"BIASALAH cewek, suka baperan," Kalimat ini mungkin sudah sering kali kita dengar. Ada stigma dalam masyarakat yang percaya bahwa perempuan selalu melakukan segala hal dengan hati dan perasaannya, sehingga mereka menjadi orang yang lebih perasa dan menjadi lebih mudah untuk tersakiti. Tidak jarang karena hal ini perempuan dibilang lemah sampai lebay.
Beda lagi dengan pria, mereka sering menerima kalimat seperti "Cowok kok gampang baper sih?". Sebagai pria, mereka dituntut untuk menjadi kuat dan tidak boleh menunjukkan perasaan asli mereka karena dapat dianggap lemah. Stigma masyarakat membentuk bagaimana dan siapa saja yang boleh atau tidak untuk baper.
Baca Juga:
'Baper' adalah istilah gaul yang berarti 'bawa perasaan'. Konsep baper ini bisa berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi. Misalnya pada saat kamu sedang bermain, tetapi kemudian kamu marah karena kalah, teman-temanmu akan mengatakan bahwa kamu baperan yang berarti bermain menggunakan perasaan atau gampang terbawa perasaan. Namun, kata baper lebih sering dikaitkan dengan masalah percintaan.
Dalam hal percintaan, pria dan perempuan juga sering dianggap memiliki peran yang sudah pasti. Misalnya pria selalu digambarkan sebagai sosok yang selalu berusaha untuk mengejar perempuan dan menyatakan isi hatinya terlebih dahulu. Sedangkan perempuan selalu digambarkan sebagai sosok yang hanya menunggu dan menerima perasaan pria. Karena teori dari masyarakat ini, biasanya pria jadi lebih sering dianggap sebagai dalang yang membuat lawan jenisnya baper.
"Kayaknya, kalau mau pakai kata baper itu artinya hanya ada dua, kamu bikin orang itu marah atau buat orang itu suka sama kamu," ujar Raja memberikan pandangannya mengenai arti kata baper.
Menurut Raja, membuat baper lawan jenis itu sebenarnya bisa disengaja maupun tidak. Ada beberapa hal yang terkadang dilakukannya sebagai tindakan umum yang sopan, tetapi malah disalahartikan menjadi perhatian berlebih.
Baca Juga:
Misalnya saja membukakan penutup botol air mineral kepada orang yang memintanya, atau mungkin mengikatkan tali sepatu saat orang tersebut sedang mengangkat barang. Terkadang hal kecil seperti itu malah membuat seseorang menjadi baper karena mengira bahwa orang tersebut sangat memperhatikannya sampai menyadari hal kecil seperti itu.
"Kalau dari sisi cowok menurut gue, pastinya bikin cewek baper itu baru bisa dilakukan saat proses PDKT. Jadi cari tahu dulu dia sukanya apa, kan ada lima jenis bahasa cinta ya, kayak Acts of Service, Quality Time, Physical Touch, Receiving Gifts, dan Words of Affrimation. Kalau udah tahu love languagenya apa, bakal lebih mudah bikin baper lawan jenis," jelas Raja.
Raja menerangkan bahwa jika berhadapan dengan orang yang suka dengan tindakan, dia akan memberikan perhatian berupa tindakan, misalnya membelikan makanan. Raja juga mengatakan caranya membuat lawan jenis baper sangat beragam, bisa dengan mengajak berkomunikasi lewat telepon selama berjam-jam lamanya, atau dengan mengajak orang tersebut makan bersama.
Berbeda dengan Raja yang membuat seseorang baper dengan tujuan karena memang suka dengan orang tersebut, Nabila dari sisi perempuan menjelaskan bahwa tujuan perempuan yang membuat lawan jenisnya baper sangat beragam dan terkadang tidak dapat ditebak.
"Ada yang sengaja bikin baper orang sekitarnya untuk mencari perhatian atau agar menjadi pusat perhatian. Tipe perempuan yang seperti itu biasanya hanya sekedar ingin tebar perhatian atau suka dengan lingkungan yang memuja dan memperhatikannya," jelas Nabila.
"Cewek kalau suka sama cowo mereka bikin baper cowonya itu gampang sebenarnya. Cuma perlu bales chatnya terus menerus atau terima semua ajakannya. Apalagi kalau cewek yang duluan chat cowok sekedar basa basi nanya 'kamu lagi ngapain?', udah deh fix tuh cowok langsung baper," tambah Nabila.
Menurut Nabila, mudah bagi perempuan untuk membuat pria baper terhadap mereka, tetapi juga mudah untuk membuat pria menjadi illfeel kalau tindakannya terlalu agresif. (tel)
Baca Juga:
Usaha Buket Uang Pemudi Negeri Aing Laris Manis Selama Pandemi