Kemarau, Peternak di Lereng Merapi Kini Butuh 6 Jam Kumpulkan 2 Karung Rumput

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 14 September 2017
Kemarau, Peternak di Lereng Merapi Kini Butuh 6 Jam Kumpulkan 2 Karung Rumput

sapi peternak di Lereng Merapi, DI Yogyakarta. (MerahPutih/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menjelang puncak musim kemarau, para peternak di lereng Merapi kesulitan mendapatkan rumput untuk pakan ternak. Mereka mengeluh rumput kering berkurang drastis sejak musim kemarau tiba.

Salah satunya dialami seorang peternak sapi, Haryanto, warga dusun Kuwang, Bakalan, Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Haryanto mengaku terpaksa harus berjalan lebih jauh untuk bisa mendapatkan rumput pakan sapi peliharaannya.

"Saya pelihara tiga ekor sapi. Sehari mereka butuh makan 2 karung (rumput kering). Saya harus jalan enam jam untuk bisa dapat dua karung rumput kering," ujar Haryanto saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/9).

Dahulu, kata Haryanto, dirinya hanya perlu berjalan sedikit saja untuk mendapatkan dua karung rumput kering untuk pakan ternaknya. Namun saat masuk musim kemarau, ia mengaku harus berjalan jauh hingga 3 jam lamanya hanya untuk bisa mendapatkan satu karung pakan ternak.

"Kalau dua karung, saya harus jalan ke desa sebelah, sekitar enam jam baru bisa dapat. Itu pun kualitas rumputnya gak semua bagus. Ada yang kering," jelas Haryanto.

Untuk mengatasi masalahnya, ia mencampurkan rumput dengan dedak dan komboran sebagai pakan. Untuk selingan kadang ia memberi ketiga sapinya damen (batang padi kering) dan rumput segar.

Kesulitan juga dirasakan Joko, peternak sapi lainnya. Rumput hijau di sekitar desanya berkurang drastis akibat cuaca panas. Untuk bisa mencukupi kebutuhan makan bagi dua ekor sapi peliharaannya, Joko harus mengambil rumput di daerah yang jauh dengan mengendarai motornya.

Untung memenuhi kebutuhan rumput untuk pakan ternaknya, Joko kini haru mencari rumput sebanyak dua kali sehari yakni pada pagi dan sore.

"Dulu saya sekali cari di pagi sudah bisa untuk sore juga. Sekarang ndak bisa," pungkasnya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainya dalam artikel: Organda Minta Pemerintah Tegas Akhiri Polemik Taksi Online

#Kekeringan #Musim Kemarau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Indonesia
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Langkah penanganan darurat ini diambil sebagai bentuk respons cepat dalam menghadapi gelombang musim kemarau yang melanda dalam beberapa tahun terakhir.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Indonesia
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Indonesia
2 Daerah di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan, Tiap Hari Dikirim 5.000 Liter Air
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih bisa melakukan pengajuan melalui kanal LAKSA di aplikasi Tangerang LIVE, telepon 112 maupun hotline BPBD Kota Tangerang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
2 Daerah di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan, Tiap Hari Dikirim 5.000 Liter Air
Indonesia
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
BMKG mencatat lebih dari 61 persen wilayah Indonesia masih kemarau. Bantul mengalami 131 hari tanpa hujan, musim hujan diprediksi mulai November-Desember 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
Indonesia
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November-Desember 2026. Awalnya tak serentak dan sejumlah daerah diprediksi terlambat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
Indonesia
25 Provinsi Alami Hari Tanpa Hujan, 61,91 Persen Daratan Indonesia Dalam Cengkeraman Kemarau
Saat ini sebanyak 556 ZOM atau 61,91 persen dari total luas daratan Indonesia masih berada dalam cengkeraman musim kemarau panjang.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
25 Provinsi Alami Hari Tanpa Hujan, 61,91 Persen Daratan Indonesia Dalam Cengkeraman Kemarau
Indonesia
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Langkah antisipasi mulai disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, termasuk memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Indonesia
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
El Nino ekstrem hingga Desember 2026 mengancam kepunahan satwa endemik NTB akibat kekeringan parah
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
Indonesia
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Bagikan