Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kementan Wanti-wanti Penggunaan Pestisida Berlebihan pada Buah

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 06 Desember 2016
Kementan Wanti-wanti Penggunaan Pestisida Berlebihan pada Buah

Jumpa pers dan talkshow YLKI tentang "Menyoal Tingkat Keamanan pada Buah" di Bakoel Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/12). (Foto: MerahPutih/John Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Keuangan - Kepala Bidang Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Islana Ervandiari mengatakan para petani boleh saja menggunakan pestisida untuk melindungi tanaman mereka dari serangan hama dan virus.

"Namun, penggunaan bahan kimia tersebut tidak boleh digunakan di atas ambang batas karena dapat membahayakan kesehatan konsumen. Sebaiknya menggunakan pestisida kadarnya harus sesuai yang ditetapkan pemerintah," kata Islana saat memberikan paparan di acara talkshow "Menyoal Tingkat Keamanan pada Buah" di Bakoel Kopi, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/12).

Islana menjelaskan, penggunaan pestisida secara berlebihan bisa menimbulkan penyakit bagi konsumen. "Misal, banyak orang mengalami sakit ginjal dan liver akibat petani banyak menggunakan pestisida," tuturnya.

Mengenai penggunaan pestisida untuk buah/sayuran impor, kata Isyana, dilakukan pemeriksaan seberapa besar penggunaannya saat masuk di pelabuhan. Apabila sampel yang sudah diperiksa di laboraturium melebihi batas yang sudah ditetapkan, maka akan dikembalikan.

"Maka langkah yang dilakukan adalah penolakan. Ketika masuk di pelabuhan belum boleh diedarkan ke pasar dan masih di bawah pengawasan pihak karantina," tuturnya.

Petugas karantina pun mempunyai wewenang untuk mengambil tindakan. "Sanksi yang kita bagi Importir diberi punishment produk dan tidak boleh diedarkan. Dikasih waktu 14 hari, kalau tidak dikembalikan maka akan dimusnahkan. Hal ini sesuai dengan peraturan keamanan pangan yang sudah diberlakukan sejak tahun 2009," pungkasnya. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Hasil Pengujian YLKI Buah Adanya Kandungan Formalin
  2. YLKI Temukan 3 Indikator Buah Beredar Tidak Layak Konsumsi
  3. Buah Berenuk, Si Penyubur di Taman Buah Mekarsari
  4. Taman Buah Mekarsari, Pusat Pelestarian Buah-buahan Tropika Terbesar Dunia
  5. Ingin Makan Buah Gratis? Datanglah ke Acara Fruit Indonesia 2016 di Senayan
#Sayur Dan Buah #Kementerian Pertanian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Dorong Konsumsi Lewat BGN
Pemerintah merespons penurunan harga ayam dan telur. Kementerian Pertanian pun berharap, SPPG bisa menyajikan menu tersebut tiga kali seminggu.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Dorong Konsumsi Lewat BGN
Indonesia
Stok Beras Indonesia Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Cadangan beras pemerintah mencapai 5,37 juta ton per 18 Mei 2026. Pemerintah menyebut angka tersebut menjadi stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
Stok Beras Indonesia Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Olahraga
Kementan Tetapkan Harga Jual Kedelai Rp 11.500 per Kg, Pastikan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Kementan menetapkan harga jual kedelai Rp 11.500 per kg. Kementan memastikan bahwa harga tetap stabil di tengah gejolak global.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Kementan Tetapkan Harga Jual Kedelai Rp 11.500 per Kg, Pastikan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Indonesia
Pasar Induk Kramat Jati yang Tak Pernah Tidur: Menjemput Berkah di Ambang Ramadan 2026
Di saat sebagian besar warga Jakarta masih terlelap dalam mimpi, Pasar Induk Kramat Jati justru sedang berada di puncak nadinya
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Pasar Induk Kramat Jati yang Tak Pernah Tidur: Menjemput Berkah di Ambang Ramadan 2026
Indonesia
Indonesia Setop Impor Jagung Sepanjang 2025, Mentan Amran Pamer Lonjakan Produksi Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ini merupakan lompatan tertinggi sepanjang sejarah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Indonesia Setop Impor Jagung Sepanjang 2025, Mentan Amran Pamer Lonjakan Produksi Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Berita Foto
Aksi Hari Tani Nasional, Petani Indramayu Tuntut Perbaikan Irigasi dan Modernisasi Pertanian
Ratusan petani Indramayu yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu menggelar aksi di depan Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025). Memperingati Hari Tani Nasional, para petani Indramayu menggelar aksi di depan gedung Kementerian Pertanian untuk menuntut perbaikan irigasi serta modernisasi pertanian di Indramayu Barat. Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September untuk mengenang lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960, tonggak penting reformasi agraria yang menegaskan prinsip “tanah untuk rakyat.” Meski petani disebut tulang punggung bangsa, kenyataannya hingga kini banyak yang hidup dalam kemiskinan struktural dan minim akses terhadap lahan, pupuk, teknologi, maupun pasar. Karena itu, Hari Tani terus menjadi momentum perjuangan menuntut keadilan agraria dan kedaulatan pangan.
Didik Setiawan - Rabu, 24 September 2025
Aksi Hari Tani Nasional, Petani Indramayu Tuntut Perbaikan Irigasi dan Modernisasi Pertanian
Indonesia
Kementan Tegaskan Stok Pupuk Cukup dan Mudah Diakses, Indonesia Makin Dekat Capai Swasembada Pangan
Kementerian Pertanian terus memperbaiki tata kelola dengan menerapkan prinsip 7T
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 September 2025
Kementan Tegaskan Stok Pupuk Cukup dan Mudah Diakses, Indonesia Makin Dekat Capai Swasembada Pangan
Berita Foto
Komisi IV DPR Setujui Tambahan Anggaran Kementan Sebesar Rp145 Miliyar
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto (kiri), Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman (kanan) dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono (tengah), menandatangani kesepakatan hasil Rapat Kerja (Raker), di Ruang Komisi IV DPR, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 16 September 2025
Komisi IV DPR Setujui Tambahan Anggaran Kementan Sebesar Rp145 Miliyar
Indonesia
Gula Rafinasi Bocor dan Dijual Bebas di Pasar dengan Harga Sangat Murah Bikin Petani Rugi
Gula rafinasi yang seharusnya tidak dijual secara eceran atau kiloan kepada masyarakat justru banyak ditemukan di pasar tradisional
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 September 2025
Gula Rafinasi Bocor dan Dijual Bebas di Pasar dengan Harga Sangat Murah Bikin Petani Rugi
Indonesia
Dugaan Beras Oplosan, 212 Perusahaan Produsen Beras Premium Diperiksa Bareskrim
Kementerian Pertanian melibatkan semua pihak untuk melakukan pengawasan agar beras oplosan tidak beredar di masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 13 Juli 2025
Dugaan Beras Oplosan, 212 Perusahaan Produsen Beras Premium Diperiksa Bareskrim
Bagikan