KBRI Ankara Upayakan Rumah Penampungan Bagi WNI Korban Gempa Turki
Petugas Pertahanan Sipil Suriah mengevakuasi korban di bawah puing-puing bangunan yang runtuh. (Foto file - Anadolu Agency)
MerahPutih.com - Gempa bumi bermagnitudo 7,4 itu terjadi di Provinsi Kahramanmaras, Gaziantep, dan Osmaniye, di bagian selatan Turki, pada Senin pukul 04.17 waktu setempat. Pusat gempa tersebut berada di Provinsi Kahramanmaras, sekitar 600 kilometer (km) sebelah tenggara Ankara.
Gempa itu disusul dua gempa lanjutan yang berkekuatan magnitudo 6,4 dan 6,5 di Provinsi Gaziantep, yang berjarak 700 km sebelah tenggara Turki.
Baca Juga:
Korban Meninggal akibat Gempa Lebih dari 1.200 Orang di Turki dan Suriah
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara menlansir, tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban jiwa dalam gempa bumi bermagnitudo 7,4 ini.
"Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban meninggal dunia," kata KBRI Ankara dalam keterangannya pada Senin.
KBRI Ankara menyebutkan, telah berkoordinasi dengan otoritas lokal di daerah tersebut serta berkomunikasi dengan anggota Satgas Pelindungan WNI dan perhimpunan pelajar Indonesia (PPI) di sekitar lokasi.
Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban meninggal dunia. Namun, tiga orang WNI mengalami luka, 1 orang di Kahramanmaras dan 2 orang Hatay, dan saat ini mereka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.
Lebih lanjut, mereka menyebutkan bahwa sejumlah WNI di Kahramanmaras harus meninggalkan apartemen karena mengalami kerusakan parah.
KBRI Ankara sedang mengupayakan rumah penampungan sementara untuk WNI mengungsi sambil menunggu penanganan dari otoritas setempat.
Data terkini, setidaknya lebih dari 1.200 orang tewas di Turki dan Suriah setelah gempa tersebut. Selain itu, melukai ribuan lainnya di kedua negara.
Dikutip CNN, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi, Senin (6/1) menyatakan, setidaknya 912 orang tewas di negara tersebut.
Di Suriah, setidaknya 386 orang tewas, termasuk 239 orang kebanyakan di wilayah Aleppo, Hama, Latakia dan Tartus, TV pemerintah Suriah melaporkan sebelumnya.
Kelompok "Helm Putih", yang secara resmi dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah juga melaporkan sedikitnya 147 kematian di daerah-daerah yang dikuasai oposisi di barat laut Suriah.
Ratusan orang lagi juga terluka setelah gempa, dengan 648 terluka di Aleppo, Hama, Latakia dan Tartus, TV pemerintah Suriah melaporkan. 340 luka-luka lainnya juga dilaporkan di daerah yang dikuasai oposisi.
Erdogan menambahkan, tim penyelamat di Turki mengevakuasi lebih dari 2.400 orang dari bawah reruntuhan bangunan yang rata dengan tanah.
Di Turki, sekitar 9.000 personel saat ini bekerja dalam upaya pencarian dan penyelamatan. Selain itu, akan lebih banyak orang lagi akan bergabung dalam tim penyelamatan.
Hingga kini, belum diketahui pasti berapa banyak orang lagi yang berada di bawah puing-puing. (*)
Baca Juga:
Gempa Dahsyat Guncang Turki dan Suriah, Ratusan Korban Meninggal Dunia
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
14 Gempa Susulan Hantam Prefektur Aomori Jepang, Peringatan Tsunami Sudah Dicabut
Jangan Panik, Gempa 5,4 yang terjadi di Simeulue Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitude 7,6 Guncang Wilayah Timur Laut Jepang, 7 Orang Terluka dan 90 Ribu Penduduk Dievakuasi
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Nias Selatan, Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng
Gempa Tektonik Magnitudo 6 di Laut Banda, Tidak Ada Ancaman Tsunami
Kamis Pagi, 59 Gempa Hantam Semeru dalam 6 Jam Pasca-Erupsi
Satu Rumah Sakit dan Bandara Terdampak Gempa di Kota Tarakan
Gempa M 6,5 di Leeward Islands, BMKG Ungkap Ada Pergerakan Lempeng Karibia dan Amerika Utara