Kuliner

Kedutaan Malaysia Mencoba Menggunakan Durian untuk Diplomasi di Korea Selatan, Langkah Kontroversial Penuh Potensi

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 14 Februari 2025
 Kedutaan Malaysia Mencoba Menggunakan Durian untuk Diplomasi di Korea Selatan, Langkah Kontroversial Penuh Potensi

Malaysia jadikan durian sebagai medium diplomasi. (Foto: Pexels/Tom Fisk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SELAMA berabad-abad, durian telah dihormati sekaligus dibenci. Tidak mengherankan jika durian jadi buah yang paling kontroversial di dunia. Di Asia Tenggara, durian dikenal sebagai ‘raja buah’. Sayangnya, sang ‘raja buah’ ini dilarang di beberapa negara, semisal dalam transportasi umum, karena bau menyengatnya. Aroma itulah yang membuat durian terus memecah pendapat dan selera di seluruh dunia.

Bagi para penggemar durian, tekstur buahnya yang kaya dan mirip krim serta rasa yang kompleks merupakan hidangan yang tak tertandingi. Di lain sisi, bagi para penentangnya, buah ini mengeluarkan bau yang menyengat, mirip dengan bawang busuk atau kaus kaki kotor.

Di Singapura, Bangkok, dan Hong Kong, durian dilarang keras di hotel, kereta bawah tanah, dan taksi. Bahkan, koki terkenal Anthony Bourdain, yang dikenal sebagai pendukung rasa berani, pernah menggambarkan bau napasnya setelah makan durian seperti ‘seolah-olah baru saja berciuman dengan nenek-nenek yang sudah meninggal’.

Meskipun sifatnya yang membelah opini, durian memegang tempat khusus dalam budaya Asia Tenggara. Di Malaysia, Indonesia, dan Thailand, musim durian sangat dinantikan. Keluarga berkumpul di warung pinggir jalan untuk mencicipi hasil panen terbaru. Durian juga sering dijadikan bahan dalam hidangan penutup, jus, bahkan masakan gurih. Hal ini memperlihatkan fleksibilitas kuliner durian.

Baca juga:

3 Manfaat Tak Terduga dari Durian, Mampu Atasi Depresi dan Baik untuk Kesehatan Tulang


Usaha Membuat Durian sebagai Alat Diplomasi



Sifat kontroversial durian tersebut, bagi Kedutaan Malaysia di Korea Selatan, justru membuka sebuah peluang. Kedutaan Malaysia berencana memanfaatkan sifat kontroversial durian untuk meningkatkan ekspor dan mempromosikan diplomasi budaya dengan menggelar acara Diplomasi Durian pertama di Seoul, Korea Selatan, Rabu (12/2)
.
Duta Besar Malaysia untuk Korsel Mohd Zamruni Khalid, dikutip The Korea Times, menekankan hubungan budaya dan ekonomi yang mendalam antarkedua negara dalam pidatonya yang disampaikan di Kedutaan Besar Malaysia di Seoul. “Ini merupakan inisiatif yang unik dan menarik dalam merayakan hubungan budaya, ekonomi, dan diplomatik yang kaya antara Malaysia dan Republik Korea,” katanya.

Sebagai bagian dari program ini, para peserta diperkenalkan dengan durian, buah yang sangat melekat dalam identitas budaya dan pertanian Malaysia. Khalid menyebut durian sebagai ‘raja buah’ dan menekankan pentingnya durian yang lebih daripada sekadar hidangan lezat. “Durian memiliki tempat khusus di hati banyak orang Malaysia. Itu merupakan buah yang membangkitkan nostalgia, kebanggaan, dan rasa kebersamaan,” katanya.

Lebih jauh, Khalid menyebut durian merupakan simbol warisan Malaysia, bukti keunggulan pertanian, dan jembatan yang menghubungkan orang-orang dari berbagai budaya. Khalid juga menyoroti aspek kebersamaan dalam konsumsi durian di Malaysia, saat orang dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di warung-warung pinggir jalan untuk menikmati buah tersebut bersama teman dan keluarga. Ia menyatakan tradisi budaya ini selaras dengan misi yang lebih luas dari program ini, yakni membangun pemahaman bersama dan memperkuat hubungan bilateral antara Korea dan Malaysia.

“Dengan memperkenalkan durian kepada Republik Korea, kami tidak hanya mempromosikan pertanian Malaysia, tetapi juga menciptakan peluang untuk kolaborasi di bidang-bidang seperti teknologi pangan, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya. Selain itu, menurutnya, inisiatif ini merupakan tentang membangun pemahaman bersama, menciptakan peluang baru untuk perdagangan, dan memperdalam pertukaran budaya antara Malaysia dan Republik Korea.

“Mungkin ada lebih banyak orang yang menyukai durian daripada yang kita kira. Lagipula durian menawarkan 30 variasi berbeda, memberikan konsumen pilihan yang sesuai dengan selera mereka,” kata Khalid.

