Kesehatan Usus Jadi Kunci untuk Kulit Lebih Baik

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 20 Oktober 2024
Kesehatan Usus Jadi Kunci untuk Kulit Lebih Baik

Ilustrasi penyakit kulit eksim. (Foto: Unsplash/Luis Quintero)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - We are what we eat, bukan sekadar istilah. Pasalnya apa yang kita makan atau masukkan ke dalam tubuh, akan tercermin melalui kondisi kesehatan maupun penampilan kita. Karenanya menjaga kesehatan usus menjadi perhatian penting oleh dokter, tak terkecuali dalam upaya meningkatkan kesehatan kulit.

"Jika ingin meningkatkan kesehatan kulit, maka perlu menambahkan kesehatan usus ke rutinitas perawatan kulit," kata dokter bedah dan kreator kesehatan Dr. Karan Rajan, dilansir Hindustan Times, Jumat (18/10).

"Misalnya, kita tahu bahwa mengonsumsi makanan berwarna yang kaya akan pigmen karotenoid seperti tomat, wortel, dan paprika telah terbukti dapat menghasilkan cahaya keemasan yang sangat kecil namun kentara pada kulit, dan tentu saja makanan yang sama juga kaya akan serat dan antioksidan yang bermanfaat bagi lapisan usus dan bakteri usus," terangnya melanjutkan.

Baca juga:

3 Penyebab Eksim yang Perlu Kamu Ketahui

Lebih lanjut, Rajan juga mengatakan pentingnya memahami pengaruh mikroba usus terhadap kesehatan kulit. Menurutnya, anak-anak dengan eksim rata-rata memiliki lebih sedikit mikroba usus yang baik.

Penelitian baru menunjukkan bahwa probiotik yang mengandung campuran lactobacilli dan bifidobacterium, dapat membantu memperbaiki gejala eksim pada anak-anak.

"Probiotik dapat mendukung jenis bakteri baik tertentu, yang berarti peningkatan produksi senyawa antiradang alami. Hal ini dapat mengubah sistem kekebalan tubuh dan dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit," kata Rajan.

Baca juga:

Usus Sehat Halau Hay Fever

Selain konsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan kulit seperti vitamin A, C, dan E, penting juga untuk memperbanyak konsumsi makanan nabati dengan probiotik seperti bawang putih, bawang bombai, dan pisang.

"Menyertakan ini dalam diet dapat meningkatkan populasi bakteri baik," saran Rajan.

Makanan fermentasi bisa jadi salah satu solusi. Makanan jenis ini sangat tepat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dengan mengembalikan keseimbangan alami bakteri usus.

Selain mengatur dan memilih makanan, mengurangi stres, berolahraga secara teratur, dan tidur cukup juga punya peran penting untuk kondisi mikrobiota di usus dan kesehatan secara keseluruhan. (*)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan