MerahPutih.com - Pemerintah mencatat sementara ini, ada sekitar 8.400 rumah yang terkena dampak gempa bumi yang melanda Kabupaten Bandung beberapa Waktu lalu.
Selain. Itu sarana ibadah sebanyak 38 bangunan, sarana pendidikan, kesehatan, dan bangunan lainnya terkena dampak. Madrasah dan pesantren juga terkena dampak gempa bumi.
Kementerian Sosial (Kemensos) mendirikan sekolah darurat pada delapan titik guna memastikan pemenuhan kebutuhan layanan pendidikan bagi anak-anak penyintas gempa di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Sebaran titik sekolah darurat di Kabupaten Bandung berada di SMP Muhamadiyah 3, SDN Cihawuk, SDN Cirawa 1, SMP 1 Kertasari, SDN Tarumajaya 1, SDN 1 Lembangsari, SDN 2 Cibeureum, dan SDN Halimun 1.
Baca juga:
"Kami telah mendistribusikan sebanyak lima unit tenda sekolah darurat," kata Cepi, salah satu Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bandung.
Gempa yang mengguncang Kabupaten Bandung dan Garut, berdampak terhadap kerusakan fasilitas publik, termasuk sekolah.
Kondisi ruang kelas, termasuk SDN 2 Cibeureum, sebagian besar mengalami kerusakan pada keramik yang pecah, dinding roboh, dan puing-puingnya tampak berserakan di lantai dan menimpa meja serta kursi sekolah.
Di SDN tersebut, terdapat tiga ruang kelas yang rusak akibat gempa yaitu kelas 4, kelas 5, dan kelas 6. Karena itu sebanyak total 40 siswa dari tiga kelas tersebut melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda serbaguna yang disulap Kemensos menjadi sekolah darurat dan terletak di halaman sekolah.
Baca juga:
Siap-Siap Warga Jakarta akan Diberi Simulasi Bencana Menghadapi Gempa Megathrust
Adanya sekolah darurat yang didirikan oleh Kemensos pada penanganan gempa di Kabupaten Bandung, memberikan manfaat yang sangat besar bagi para siswa untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Sosial atas bantuannya," ungkap Kepala Sekolah SMPN 1 Kertasari Ajat.
Sementara itu di Garut, Kemensos melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung mendirikan Sekolah Darurat Bencana Satu Atap di Desa Barusari dan Desa Padaawas.
“Sekolah darurat bencana menggunakan tenda serbaguna milik Kemensos,” kata Pekerja Sosial Ahli Madya BBPPKS Bandung Sunarti. (*)