Ketika Panglima TNI Gatot Nurmantyo Memuji Megawati di Depan Taruna Akmil
Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum di kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) (Foto: Puspen TNI)
MerahPutih.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut sosok Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri sebagai pemimpin yang cerdik, tegas dan berjiwa patriot demi bangsa dan negara. Di depan ara taruna ia memuji Megawati yang dinilai banyak berjasa bagi negara.
"Sekarang beliau menjabat dewan pengarah UPK-PIP. Bayangkan, presiden kelima mau menjabat hanya untuk penguatan Pancasila. Itu jabatan eselon 1. Hanya untuk Pancasila apapun dilakukan. Ini memberikan contoh, dia harus berjuang, tidak memikirkan apa yang diberikan oleh negara," kata Gatot di Mabes TNI, Jumat (21/7).
Selain itu, Gatot juga membeberkan sejumlah pengalaman hidup sosok putri proklamator RI Bung Karno yang patut ditiru taruna-taruni Akmil.
"Sejak 13 tahun sudah dirancang bung Karno untuk jadi pemimpin, 16 tahun menjadi delegasi termuda di KTT Non Blok, Beograd," ungkap Gatot memuji.
Melanjutkan, Gatot kemudian menceritakan pengalaman hidup Megawati saat berdiplomasi.
"Diplomasi cerutu Kuba, dengan diplomasi itu secara singkat Kuba waktu itu abstain, waktu itu timor-timor tidak masuk dalam agenda dewan kehormatan PBB," ujarnya mengutip cerita Megawati dalam pidatonya dihadapan Taruna Akmil.
Gatot menambahkan, prestasi Megawati yang tak kalah penting adalah menghentikan pengerukan selat Malaka oleh Singapura.
"Beliaulah yang menghentikan menguruk pasir di pulau Nipah. Kalau tidak pulau itu sudah hilang," tandasnya. (Fdi)
Baca juga di: Panglima TNI : Ancaman Proxy War Makin Jelas
Bagikan
Berita Terkait
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
PDIP Beri Penghargaan 6 Kader Pelopor di HUT ke-53, Ada Ribka Tjiptaning Hingga FX Rudy
Aksi Militer AS Culik Presiden Maduro di Mata Megawati: Wujud Penjajahan Modern