, Cek Daftar HP dan Jadwal Update Lengkapnya di Sini
Xiaomi HyperOS 4 Beta sudah mulai dirilis. Ada beberapa HP Xiaomi dan Redmi yang kebagian update. Berikut jadwal lengkapnya.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Xiaomi HyperOS 4 Beta Resmi Dirilis, Cek Daftar HP dan Jadwal Update Lengkapnya di Sini
Tekno
Samsung Ungkap Penyebab Bercak Merah di Layar Galaxy S26 Ultra, Pastikan Bisa Diperbaiki Gratis
Layar Samsung Galaxy S26 Ultra dilaporkan muncul bercak merah. Samsung pun mengungkapkan penyebabnya.
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
Samsung Ungkap Penyebab Bercak Merah di Layar Galaxy S26 Ultra, Pastikan Bisa Diperbaiki Gratis
Indonesia
Komdigi Soroti Pertumbuhan Aplikasi Birokrasi Capai 27 Ribu, tapi Layanan masih tak Optimal
User experiences yang dialami masyarakat masih belum optimal, bahkan masih ada yang meminta dokumen fisik.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Komdigi Soroti Pertumbuhan Aplikasi Birokrasi Capai 27 Ribu, tapi Layanan masih tak Optimal
Bagikan