Kenali Jenis Keausan tidak Normal Pada Ban Mobil
Pentingnya mengetahui jenis keausan pada ban mobil (Foto: pixabay/geraldoswald62)
TELAPAK ban mobil berkurang ketebalannya atau mengalami keausan seiring pemakaian. Ban yang aus bisa berkurang daya cengkeramnya ke jalan. Keausan yang terjadi tidak normal bisa membuat mobil sulit dikendalikan.
Demi menghindari hal yang tidak diinginkan di jalan, kamu harus melakukan pengecekan keausan ban, serta memahami jenis keausan ban mobil yang tidak normal dan mengetahui penyebabnya.
Baca Juga:
Jenis keausan yang pertama yakni pada bagian tepi atau tengah telapak. Auto2000, dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com, menyebut jenis keausan bagian tersebut menandai tekanan udara ban mobil tidak sesuai rekomendasi pabrikan.
Apabila ban mobil sering kekurangan udara, kedua sisi luar telapak ban akan aus lebih dulu. Sebaliknya, apabila tekanan udara terlalu tinggi maka yang aus lebih dulu adalah pada bagian tengah telapak ban. Agar kondisi ban tetap prima, pastikan tekanan udara ban tidak kurang atau lebih dengan mengukurnya seminggu sekali.
Jenis keausan kedua yakni ban aus sebelah dalam atau luar saja. Hal itu bisa disebabkan sispensi yang rusak, karena mengakibatkan peredaman bertumpu pada ban. Faktor lainnya, yaitu karenna sudut camber tidak tepat.
Pada camber negatif, keausan ban sebelah dalam akan lebih cepat, begitupun sebaliknya. Karena itu, cek kondisi suspensi secara berkala dan pastikan melakukan spooring.
Selanjutnya, jenis keausan yang ketiga yaitu ban aus berserabut. Apabila ban aus disertai serabut atau berbulu pada bagian telapak ban, hal itu disebabkan oleh kondisi toe-in sudah tidak tepat. Karena, toe-in terlalu bisa bisa menyebabkan roda selip keluar dan menggesek bidang telapak ban bagian dalam ke permukaan jalan.
Keausan yang terjadi membentuk susunan seperti bulu halus. Pastikan keausan seperti itu tidak terjadi, dengan cara memeriksa kaki-kaki dan melakukan spooring ban.
Keausan yang keempat, yaitu ban aus toe and heel. Keausan seperti ini terjadi apda ban yang bukan penggerak roda. Seperti mobil penggerak roda belakang yang akan mengalaminya pada ban depan, begitu pun seblaiknya.
Keausan terjadi karena pengereman dilakukan berulang secara cepat pada jarak pendek, khususnya pada permukaan jalan yang rusak. Penyebab lainnya, bushing suspensi, ball joint, dan bearing roda telah mengalami kerusakan. Selain berkendara dengan bijak, lakukanlah pengecekan kaki-kaki mobil secara berkala untuk menjaga kondisinya.
Kemudian, keausan yang kelima yaitu ban aus setempat. Ban aus setempat atau spot wear ialah aus pada telapak ban yang bentuknya seperti lekukan mangkok. Hal itu diakibatkan pengereman mendadak atau panic breaking pada kendaraan yang tidak ada rem ABS atau sistem ABS-nya bermasalah.
Kondisi tersebut pun dapat terjadi saat bearing roda, ball joint, tie rod end, dan bagian lain kaki-kaki mobil rusak, sehingga membuat ban goyang pada titik tertentu. Gaya berkendara yang aman dan menjaga kondisi kaki-kaki mobil, merupakan ucapa pencegahan keausan ban jenis spot wear.
Untuk menghindari keausan ban tidak normal, spooring ban memegang peran penting untuk mencegah keausan ban yang tidak wajar. Jadi, sebaiknya kamu periksa secara rutin kondisi ban kendaraanmu agar kondisi mobil selalu prima. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Omoda & Jaecoo Raup 800 Ribu Konsumen di 64 Negara Dalam Waktu 3 Tahun
LEPAS L8 SUV Anti Banjir dengan Water Wading 600 mm
180 Brand Otomotif Siap 'Perang' Inovasi di IIMS 2026, Intip Bocorannya
IIMS 2026 Pecah Rekor Komunitas Terbanyak: Ada Drifter Amerika Hingga Iwan Fals, Cek Harga Tiketnya Di Sini
IIMS 2026 Siap Genjot Ekonomi Nasional Lewat Inovasi Otomotif, Target Transaksi Capai Rp 8 Triliun
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia