Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sembilan Sensor Tsunami Maluku Utara dan Sulawesi Utara Berfungsi Normal Usai Gempa Mgnitudo 7,6

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 02 April 2026
Sembilan Sensor Tsunami Maluku Utara dan Sulawesi Utara Berfungsi Normal Usai Gempa Mgnitudo 7,6

Titik Gempa. (BMKG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sembilan sensor tsunami di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara bekerja optimal guna memantau kondisi pascagempa magnitudo 7,6 yang mengguncang Kamis (2/4) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan seluruh perangkat deteksi dini tersebut mengirimkan data secara akurat untuk memitigasi risiko bencana di wilayah terdampak.

Baca juga:

BMKG Kerahkan Tim Pemetaan Makroseismik Cek Dampak Kerusakan Gempa Magnitudo 7,6

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa teknologi peringatan dini yang dikembangkan selama empat tahun terakhir menunjukkan performa luar biasa. Sistem ini berhasil memproses data dalam waktu singkat guna menjamin keselamatan publik di pesisir pantai.

"Sistem peringatan dini multi-bencana atau Multi-Hazard Early Warning System yang telah dikembangkan selama empat tahun terakhir terbukti bekerja secara efektif dalam situasi ini," ujar Teuku Faisal Fathani, Kamis (2/4).

Kecepatan Deteksi dan Peringatan Dini BMKG

Sistem peringatan dini tsunami tersebut beroperasi sesuai prosedur operasional standar sejak detik pertama gempa terjadi. BMKG menyebarkan informasi awal gempa dan potensi tsunami hanya dalam waktu kurang dari tiga menit setelah guncangan tektonik.

Peringatan dini kedua menyusul delapan menit kemudian untuk memperbarui status ancaman. Enam alat pengukur pasang surut (tide gauge) milik BMKG dan tiga unit milik Badan Informasi Geospasial (BIG) merekam pergerakan air laut dengan presisi tinggi. Berdasarkan data sensor, gelombang tsunami tercatat berada pada ketinggian 0,25 hingga 0,75 meter.

Baca juga:

BMKG: Potensi Tsunami Akibat Gempa Magnitudo 7,6 Berakhir

Waspada Puluhan Gempa Susulan di Sesar Naik

Gempa dangkal pada kedalaman 33 kilometer ini memicu aktivitas seismik yang cukup intens. BMKG mencatat 93 kejadian gempa susulan hingga pukul 12.00 WIB dengan kekuatan magnitudo berkisar antara 5,5 hingga 6. Aktivitas ini diperkirakan terus berlangsung hingga dua pekan ke depan.

“Pemantauan akan terus dilakukan karena aktivitas gempa susulan masih cukup tinggi. Diharapkan dengan koordinasi yang baik, dampak korban jiwa dan kerusakan dapat ditekan seminimal mungkin,” tambah Teuku Faisal.

#Gempa #Gempa Bumi #Sensor #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Indonesia
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Paling Berisiko Kekeringan saat Puncak Kemarau 2026
BMKG telah mengungkap daftar wilayah Indonesia yang paling berisiko kekeringan saat puncak kemarau 2026.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Paling Berisiko Kekeringan saat Puncak Kemarau 2026
Indonesia
Prakiraan Cuaca 31 Juli-3 Agustus: Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Meskipun sebagian besar wilayah Indoensia sudah memasuki kemarau, beberapa daerah tetap perlu mengencangkan sabuk pengaman menghadapi cuaca ekstrem
Angga Yudha Pratama - Jumat, 31 Juli 2026
Prakiraan Cuaca 31 Juli-3 Agustus: Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Indonesia
El Nino Bakal Bertahan Hingga Awal Kuartal Pertama Tahun 2027
Fenomena tersebut berpotensi dibarengi dengan munculnya kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
El Nino Bakal Bertahan Hingga Awal Kuartal Pertama Tahun 2027
Indonesia
BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla
Sepanjang pelaksanaan modifikasi tahun ini, BMKG mencatat telah merealisasikan sebanyak 17 proyek operasi untuk karhutla yang mencakup 169 hari operasi dan 290 sorti penerbangan di kawasan rawan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla
Dunia
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, melonjak menjadi 28 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah, 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Dunia
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Kedubes China di Jepang aktifkan alarm darurat pasca gempa 7,1 di Kumamoto. 17 orang tewas, puluhan ribu mengungsi, Jepang bentuk satgas darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Dunia
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, menewaskan 17 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah. 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terbatas.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Indonesia
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Saat ini wilayah Jakarta sudah tidak hujan selama hampir tiga pekan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Indonesia
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Jumlah personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) yang dikerahkan untuk penanganan gempa di Prefektur Kumamoto ditingkatkan menjadi 4.600 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Bagikan