MERAHPUTIH.COM - KETUA Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta Khoirudin membalas pesan suara atau voice note kepada Anies Baswedan. Anies sebelumnya mengirim pesan suara ke Khoirudin. Pesan itu bocor ke publik.
Kebocoran voice note perihal kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Jakarta itu disayangkan Khoirudin.
"Anies yang saya hormati sebagai tanggapan pesan suara yang Pak Anies kirim ke saya. Namun, entah bagaimana, malah sudah tersebar ke mana-mana," kata Khoirudin dalam pesan suara yang tersebar di wartawan, Senin (2/8).
Hal yang paling disayangkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu ialah hal yang disampaikan Anies dalam voice note tidak sesuai dengan apa yang terjadi sesungguhnya. "Sebagiannya malah dengan berbagai bumbu tidak sedap yang tidak sesuai dengan apa yang Pak Anies harapkan dalam voice note tersebut. Agar tidak muncul saling bantah di publik," tuturnya.
Baca juga:
Dalam pesan suara yang berkembang, Anies mengaku tidak mengetahui adanya tenggat waktu dari PKS untuk mencari dukungan partai politik lain. Kepada Anies, Khoirudin mengingatkan bahwa PKS telah menugasinya untuk menggaet partai politik (parpol) lain, utamanya NasDem dan PKB untuk menyetujui pasangan bakal cagub-cawagub usul PKS. Anies direncanakan akan dipasangkan dengan Wakil Ketua Majelis Syuro Sohibul Iman.
Bahkan, kata Khoirudin, Presiden PKS sudah ikut turun tangan meminta dukungan dari parpol-parpol lain agar bersedia mengusung Anies sebagai bakal cagub dan Sohibul Iman jadi bakal cawagub di pilkada Jakarta.
"Namun, sampai melewati tanggal 4 Agustus, ketika PIC dari PKS menanyakan hasil perjuangan Pak Anies untuk mendapatkan kepastian dari NasDem dan atau PKB untuk mencalonkan Pak Anies, ternyata Pak Anies belum bisa mendapatkan kepastian," kata Khoirudin.
Sementara itu, belakangan Khoirudin menangkap pernyataan elite NasDem dan PKB yang hingga kini belum menerima Sohibul Iman menjadi bakal cawagub. Kedua partai itu membuka peluang untuk menarik dukungan kepada Anies jika kesepakatan tak terjalin.
"Dari pimpinan NasDem, Pak Sahroni dan PKB Pak Jazilul Fawaid justru pada akhir Juli dan awal Agustus malah menyampaikan pernyataan terbuka yang mudah dipahami bahwa mereka tidak jadi, tidak melanjutkan dukungan kepada Pak Anies sebagai calon gubernur di Jakarta," ungkap Khoirudin.(Asp)
Baca juga:
PKS Ungkap Kemungkinan Anies Batal Berkompetisi di Pilkada Jakarta 2024

