Kebahagiaan di Balik Es krim

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 22 Agustus 2024
Kebahagiaan di Balik Es krim

Makan es krim bangkitkan rasa bahagia.(foto:Youtube/AICE Indonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:


MERAHPUTIH.COM - MAKAN es krim memberikan kepuasan tersendiri. Tak ada waktu paling tepat untuk menikmati es krim. Namun, pagi hari jadi waktu yang paling disarankan untuk makan es krim. Hal itu mengingat asupan es krim bisa menjadi sumber energi.

Konsumsi es krim pada pagi hari juga bisa menjadi sumber energi tambahan. Sajian manis nan dingin ini punya kandungan kalori yang cukup bagi tubuh. Es krim yang dibuat dari susu mengandung vitamin dan mineral. Susu dalam es krim dapat meredakan kondisi flu pada tubuh. Oleh karena itu, es krim juga bermanfaat meredakan flu.

Berbeda dengan makan es krim di pagi hari, seperti disebut Amerisleep.com, makan es krim di malam hari tidak baik bagi tubuh. Es krim yang mengandung gula akan memengaruhi kualitas tidur hingga risiko pada kesehatan tubuh. Konsumsi es krim di malam hari dapat menurunkan kualitas tidur. Hal itu terjadi karena kandungan gula yang tinggi dalam es krim.

Kadar gula yang cepat naik kemudian dapat menurun drastis dalam tubuh bisa menimbulkan efek gelisah di malam hari. Selain itu, bagi beberapa orang, makan es krim di malam hari juga membuat terbangun karena perut sakit ingin buang air besar.

Ahli gizi Brittany Ford mengatakan, selain gula, lemak dalam es krim juga tinggi. Kandungan itu dapat memengaruhi metabolisme tubuh saat malam hari. Mengonsumsi es krim, apalagi yang mengandung cokelat, di malam hari bisa memperlambat pencernaan, meningkatkan refluks asam.

Baca juga:

Makan Es Krim Paling Mantap di Pagi Hari


Susu dalam es krim dapat memicu refluks asam, yaitu ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Hal itu dapat menyebabkan sensasi terbakar dan ketidaknyamanan di dada. Sistem fermentasi pada gula dan susu dalam es krim bisa menghasilkan gas dan membuat perut kembung.

Konsumsi es krim pada malam hari juga berkorelasi pada kenaikan berat badan. Alasannya, kandungan gula dan kalori yang tinggi dari asupan es krim dapat menyebabkan kelebihan kalori disimpan sebagai lemak dalam tubuh.

Kendati begitu, jika konsumsinya dilakukan dengan wajar, es krim lebih banyak menghasilkan dampak baik bagi tubuh. Salah satunya rasa bahagia dan senang.

Rasa bahagia seperti menikmati es krim baru saja melanda masyarakat Indonesia. Tiga atlet yang mewakili Indonesia di Olimpiade Paris memboyong tiga mendali.

Medali emas tim Indonesia berhasil diraih atlet angkat besi Rizki Juniansyah yang berlaga di kelas 73 kg putra dan atlet panjat tebing Veddriq Leonardo yang berlaga di nomor men’s speed. Sementara itu, medali perunggu dipersembahkan pebulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung.

Prestasi membanggakan itu mengantarkan Indonesia ke posisi ke-39 klasemen dunia. Itu juga membuat Indonesia menjadi terbaik kedua dari perwakilan Asia Tenggara, di bawah Filipina.

Tentu perjalanan mengapai kesenangan dan kebanggaan ini tak lepas dari peran dukungan banyak orang hingga organisasi. Termasuk dukungan AICE yang menjadi sponsor utama bagi Indonesia turut serta di pekan akbar olahraga dunia yang bergengsi itu.

Keikutsertaan AICE di dunia olahraga bukan kali ini saja. Merek yang bergerak di bidang makanan es krim itu tercatat juga sebagai sponsor utama gelaran Asian Games 2018.(Tka)


Baca juga:

5 Rasa Es Krim Terunik di Dunia, Ada Bawang Putih

#Kuliner #Kesehatan #Es Krim #Es Krim Aice
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan