Kenakalan Bocah Saat Tarawih Terkadang Bikin Rindu Ramadan Masa Kecil

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Selasa, 12 April 2022
Kenakalan Bocah Saat Tarawih Terkadang Bikin Rindu Ramadan Masa Kecil

Ilustrasi bocah tarawih di masjid. (Sumber: Pexels/Abdullah Ghatasheh)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SALAH satu ritual keagamaan dilakukan di bulan Ramadan selain puasa tak lain salat tarawih. Bahkan, tarawih menjadi ibadah paling dirindukan umat muslim karena hanya ada di bulan Ramadan. Ibadah hanya berlangsung setahun sekali tersebut sempat tak bisa terlaksana di masjid maupun musala akibat pembatasan sosial dengan pelbagai istilah.

Pandemi membuat banyak kegiatan sehari-hari berubah, termasuk ibadah. Demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19, pemerintah mengajak masyarakat untuk bekerja, bersekolah atau kuliah, dan beribadah dari rumah masing-masing. Selama dua tahun belakangan, khususnya di bulan Ramadan, banyak kegiatan khas selama 'bulan puasa', khususnya ibadah salat tarawih terpaksa berlangsung di rumah masing-masing.

Baca juga:

Polda Jabar Larang Kegiatan SOTR

Dengan panduan imam melalui saluran digital umat muslim akhirnya melaksanakan tarawih dari rumah masing-masing. Di saat ibadah tarawih di rumah, muncul kekanganen nan khas terjadi di saat ibadah malam sesudah berbuka puasa tersebut. Tak terdengar semisal suara sambutan amin begitu kencang dan panjang dari mulut bocah-bocah di saf belakang. Apalagi jajanan khas di sekitar masjid. Belum lagi perang sarung. Meski di antara itu paling mendasar salat berjamaah dan pertemuan langsung.

Tahun ini Ramadan terasa berbeda. Angka harian kasus COVID-19 mulai melandai. Kegiatan di ruang terbuka sudah bisa dilakukan meski harus tetap menaati protokol kesehatan. Ibadah tarawih pun sudah terselenggara di masjid dan musala. Kekangan terhadap kenakalan-kenakalan bocah saat tarawih seolah mengobati kerindunan tarawih berjamaah sebelum pandemi. Apa saja kenakalan bocah saat tarawih di masjid?

aamiin
Teriak amin paling kenceng biasa dilakukan para bocah di saf belakang. (Unsplash-Mosquegrapher)

Kamu pasti pernah mengalami, setidaknya sekali dalam hidupmu, mendengar bocah teriak amin paling kenceng dan panjang. "Siratallazina an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dallin....." "AAMIIIIIIIIIIIIIIIINNNN!!!".

Pekikan bocah bikin masjid semakin semarak tersebut sempat menghilang saat tarawih hanya bisa dilakukan di rumah masing-masing. Meski terkadang menyebalkan, pekikan bocah tersebut malah membuat kangen ketika tarawih tak bisa dilangsungkan di masjid.

Biasanya sih bocah di saf belakang memang suka adu keras memekik amin dengan teman-temannya. Kadang masih ditambah cekikikan. Paling sengsara kalau selagi bocah punya orang tua bernama Amin. Tentu saja momen tersebut jadi bahan olok teman-teman satu safnya, dan tak jarang sesudahnya terjadi perkelahian.

Baca juga:

4 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Habis Sahur, Apa Aja?

becanda
Jajanan di sekitar masjid juga jadi daya tarik bocah. (Unsplash-Indira Tjokorda)

Setelah selesai salat, istirahat menunggu rakaat berikut, biasanya barisan bocah tersebut malah ngerumpi bukanya bersalawat. Sesi ngerumpi akan semakin seru kalo pas ada kotbah. Bukannya dengerin penceramah malah asik 'ceramah' sendiri. Kalo zaman sekarang, bocil-bocil biasanya ngerumpi sambil main ponsel. Kalo anak-anak 90an, biasanya ngerumpi sambil main ABC lima dasar.

Nah, kalau buka puasanya 'balas dendam' atau sudah di rakaat akhir, biasanya para bocah tidur-tiduran di saf belakang. Beberapa bocah jahil biasanya tiduran sambil mengganggu temennya lagi salat. Namun, bisa juga temannya meninggalkannya sendirian di masjid ketika ternyata ia malah tertidur pulas sampai akhir tarawih.

Menuju Ramadan terakhir, biasanya ada kemajuan loh, safnya! Maksudnya, semakin dikit orang salat di masjid. Bagian belakang kosong entah kenapa jadi area bermain menyenangkan para bocah. Mulai dari lari-larian, perang sarung, sampe saling ganggu temannya. Kalo bercandanya sudah keterlaluan, mereka suka kena tegur sama jamaah terutama bapak-bapak.

petasan
Bocah-bocah sedang beribadah di masjid. (Unslpash-Firky Nur Setiadi)

Nah, saat akan berangkat tarawih biasanya orang tua memberi uang pada anaknya untuk mengisi kotak amal. Jumlah memang tak banyak. Uang amal tersebut terkadang digunakan bocah-bocah untuk jajan cemilan atau malah membeli petasan.

Uang amal titipan ema enggak cuma lari ke kantong abang-abang makaroni pedes atau cimol, ada juga lari ke tukang petasan. Ngaku deh! Kamu pasti pernah jadi salah satu anak main petasan pas orang-orang lagi pada tarawih di masjid. Tak heran kemudian akhirnya kena marah karena suara petasan mengganggu tarawih.

Baca juga:

5 Rekomendasi Makanan untuk Sahur, Puasa Dijamin Lancar

#Relasi #April Tematik +62 Bicara Kangen #Tips Ramadan #Ramadan #Menu Ramadan #Tradisi Ramadan
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Fashion
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Ramadan Runway berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp 7,9 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Indonesia
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis, mengajak umat Islam menjaga kebersamaan dan nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan
Frengky Aruan - Jumat, 20 Maret 2026
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Fashion
Sentuhan Etnik Jadi Tren Baru Identitas Modest Wear di Hari Raya
Tren modest wear kini tak hanya berkembang secara global, tetapi juga semakin menguatkan akar lokalnya.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Sentuhan Etnik Jadi Tren Baru Identitas Modest Wear di Hari Raya
Fun
5 Cara Kreatif Bagi THR Lebaran 2026 Agar Berkesan dan Seru
Memberikan THR identik dengan amplop berisi uang tunai memang terasa praktis, namun sering kali terkesan datar
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Maret 2026
5 Cara Kreatif Bagi THR Lebaran 2026 Agar Berkesan dan Seru
Indonesia
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Indonesia
One Way Nasional Diberlakukan di Jalan Tol, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Jalan Arteri
Sebelum one way nasional ini diberlakukan, polisi lebih dulu membersihkan lajur dan rest area.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
One Way Nasional Diberlakukan di Jalan Tol, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Jalan Arteri
Indonesia
7 Terminal Utama di Jakarta Sudah Dipadati Penumpang, Peningkatan Capau 82 Persen
Syafrin juga berujar, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi kenaikan jumlah penumpang meski tidak signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
7 Terminal Utama di Jakarta Sudah Dipadati Penumpang, Peningkatan Capau 82 Persen
Indonesia
Ribuan Pemudik Padati Area Pelabuhan Ciwandan, Puncak Mudik Sudah Terasa
Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Rabu dini hari volume kendaraan roda dua mengalami lonjakan yang sangat signifikan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
Ribuan Pemudik Padati Area Pelabuhan Ciwandan, Puncak Mudik Sudah Terasa
Indonesia
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Polisi telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi TKP ledakan masjid agar tidak didekati warga.
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Indonesia
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Diskominfo juga menyediakan informasi kondisi lalu lintas melalui kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan sistem milik Dinas Perhubungan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Bagikan