Kenali Tiga Langkah Jitu Raih Cuan Lewat NFT
Kenali tiga langkah jitu cari cuan lewat NFT (Foto: pixabay/erfouris)
NON-FUNGIBLE Token (NFT) atau kepemilikan online dapat diperjualbelikan sedang hangat diperbincangkan usai Sultan Gustaf Al Ghozali atau Ghozali Everyday sukses menjual swafoto hariannya mencapai milirian rupiah. Banyak orang kemudian ingin membebek kesuksesan Ghozali namun tak mengerti dunia NFT. Apa saja dijual di situs Opensea, bahkan Kartu Tanda Penduduk nan sejatinya melanggar hukum.
Jangan sampai keliru memahami NFT apalagi sampa melanggar aturang. Bukannya untung nanti malah jadi buntung. NFT diciptakan sebagai representasi aset digital atau non-digital. Setiap transaksi direkam teknologi blockchain.
NFT akan diaplikasikan ke dalam data apa pun selama memiliki keunikan serta memerlukan kepemilikan secara khusus. Para kreator atau seniman dapat menjual karya NFT mereka ke marketplace, seperti Opensea dan Binance.
Baca Juga:
Setelah menjual hasil karyanya sebagai NFT, seniman dapat mengklaim hasil karyanya sebagai hak cipta serta dapat menjual karyanya sebagai bagian dari royalti. Seniman tersebut dapat mengaktifkan pilihan royalti pada saat mengunggah atau minting NFT.
Dikutip dari laman Coindesk, pasar NFT telah tumbuh menjadi sektor utama industri kripto selama tahun 2021, dengan jumlah total dihabiskan untuk membeli NFT melebihi USD 12,6 miliar atau sekitar Rp 181 triliun.
Ada sejumlah cara untuk menghasilkan cuan dari NFT. Cara pertama menyewakan NFT, khususnya paling banyak diminati masyarakat.
Beberapa permainan perdagangan kartu memungkinkan pemain untuk meminjam kartu NFT guna meningkatkan peluang mereka menang.
Baca Juga:
NFT Naik Daun, Penguatan Literasi Digital Jangan Ditunda Lagi
Terdapat ketentuan mengatur kesepakatan antara kedua pihak terlibat, karena itu pengguna NFT biasanya punya kebebasan untuk mengatur durasi perjanjian sewa serta tarif sewa diinginkan untuk NFT.
Contoh utama platform memungkinkan pengguna menyewa atau meminjamkan NFT, melalui reNFT. Pada platform tersebut dimungkinkan pemberian pinjaman untuk menetapkan periode pinjaman maksimum, serta menetapkan tarif harian, rata-rata berkisar antara 0,002 dan 2 wrapped ether (WETH).
Cara kedua mendapatkan cuan dari NFT, dengan Royalti NFT. Teknologi dasar mendukung NFT memungkinkan kreator konten untuk menetapkan persyaratan mengenakan biaya royalti setiap NFT mereka berpindah tangan di pasar sekunder.
Dengan kata lain, sang kreator bisa menerima pendapatan pasif bahkan setelah menjual karyanya kepada kolektor. Dengan begitu, kreator bisa memperoleh bagian dari harga jual NFT bersangkutan tanpa batas waktu.
Seperti halnya bila royalti untuk karya seni digital ditetapkan senilai 10 persen, kreator asli akan menerima 10 persen dari total harga jual, setiap kali karya seni mereka dijual kembali ke pemilik baru.
Pastikan kreator konten atau pemilik karya seni menetapkan persentase ketika mencetak NFT. Selain itu, kontrak pintar atau program akan memberlakukan pernjanjian kontraktual mengatur seluruh proses dalam pendistribusian royalti.
Dengan begitu, para kreator tidak perlu menerapkan persyaratan royalti atau melacak pembayaran secara manual, karena prosesnya telah sepenuhnya otomatis.
Cara ketiga mendapat cuan dari NFT, dengan staking NFT. Salah satu manfaat dari perkawinan antara NFT dan protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi), memungkinan mempertaruhkan NFT dengan staking, atau sebuah aktivitas pengunci crypto di dompet digital pada platform tertentu untuk durasi tertentu agar bisa mendapatkan keuntungan.
Dalam hal ini, staking mengacu kepada proses penyetoran, atau mengunci aset digital ke dalam kontrak pintar protokol DeFi untuk meraih hasil. Sementara pada sejumlah platform pendukung berbagai NFT lain, mengharuskan kamu membeli NFT asli, guna mendapat hadiah token staking.
Beberapa platform memfasilitasi staking NFT, antara lain Kira Network, NFTX, Splinterlands, Only1, dan sebagainya. Pada sejumlah kasus, bagian dari hadiah dibagikan pada pemangku kepentingan, didenominasi dalam token tata kelola. Protokol sejenis memberdayakan pemegang token dengan hak suara atas pengembangan ekosistem mereka di masa depan. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Bocoran OPPO Find X9 Ultra, Bawa Teleconverter Baru dan Kamera Zoom 300mm
Redmi Note 15 Pro dan Note 15 Pro+ Siap Meluncur, Usung Kamera 200MP dan Baterai Jumbo
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Siap Meluncur Global, Sudah Muncul di NBTC Thailand
OPPO A6 5G Debut di India, Dibanderol Rp 3 Jutaan dengan Baterai Jumbo
Samsung Galaxy A57 Sudah Lolos Sertifikasi TENAA, Berikut Spesifikasi Lengkapnya
iPhone 18 Pro hingga iPhone Fold Siap Meluncur September 2026, tak Bawa Dynamic Island?
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 dan S26 Plus Bocor, Baterai dan Kamera Jadi Sorotan
Harga iPhone 18 Pro Max Diprediksi Bakal Meroket Buntut Kelangkaan Komponen RAM
Bocoran Xiaomi 18, Dikabarkan Bawa Kamera Periskop hingga Fingerprint Ultrasonik
OPPO Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra Dirumorkan Pakai Kamera Ganda 200MP