Kendaraan Golongan I Tak Berdampak Pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 17 Mei 2019
Kendaraan Golongan I Tak Berdampak Pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama

Ilustrasi Gerbang tol (Antara/Aris Wasita)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R. Lukman menegaskan relokasi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama yang terletak di KM 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek ke KM 70 tidak akan berdampak pada Kendaraan Golongan I.

Selain itu, untuk penyesuaian tarif yang dilakukan pasca perubahan sistem transaksi juga tidak berdampak signifikan di Wilayah 2 atau Jakarta IC-Cikarang Barat.

"Tidak hanya itu, terjadi penurunan tarif signifikan untuk Angkutan Logistik di Wilayah 2 yang mencapai Rp. 2.500 untuk kendaraan Gol. III, Rp. 2.000 untuk kendaraan Gol. IV dan Rp. 4.000 untuk kendaraan Gol. V," ujar Raddy di kantor Kementerian PUPR, Kamis (16/5).

BACA JUGA: 75 CCTV 'Pantau' Pemudik yang Melintas Tol Batang-Semarang

Namun, penyesuaian tarif berdampak pada akses gerbang tol di Wilayah 3 (setelah GT Cikarang Utama) yaitu wilayah Cikarang Barat hingga Karawang Timur. Dimana, setelah perubahan sistem transaksi menjadi sistem transaksi terbuka, berlaku tarif merata sebesar Rp. 12.000 untuk Gol I. Sementara itu, untuk tarif yang berlaku di Wilayah 4 masih sama dengan tarif tol jarak terjauh (Jakarta IC-Cikampek/Kalihurip) yaitu tarif merata sebesar Rp. 15.000 untuk Gol I.

Direktur Operasi Jasa Marga, Subakti Syukur menambahkan, proporsi kendaraan setelah Jalan Tol Jakarta-Cikampek mengalami perubahan sistem transaksi dan penyesuaian tarif, sebanyak 70% kendaraan tidak terdampak (tidak membayar lebih mahal).

"Dan 30 persen yang terdampak membayar lebih mahal maupun lebih murah," jelas Subakti.

Ilustrasi jalan tol (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Perubahan sistem transaksi tersebut, lanjut Subakti, diharapkan dapat membawa sejumlah manfaat. Pertama, berkurangnya frekuensi berhenti kendaraan untuk melakukan transaksi yang semula 2 kali untuk jarak jauh menjadi 1 kali untuk seluruh asal tujuan. Kedua, meningkatan kecepatan tempuh rata-rata di beberapa segmen khususnya di lokasi GT Cikarang Utama.

Ketiga, peningkatan kinerja GT Cikarang Utama yang direlokasi ke GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama. Terakhir, adanya perubahan perbaikan kinerja transaksi di gerbang-gerbang tol mulai dari Cikarang Barat sampai dengan Kalihurip berupa penurunan V/C ratio gerbang tol. (*)

#PT Jasa Marga #Cikarang #Tarif Jalan Tol
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sistem Transaksi Tol Tanpa Berhenti Masuk Tahap Uji Coba Ulang, Ikut Libatkan Kejaksaan dan Polri
Kementerian PU memastikan sistem transaksi tol nirsentuh MLFF masuk tahap uji coba ulang. Teknologi GNSS dan aplikasi Cantas diharapkan mampu kurangi antrean dan hemat BBM.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Sistem Transaksi Tol Tanpa Berhenti Masuk Tahap Uji Coba Ulang, Ikut Libatkan Kejaksaan dan Polri
Indonesia
Purbaya Yudhi Sadewa Kaget Muncul Isu PPN Jalan Tol, Minta Jangan Bebani Rakyat Dulu
Pemerintah memastikan tidak akan menambah skema pajak baru atau menaikkan tarif pajak yang sudah ada selama kondisi ekonomi belum menunjukkan penguatan signifikan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 April 2026
Purbaya Yudhi Sadewa Kaget Muncul Isu PPN Jalan Tol, Minta Jangan Bebani Rakyat Dulu
Indonesia
PPN Tol Jadi Polemik, Komisi V DPR Desak Pemerintah Tunda Kebijakan
Komisi V DPR meminta wacana PPN jalan tol ditunda atau dibatalkan selama masa konsesi. Hal itu justru bisa menambah pajak baru bagi masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
PPN Tol Jadi Polemik, Komisi V DPR Desak Pemerintah Tunda Kebijakan
Indonesia
Mulai Hari Ini, Gerbang Tol Sadang Cipularang Geser Imbas Proyok Tol Japek II
GT Sadang Baru yang telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung transaksi yaitu empat gardu transaksi keluar, empat gardu masuk.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Mulai Hari Ini, Gerbang Tol Sadang Cipularang Geser Imbas Proyok Tol Japek II
Indonesia
Volume Kendaraan Masih Tinggi, Arus Balik Masih Dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek
Berdasarkan data pemantauan Jasa Marga, volume lalu lintas keluar Jakarta mencapai 3,25 juta kendaraan atau meningkat 18,4 persen dibanding kondisi normal dan 2,3 persen dibandingkan Lebaran 2025
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Volume Kendaraan Masih Tinggi, Arus Balik Masih Dirasakan di Tol Jakarta-Cikampek
Indonesia
Volume Kendaraan Melintas Tol Cikampek Utama Mulai Turun ke Jakarta Mulai Menurun
Pada tanggal 28 dan 29 Maret menjadi perhatian utama yang diproyeksikan menjadi puncak arus balik Lebaran 2026 yang kedua.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 29 Maret 2026
Volume Kendaraan Melintas Tol Cikampek Utama Mulai Turun ke Jakarta Mulai Menurun
Indonesia
Arus Balik Jakarta Membeludak, Skema Contraflow Tol Jakarta-Cikampek KM 70-47 Resmi Berlaku
Selain pengaturan jalur, Jasa Marga menekankan pentingnya kesiapan fisik pengendara dan kelaikan kendaraan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Maret 2026
Arus Balik Jakarta Membeludak, Skema Contraflow Tol Jakarta-Cikampek KM 70-47 Resmi Berlaku
Indonesia
Jasa Marga Catat 1,1 Juta Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta Buat Mudik 2026
Angka tersebut 32 persen dari total proyeksi kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
Jasa Marga Catat 1,1 Juta Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta Buat Mudik 2026
Indonesia
Mudik Lebaran 2026: 5.496 Kendaraan Gunakan Jalur Fungsional Tol Yogya-Bawen
Sebanyak 5.496 kendaraan melintas di jalur fungsional Tol Yogyakarta–Bawen ruas Ambarawa–Bawen selama dua hari awal arus mudik Lebaran 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Maret 2026
Mudik Lebaran 2026: 5.496 Kendaraan Gunakan Jalur Fungsional Tol Yogya-Bawen
Indonesia
Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta saat Mudik Lebaran 2026
Jasa Marga memprediksi, sebanyak 3,5 juta kendaraan keluar Jakarta saat mudik Lebaran 2026.
Soffi Amira - Jumat, 13 Maret 2026
Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta saat Mudik Lebaran 2026
Bagikan