Kembangkan Digital Tourism dan Normadic Tourism, Untuk Meningkatkan Kunjuangan Wisata

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 23 Maret 2018
Kembangkan Digital Tourism dan Normadic Tourism, Untuk Meningkatkan Kunjuangan Wisata

Caption: Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat mengelar konferensi pers, usai menutup Rakornas SMK dan Pariwisata di Nusa Dua, Badung Bali Jumat (23/3). (MP/MKF)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Rakornas SMK dan Pariwisata triwulan pertama tahun 2018, akhirnya resmi ditutup oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Bertempat, di Nusa Dua Bali. Jumat (23/3) sore.

Dalam penutupan kedua Rakornas tersebut, Menpar meminta kepada seluruh elemen terkait bahwa saat ini tidak ada cara lain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia selain dengan cara memperkuat Digital Tourism dan Nomadic Tourism. (Baca juga: Cara Praktis Menjelajahi Wisata Alam di Lombok)

"Kita sudah menyelesaikan dua Rakernas sekaligus, sudah berakhir Rakornas SMK Pariwisata dan Rakornas Triwulan pertama tahun 2018. Intinya, SMK harus menggunakan standar dunia, regional dan nasional. Sementara untuk pariwisata ada dua topik yakni Digital Destination, dan Nomadic Destination, yang harus terus menerus dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia," ucapnya.

Menurut Menpar, untuk digital destinasi akan dikembang 100 destinasi. Sementara untuk Nomadic Tourism awalnya akan difokuskan di 10 destinasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Pengembangan kedua konsep ini dilakukan dalam rangka memenuhi targetkan 17 juta wisatawan tahun ini. Alasan nomedic, kenapa turis backpaker yang dibidik. Dua topik ini punya nilai yang tinggi bila dikemas dengan baik dan tertata," imbuhnya.

Untuk digital destination misalnya, akan dikembangkan di 100 destinasi. Biaya pengembangan untuk satu destinasi misalnya hanya Rp200 juta. Jadi total biayanya Rp20 miliar. Dari angka ini sudah dilakukan perhitungan dimana akan ada direct impact sama dengan Rp200 miliar.

Dampaknya langsung itu terjadi dalam tiket, parkir, dan sebagainya. Sementara yang non direct impact bisa mencapai 5 kali lipat dari Rp200 miliar sehingga totalnya Rp1 triliun. Demikian juga Nomadic Tourisme. Tagline terkenal dari Nomadic Tourism adalah "Solusi sementara sama dengan solusi untuk selamanya".

Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat mengelar konferensi pers, usai menutup Rakornas SMK dan Pariwisata di Nusa Dua, Badung Bali Jumat (23/3). (MP/MKF)
Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat mengelar konferensi pers, usai menutup Rakornas SMK dan Pariwisata di Nusa Dua, Badung Bali Jumat (23/3). (MP/MKF)

Kelihatannya Nomadic Tourism itu sama dengan turis backpaker, turis kelas rendah. Padahal wisman model ini tidak pernah diikat, mereka bebas berkeliaran.

"Wisman traveler, tidak kita ikat. Semakin tidak terikat maka orang akan semakin terikat kepada kita," ujarnya.

Menpar juga menyampaikan, merasa terlalu lama dengan pengembangan 10 destinasi baru, atau 10 Bali baru seperti yang diprogramkan selama ini.

"Saya sudah jadi menteri 4 tahun. Dan sampai saat ini kita masih belum maju apa-apa. Bahkan untuk peletakan batu dasar pembangunan saja belum dimulai. Ini terlalu lama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia," ujarnya.

Arief mengaku, dirinya takut bila berkunjung ke wilayah Indonesia bagian timur. "Saya takut kalau berkunjung ke Indonesia bagian timur. Karena kalau rakyat minta pengembangan wisata, kita mau jawab apa. Semuanya tidak ada, bandara tidak ada, akses tidak ada," ujarnya.

