Kecam Donald Trump, Doechii Serukan Perlawanan terhadap Kebencian

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 12 Juni 2025
Kecam Donald Trump, Doechii Serukan Perlawanan terhadap Kebencian

Doechii. (foto: dok/doechii)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — RAPPER dan penyanyi Doechii menggunakan panggung BET sebagai kanal menyuarakan pendapatnya. Saat menerima penghargaan Artis Hip-Hop Perempuan Terbaik, Senin (9/6), Doechii menyinggung aksi protes yang sedang berlangsung menentang razia imigrasi di Los Angeles, California, tempat acara tersebut diadakan.

"Sebesar apa pun rasa terima kasih saya atas penghargaan ini, saya ingin menyampaikan sesuatu tentang apa yang sedang terjadi di luar gedung ini," ucapnya. Ia menyebut ia tumbuh besar dengan menonton BET dan ini merupakan penghargaan pertamanya dari jaringan tersebut.

"Saat ini sedang terjadi serangan kejam yang menciptakan ketakutan dan kekacauan di komunitas kita atas nama hukum dan ketertiban. Trump menggunakan kekuatan militer untuk menghentikan protes,” imbuhnya.


Doechii kemudian menggugah penonton untuk memikirkan bentuk pemerintahan yang menggunakan kekauatan militer untuk membungkam hak demokrasi seperti protes. “Pemerintahan seperti apa itu?" tegasnya.

Baca juga:

Lirik Lengkap 'Anxiety' dari Doechii yang Viral di TikTok



Ia kemudian melanjutkan kritiknya, mengakui bahwa sebagai musisi ia punya kewajiban untuk bersuara bagi yang tertindas. “Orang-orang disapu bersih dan dipisahkan dari keluarga mereka. Saya merasa ini merupakan tanggung jawab saya sebagai seniman untuk menggunakan momen ini untuk bersuara bagi semua orang yang tertindas, untuk orang kulit hitam, untuk orang Latino, untuk komunitas trans, untuk rakyat di Gaza,” katanya.

Doechii menutup pidatonya dengan seruan untuk bertindak, yang disambut dengan standing ovation dari sebagian penonton.

"Kita semua berhak hidup dalam harapan, bukan dalam ketakutan. Saya berharap kita semua bisa berdiri bersama, saudara-saudariku, melawan kebencian, dan memprotesnya,” tutupnya.

BET merupakan jaringan terbesar yang didedikasikan untuk merayakan komunitas kulit hitam dan budayanya. Tahun ini, ajang ini digelar di Los Angeles, tepat di saat kota itu dilanda gelombang protes.

Los Angeles telah menjadi pusat gejolak selama beberapa hari terakhir akibat protes terhadap tindakan penegakan imigrasi yang terjadi di kota tersebut. Presiden Donald Trump memerintahkan pengerahan pasukan Garda Nasional ke wilayah itu. Perintah itu bertentangan dengan keinginan Wali Kota Los Angeles Karen Bass dan Gubernur California Gavin Newsom yang menyebut pihak kepolisian cukup mampu mengatasi situasi.(dwi)

#Doechii #Donald Trump #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan menangkap Presiden RI, Prabowo Subianto, jika melakukan kerusakan alam hingga terjadi bencana.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Dunia
Obsesi Donald Trump Caplok Greenland Bakal Jadi Lonceng Kematian NATO
Denmark memperingatkan obsesi Presiden Donald Trump mencaplok Greenland akan menjadi lonceng kematian bagi aliansi militer Atlantik Utara atau NATO.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Obsesi Donald Trump Caplok Greenland Bakal Jadi Lonceng Kematian NATO
Dunia
Trump Kritik Pasukan Khusus Denmark Cupu, Gagal Lindungi Greenland dari Rusia-China
Presiden AS Donald Trump menegaskan Denmark tidak dapat diandalkan untuk melindungi Greenland dari potensi ancaman Rusia maupun China.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Trump Kritik Pasukan Khusus Denmark Cupu, Gagal Lindungi Greenland dari Rusia-China
Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Indonesia
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Iran menekankan bahwa intervensi Amerika Serikat itu secara khusus melanggar prinsip kedaulatan nasional, nonintervensi dalam urusan internal negara, dan larangan ancaman atau penggunaan kekerasan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Indonesia
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Trump meminta Indonesia memberikan akses pada sumber daya alam, mineral serta meminta Indonesia membeli minyak dari Amerika.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Dunia
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Kekacauan di Iran sendiri dipicu oleh ambruknya nilai tukar Rial yang menyebabkan inflasi hebat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Bagikan