Ketua Umum PSMTI: NKRI Harga Mati Bagi Warga Tionghoa

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 26 Januari 2017
Ketua Umum PSMTI: NKRI Harga Mati Bagi Warga Tionghoa

Suasana diskusi Forum Kebangsaan dengan tema keragaman dan persatuan di Jakarta, Kamis (26/1). (Foto MP/Dery Ridwansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) mengharapkan Pemerintah turun tangan mengatasi permasalahan yang kerap terjadi dipicu oleh perbedaan agama. Pemerintah diharapkan mengedukasi warga Indonesia untuk terus memperat persaudaraan.

Ketua Umum PSMTI David Herman Jaya mengungkapkan, warga Tionghoa sebagai kaum minoritas kerap menjadi korban dalam konflik horizontal. Padahal, pihaknya meyakini selama ini warga Tionghoa tidak memiliki masalah baik itu dengan negara ini maupun pemerintah.

"Saya rasa etnis Tionghoa tidak ada masalah, baik dengan masyarakat maupun pemerintah. Contohnya hari raya Imlek tidak ada yang komplain. Permasalahannya adalah perbedaan agama menurut saya," kata David di Jakarta, Kamis (26/1).

Oleh karena itu David mengharapkan semua pihak bersama-sama pemerintah turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"NKRI harga mati bagi warga Tionghoa di Indonesia. Sebab Kebhinekaan itu sudah dibentuk sejak zaman Majapahit," kata David lagi.

Menurutnya, keberagaman suku di Indonesia sudah terjadi sejak dahulu. Ditambah lagi dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho, seorang Tionghoa yang memeluk agama Islam, ke Indonesia.

Menurutnya, Indonesia sendiri sudah sangat indah, sudah membaur menjadi satu dan hidup saling berdampingan dengan rukun, aman, dan tentram.

"Kenapa ini tidak dilanjutkan terus? Kita warga Tionghoa akan lebih berbaur," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan pemerintah sudah membuka semua lini bagi warga Tionghoa untuk mengambil peran dalam pembangunan di Indonesia. David sependapat dengan pernyataan Wiranto tersebut.

"Tinggal warga Tionghoa sendiri mau masuk atau tidak. Ya mudah-mudahan saja yang wartawan juga banyak. Mungkin anda-anda menjadi bagian sebagai keluarga saya," pungkasnya. (Abi)

#Tionghoa #Bhinneka Tunggal Ika
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Berita Foto
Umat Buddha Gelar Buka Puasa Bersama untuk Umat Muslim saat Ramadan 1446 H di Vihara Dharma Bakti
Umat membagikan makanan untuk buka puasa bagi umat muslim di Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Jakarta Barat, Senin (10/3/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 Maret 2025
Umat Buddha Gelar Buka Puasa Bersama untuk Umat Muslim saat Ramadan 1446 H di Vihara Dharma Bakti
Berita Foto
Warga Etnis Tionghoa Berburu Pernak-pernik Jelang Perayaan Imlek 2025
Warga Etnis Tionghoa memilih berbagai pernak-pernik Imlek di Kawasan Pecinan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (20/1/2025).
Didik Setiawan - Senin, 20 Januari 2025
Warga Etnis Tionghoa Berburu Pernak-pernik Jelang Perayaan Imlek 2025
Indonesia
Komunitas Tionghoa Curhat ke RIDO, Jakarta Harus Punya Gedung Opera Kesenian
Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO), menerima masukan dari Komunitas Tionghoa terkait gedung Chinese Opera
Frengky Aruan - Rabu, 23 Oktober 2024
Komunitas Tionghoa Curhat ke RIDO, Jakarta Harus Punya Gedung Opera Kesenian
Indonesia
Bertemu Komunitas Tionghoa, Ridwan Kamil Pamer Punya 20 Karya di China
Ridwan Kamil (RK) atau Bang Emil blusukan di Kawasan Glodok, Jakarta Barat, Rabu (23/10).
Frengky Aruan - Rabu, 23 Oktober 2024
Bertemu Komunitas Tionghoa, Ridwan Kamil Pamer Punya 20 Karya di China
Indonesia
Paus Fransiskus Terkesan dengan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Paus Fransiskus menilai semboyan itu tak tergantikan karena menyatukan seluruh elemen di Indonesia.
Frengky Aruan - Rabu, 04 September 2024
Paus Fransiskus Terkesan dengan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Indonesia
Bertemu Paus Fransiskus, Jokowi Sebut Indonesia Punya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika
Menurut Jokowi, Indonesia mengapresiasi dan menghargai sikap Vatikan yang terus menyerukan perdamaian di Palestina
Frengky Aruan - Rabu, 04 September 2024
Bertemu Paus Fransiskus, Jokowi Sebut Indonesia Punya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika
Lifestyle
Memahami Makna di Balik Angka 8 dalam Kepercayaan Masyarakat Tionghoa
Masyarakat Tionghoa memiliki sejumlah nilai filosofis yang kaya, dan salah satunya adalah keyakinan terhadap angka 8.
Pradia Eggi - Rabu, 24 Januari 2024
Memahami Makna di Balik Angka 8 dalam Kepercayaan Masyarakat Tionghoa
Indonesia
Lampion dan Dekorasi Naga Warnai Kota Solo
Beberapa kegiatan, di antaranya karnaval, bazar kuliner, dan panggung hiburan dan grebeg Sudiro sendiri merupakan bagian dari perayaan Imlek di Solo.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Januari 2024
Lampion dan Dekorasi Naga Warnai Kota Solo
Tradisi
Akulturasi Budaya Cirebon dan Tionghoa dalam Festival Pecinan Cirebon
Wujud nyata melestarikan kekayaan seni dan budaya Cirebon.
Hendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 04 Februari 2023
Akulturasi Budaya Cirebon dan Tionghoa dalam Festival Pecinan Cirebon
Indonesia
PITI Kunjungi MUI Pusat demi Kolaborasi Tuntaskan Masalah Keumatan dan Kebangsaan
PITI menggelar audiensi ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pada Rabu (25/1).
Zulfikar Sy - Rabu, 25 Januari 2023
PITI Kunjungi MUI Pusat demi Kolaborasi Tuntaskan Masalah Keumatan dan Kebangsaan
Bagikan