Untuk itulah Nomadic Tourism dikembangkan. Pembangunan infrastrukturnya murah. Dengan membangun Sea Plane, mendarat di laut. Bandara itu triliun. Kalu sea plane hanya butuh jeti dengan biaya Rp 100 juta. Kalau menunggu bangun bandara, biayanya triliuan, lama bangunnya akhirnya Indonesia terus tertinggal. Kalau bangun hotel itu terlalu lama. Hanya bangun glame came, kemah-kemah seperti hotel bintang 4 dan 5.

"Aksesnya fleksibel, amenites juga aman, dan nyaman. Kalau tidak laku, bisa dipindahkan ke destinasi yang lain. Kalau mau satu kata adalah fleksibel," ujarnya. (*)

Artikel berdasarkan laporan Davi Erlangga kontributor Merahputih.com untuk Bali dan sekitarnya

#Travel #Wisata Bali
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Travel
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Bali All-Access Pass membuka akses ke lebih dari 50 destinasi unggulan dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Berita Foto
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, D Gaery Undarsa, dalam konferensi pers Tiket Green di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 April 2026
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Travel
Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Inisiatif ini bertujuan membuat pembayaran di luar negeri lebih mudah diakses dan lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
 Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Travel
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan
KoenoKoeni Hotel Semarang hadirkan perpaduan inspirasi warisan budaya dengan sentuhan elegansi modern.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan
Indonesia
Bus Jemaah Umrah Indonesia Kebakaran, Kemenhaj Desak Agen Travel Berikan Kompensasi
Kebakaran bermula dari pecah ban, diikuti dengan kepulan asap yang tiba-tiba muncul dari bagian depan bus. Supir pun langsung menepikan kendaraan dan meminta seluruh jemaah umrah keluar bus
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Maret 2026
Bus Jemaah Umrah Indonesia Kebakaran, Kemenhaj Desak Agen Travel Berikan Kompensasi
Travel
Dari Sunset Syahdu sampai Seru-Seruan Arcade, ini nih 5 Spot Wajib Dikunjungi di Disney Adventure
Kapal terbesar dari armada Disney Cruise Line ini dilengkapi berbagai hiburan yang membuat para penumpang merasa tak sedang berada di tengah lautan.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Dari Sunset Syahdu sampai Seru-Seruan Arcade, ini nih 5 Spot Wajib Dikunjungi di Disney Adventure
Travel
Menikmati Pesona Ramadan di Dubai, dari Tradisi Berbuka hingga Semarak Kebersamaan Kota
Melalui inisiatif Season of Wulfa yang dimaknai sebagai musim kebersamaan, Dubai menyuguhkan beragam agenda kuliner serta aktivitas komunitas.
Dwi Astarini - Minggu, 01 Maret 2026
Menikmati Pesona Ramadan di Dubai, dari Tradisi Berbuka hingga Semarak Kebersamaan Kota
Indonesia
Akhirnya Pengelola GWK Hancurkan Tembok Pembatasan Yang Halangi Akses Warga
Setelah terjadi pertemuan antara Pemprov Bali dengan PT GAIN, berhasil disepakati bahwa tembok penghalang itu dibongkar mulai Rabu (1/10).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Oktober 2025
Akhirnya Pengelola GWK Hancurkan Tembok Pembatasan Yang Halangi Akses Warga
Travel
Airbnb & SEVENTEEN Hadirkan Pengalaman Eksklusif di Seoul, LA, dan Tokyo, Bikin Pengalaman tak hanya Konser Biasa
Airbnb Experiences ini mulai diluncurkan Kamis (21/8) di Seoul dan akan segera hadir di Los Angeles dan Tokyo, bertepatan dengan tur mendatang SEVENTEEN, ‘SEVENTEEN WORLD TOUR [NEW_]’.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Agustus 2025
Airbnb & SEVENTEEN Hadirkan Pengalaman Eksklusif di Seoul, LA, dan Tokyo, Bikin Pengalaman tak hanya Konser Biasa
Travel
Selamatkan Putrinya yang Jatuh ke Laut, Seorang Ayah Melompat dari Kapal Pesiar Disney Dream
Gadis itu terjatuh saat sang ayah sedang memotretnya di dekat pagar pembatas.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
 Selamatkan Putrinya yang Jatuh ke Laut, Seorang Ayah Melompat dari Kapal Pesiar Disney Dream
Bagikan