Di antara variasi tersebut, durian Musang King, varietas premium Malaysia, disorot karena teksturnya yang kaya dan lembut. Khalid menekankan permintaan yang semakin meningkat dan fleksibilitas durian ini, yang tidak hanya dapat dinikmati segar, tetapi juga dibekukan atau diolah menjadi berbagai produk. “Di China, misalnya, ada pizza rasa durian dengan keju manis di Pizza Hut di seluruh negara. Produk ini perlahan-lahan berkembang dengan menyertakan burger durian dan bahkan ayam rasa durian,” ujarnya.

Untuk merealisasikan diplomasi durian, Malaysia telah mengembangkan serangkaian paket wisata yang berfokus pada durian untuk para wisatawan yang ingin mengeksplorasi warisan pertanian dan kuliner negara tersebut. Paket wisata ini menawarkan kesempatan kepada pengunjung untuk merasakan langsung bertani durian, mencicipi berbagai varietas durian, dan mempelajari makna budaya buah ini. Paket-paket ini sering mencakup kunjungan ke kebun durian, mencicipi durian, dan kegiatan tambahan seperti kelas memasak atau wisata budaya.

Wisata durian sangat populer selama musim durian, yang biasanya berlangsung dari Mei hingga Agustus. “Banyak orang menyukai durian, bahkan kami di Tourism Malaysia telah menciptakan paket wisata durian khusus,” kata Kamilia Halim dari Tourism Malaysia di Seoul. Kamilia menyebut ada 62 paket yang dikembangkan oleh 27 agen perjalanan Malaysia. Semuanya menawarkan pengalaman seperti kunjungan ke kebun durian, aktivitas memetik buah, kelas memasak, dan program homestay.(dwi)

Baca juga:

Ramen Durian, Lezat atau Belenger?

#Durian #Korea Selatan #Malaysia
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

ShowBiz
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
Aghniny Haque memperluas karier ke Malaysia lewat film horor 'Khadam'. Ia beradu akting dengan Remy Ishak dan memerankan ibu penyandang disabilitas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Simak jadwal piala dunia 2026 malam ini18-21 Juni 2026. Ada laga Inggris vs Kroasia, Brasil vs Haiti, Jerman vs Pantai Gading hingga Spanyol vs Arab Saudi
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Olahraga
Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Percaya Diri Lumat Habis Taeguk Warriors
Pelatih Hong Myung-Bo menginstruksikan anak asuhnya tampil menekan sejak menit awal guna meredam agresivitas penyerang sayap Meksiko, Julian Quinones
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Percaya Diri Lumat Habis Taeguk Warriors
Dunia
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Terbukti Kirim Drone ke Korut
Ia memerintahkan infiltrasi drone ke Korut demi meningkatkan ketegangan lintas perbatasan dan menciptakan alasan pemberlakuan darurat militer di Desember 2024.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Terbukti Kirim Drone ke Korut
Olahraga
Klasemen Terbaru dan Jadwal Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Korsel Berjaya
Meksiko mengemas tiga poin penuh berkat keunggulan selisih gol
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
Klasemen Terbaru dan Jadwal Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Korsel Berjaya
Olahraga
Kick-of 09.00 WIB, Ini Line Up Final Korsel Vs Ceko di Laga Pembuka Grup A Piala Dunia
Susunan pemain resmi Korea Selatan vs Ceko di laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026. Son Heungmin pimpin Korsel, Patrik Schick jadi andalan Ceko.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Kick-of 09.00 WIB, Ini Line Up Final Korsel Vs Ceko di Laga Pembuka Grup A Piala Dunia
Fun
Jangan Sampai Lewat, 3 Drama Korea Romantis Pilihan Juni Ini!
Bulan Juni 2026 hadir dengan deretan K-drama romantis terbaru: Doctor on the Edge, My Royal Nemesis, dan Messily Ever After.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Jangan Sampai Lewat, 3 Drama Korea Romantis Pilihan Juni Ini!
Olahraga
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup A: Meksiko Favorit Lolos, Republik Ceko Bisa Jadi Kuda Hitam
Meksiko menjadi favorit utama di Grup A Piala Dunia 2026. Simak analisis lengkap peluang Meksiko, Republik Ceko, Korea Selatan, dan Afrika Selatan lolos ke babak gugur
ImanK - Minggu, 31 Mei 2026
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup A: Meksiko Favorit Lolos, Republik Ceko Bisa Jadi Kuda Hitam
Indonesia
Drama Evakuasi Turis Malaysia Cedera di Rinjani, Heli Bolak-balik ke Bali hingga Pit Stop Kurangi Beban
Pendaki Malaysia, Chye Connsynn (41), berhasil dievakuasi dari Gunung Rinjani menggunakan helikopter meski sempat terkendala kabut. Korban dibawa ke RS rujukan di Denpasar.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Drama Evakuasi Turis Malaysia Cedera di Rinjani, Heli Bolak-balik ke Bali hingga Pit Stop Kurangi Beban
Indonesia
WNI Disekap dan Dianiaya di Tambang Timah Ilegal Malaysia, DPR Sebut Ada Indikasi TPPO
Anggota Komisi XIII DPR RI mengecam penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap WNI di tambang timah ilegal Malaysia. DPR menilai kasus ini terindikasi TPPO.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
WNI Disekap dan Dianiaya di Tambang Timah Ilegal Malaysia, DPR Sebut Ada Indikasi TPPO
Bagikan