'Keluar' Setelah Penetrasi 2 Menit Bukan Ejakulasi Dini

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 24 Juli 2024
'Keluar' Setelah Penetrasi 2 Menit Bukan Ejakulasi Dini

Keluar cepat bukan berarti ejakulasi dini. (Foto: Unsplash/Anita Jankovic)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tidak perlu terlalu memikirkan ketahanan durasi dalam bercinta. Durasi seks beragam, dan belum tentu kamu mengalami ejakulasi dini apabila merasa 'keluar' lebih cepat dibandingkan pria lain di luar sana.

Nicole Prause, Ph.D, ilmuwan di Liberos mengatakan tidak mudah untuk mendiagnosis seorang pria mengalami ejakulasi dini. Meski ada beberapa pria merasa keluar cepat, boleh jadi durasi yang mereka anggap kurang lama ialah normal, bukan termasuk ejakulasi dini.

"Kami sebenarnya mendiagnosis ejakulasi 'cepat' sekarang, bukan ejakulasi dini," kata Prause, seperti dikutip dari askmen, Selasa (23/7).

Bahkan, Prause mengatakan bahwa tidak perlu khawatir apabila kamu mengalami ejakulasi saat baru melakukan penetrasi selama dua menit, durasi tersebut masih masuk dalam batas wajar. Ia menegaskan pria baru boleh merasa kurang perkasa apabila mengalami ejakulasi setelah satu menit penetrasi.

Baca juga:

Jangan Nyerah Dulu, Makanan-makanan ini Terbukti Cegah Ejakulasi Dini

"Banyak pria yang menganggap diri mereka mencapai klimaks terlalu cepat sebenarnya tidak lebih cepat mencapai klimaks daripada pria lain saat diuji," ujar Prause.

Faktanya, sebanyak satu dari tiga pria mengalami ejakulasi dini di beberapa titik dalam hidup mereka. Hal ini sangat normal, bahkan Mayo Clinic menganggap ejakulasi dini sebagai keluhan seksual yang umum.

Selain itu, selama ejakulasi dini terjadi sesekali, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jadi, tetaplah fokus memberikan penetrasi terbaik untuk pasangan ketimbang was-was karena durasi. (ikh)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan