Ketika Anak-Anak Ikut Berperang

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Sabtu, 24 Januari 2015
Ketika Anak-Anak Ikut Berperang

Foto: News.com.au

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional- Peperangan di atas muka bumi ini tak kunjung usai. Banyak negara yang masih dalam masa penjajahan. Bukan hanya itu, kelompok ekstremis seperti ISIS dan Al-Qaeda pun turut memporak-porandakan banyak negara di dunia.

Keadaan seperti ini membuat banyak penderitaan di berbagai kalangan. Konflik yang tak berkesudahan akhirnya membuat para warga asli negara tersebut pindah ke negara tetangga dengan status pengungsi. Pengungsi Suriah misalnya. Karena konflik yang tak kunjung reda, kondisi mereka terkatung-katung di negara tetangga. Bahkan PBB sempat kehabisan dana untuk membantu para pengungsi dari negara konflik seperti Suriah.

Keadaan ini juga menyebabkan banyak penderitaan lainnya seperti kemiskinan dan kelaparan. Bahkan banyak negara terpaksa merektrut anak-anak sebagai pasukan militernya.

Sejak tahun 2011, telat tercatat sebanyak 19 negara merekrut anak-anak sebagai gerilyawan militernya. UNICEF memperkirakan bahwa ada sekitar 250.000 anak-anak yang diikutsertakan dalam kelompok bersenjata untuk ikut berperang, bom bunuh diri, mata-mata, dan bahkan turut melakukan tugas-tugas rumah tangga seperti memasak.

Tidak jarang anak-anak ini mengalami pelecehan seksual. Beberapa dari mereka diperkosa oleh komandan pasukannya. Bahkan ada remaja perempuan yang dipaksa latihan bertarung sambil menggendong anak di punggungnya.

Seperti yang dikutip News.com.au, Human Rights Watch mengungkapkan bahwa alasan negara tersebut merekrut anak-anak karena mereka gampang dimanipulasi dan diintimidasi. Mereka dipaksa bergabung dan beberapa lainnya menawarkan diri karena menganggap itu adalah kesempatan baik untuk mereka agar lebih baik.

#Anak-anak #Tentara #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan asap membumbung dari Istana Kepresidenan Al-Maashiq.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Indonesia
TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper
Korps Marinir tidak menjelaskan secara detail terkait proses pembangunan Batalyon Snipper dan lokasi penempatannya dan tidak menjelaskan secara rinci soal jumlah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
Alasan TNI AD Tambah Kodam di 6 Provinsi
Keberadaan kodam-kodam baru ini juga diharapkan dapat lebih mempermudah TNI AD mengirim bantuan kepada warga jika terjadi bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Alasan TNI AD Tambah Kodam di 6 Provinsi
Indonesia
Imparsial Kritik Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan, Harus Dihitung Matang
Imparsial juga meminta pemerintah memastikan pembangunan struktur baru tidak mengurangi perhatian terhadap modernisasi alutsista dan kesejahteraan prajurit.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Imparsial Kritik Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan, Harus Dihitung Matang
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
14 Prajurit Tewas Saat Latihan, Menteri Pertahanan Kazakhstan Dipecat
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mencopot Dauren Kosanov dari jabatan Menteri Pertahanan setelah kejadian tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
14 Prajurit Tewas Saat Latihan, Menteri Pertahanan Kazakhstan Dipecat
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Bagikan