Kini Makin Berat Rupiah Bakal Berada di Kisaran 16.000 per Dolar

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Kini Makin Berat Rupiah Bakal Berada di Kisaran 16.000 per Dolar

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.529 per Dolar AS, Level Terendah Sepanjang Masa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Senin (18/5), Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah akan menguat mulai Juli 2026 seiring dengan meredanya tren permintaan valas musiman, yang meningkat pada periode April hingga Juni 2026.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (19/5) melemah 38 poin atau 0,22 persen jadi Rp 17.706 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.668 per dolar AS. Pelemahan rupiah seiring tren kenaikan harga minyak dunia yang masih di atas 100 dolar AS per barel.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman memandang penguatan nilai tukar (kurs) rupiah agar kembali ke level kisaran Rp 16.000 per dolar AS tidak cukup apabila hanya mengandalkan intervensi bank sentral.

Menurutnya, upaya ini memerlukan dukungan penguatan fiskal, arus modal asing, ekspor, dan kepercayaan pasar terhadap ekonomi domestik.

Akan tetapi, rupiah masih berpeluang menguat apabila tekanan global mereda dan permintaan valas menurun. Namun untuk kembali stabil di level Rp 16 ribuan dibutuhkan dukungan yang lebih luas.

Terkait proyeksi rupiah kembali ke Rp16.200-16.800 rata-rata tahunan, secara matematis masih mungkin, tetapi sangat berat mengingat posisi saat ini sudah di atas Rp17.600,

kata Rizal dikutip Antara.

Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memandang, nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat apabila konversi devisa hasil ekspor dimaksimalkan sehingga eksportir tidak menahan valas di tengah pelemahan rupiah.

Ia juga mencatat tekanan terhadap rupiah saat ini bukan berasal dari sektor riil maupun aktivitas ekspor-impor.

Pelemahan rupiah lebih dipengaruhi arus keluar modal asing jangka pendek (hot money outflow) di pasar keuangan serta faktor musiman seperti transfer dividen dan kebutuhan valas untuk ibadah haji.

Myrdal juga menyoroti surplus neraca perdagangan yang justru melebar di tengah pelemahan rupiah. Penguatan dolar AS membuat importir menahan ekspansi sehingga impor menurun dan selisih ekspor-impor semakin besar.

Ia menilai, peluang penambahan devisa masih terbuka, terutama dari ekspor berbasis komoditas, manufaktur, hilirisasi, hingga sektor pariwisata.

Myrdal memandang langkah intervensi moneter agresif dari Bank Indonesia (BI) perlu diperkuat mengingat cadangan devisa Indonesia masih memadai untuk menjaga stabilitas rupiah.

Kenapa penting BI memperkuat rupiah, karena itu akan mendorong confidence di pasar keuangan kita. Kalau ekonomi kita terbukti solid, investor juga pasti akan kembali ke sini, walaupun hanya short term, karena kondisi globalnya sekarang kan kurang kondusif,

katanya.
#Rupiah #Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS #Dolar AS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Olahraga
IHSG Hari Ini Anjlok Parah dan Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Kamis 8 Oktober 2026
Pergerakan IHSG anjlok parah ke level 6.031 dan nilai tukar Rupiah hari ini melemah hingga Rp17.915 per USD. Simak rincian pergerakan pasar selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah dan Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Kamis 8 Oktober 2026
Indonesia
Rupiah Hari Ini Tancap Gas Libas Dolar AS, Suku Bunga The Fed Batal Naik?
Cari tahu penyebab nilai tukar rupiah hari ini menguat tajam terhadap dolar AS. Cek update terbaru pergerakan kurs JISDOR dan imbas inflasi Amerika Serikat di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Rupiah Hari Ini Tancap Gas Libas Dolar AS, Suku Bunga The Fed Batal Naik?
Indonesia
Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000
Prediksi nilai tukar Rupiah hari ini melemah hingga Rp18.000 akibat naiknya harga minyak global imbas konflik AS-Iran dan perombakan kabinet Prabowo. Cek analisis lengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000
Indonesia
Rupiah Kembali Dekati Rp 18.000 Per Dolar, Pengumuman Inflasi Mempengaruhi
Pelemahan rupiah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia yang mencapai 3,28 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Rupiah Kembali Dekati Rp 18.000 Per Dolar, Pengumuman Inflasi Mempengaruhi
Indonesia
Akhirnya Dolar AS Keok ke Rp17.894, Simak Jurus Intervensi BI dan Efek Jatuhnya Harga Minyak Dunia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sukses menguat tajam ke level Rp17.894! Simak faktor utamanya, mulai dari manuver berani Bank Indonesia hingga anjloknya harga minyak dunia.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Akhirnya Dolar AS Keok ke Rp17.894, Simak Jurus Intervensi BI dan Efek Jatuhnya Harga Minyak Dunia
Indonesia
Dolar AS Keok! Cek Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini Usai Arab Saudi Buka Kran Ekspor Minyak
Nilai tukar rupiah hari ini terpantau menguat terhadap dolar AS berkat anjloknya harga minyak dunia dan intervensi sigap Bank Indonesia. Cek prediksi kurs selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Dolar AS Keok! Cek Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini Usai Arab Saudi Buka Kran Ekspor Minyak
Indonesia
Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya
Nilai tukar rupiah hari ini ditutup melemah ke level Rp17.981 per dolar AS gara-gara ancaman pengetatan kebijakan The Fed dan naiknya harga minyak. Cek analisis kurs selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Indonesia
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Skenario Intervensi BI dan Pemicu Utamanya
Nilai tukar Rupiah hari ini tembus Rp18.000 per dolar AS. Simak penjelasan lengkap Bank Indonesia (BI) soal penyebab dolar naik tajam dan strategi intervensi pasarnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Skenario Intervensi BI dan Pemicu Utamanya
Indonesia
Stabilkan Rupiah, BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Selain mempertimbangkan dampak ke pertumbuhan, BI memilih menggunakan instrumen lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong aliran modal masuk.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Stabilkan Rupiah, BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Bagikan