Katrin Bandel Belajar Salat dari Google

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 21 September 2016
Katrin Bandel  Belajar Salat dari Google

Katrin Bandel (Foto: MP/Fredy WP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Budaya- Katrin Bandel mengaku awal belajar beribadah secara mandiri, tanpa ada yang membantu atau membimbingnya. Di awal menjadi mualaf, Katrin mengawali pemahamannya tentang ritual agama Islam dengan belajar salat dan membaca Al-quran. Hal ini ia lakukan di tahun pertama memeluk agama Islam.

"Belajar salat, belajar baca al-quran secara bahasa arab, awalnya sendiri aja. Bisa belajar dari google. Sesekali dibantu teman," kata Katrin saat ditemui merahputih.com di rumahnya, Getan, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (17/9).

Setahun setelah memeluk agama Islam, Katrin pun mendalami pengetahuan Islamnya di Pondok Pesantren Al-Munawir, Krapyak, Bantul, DI Yogyakarta. Di sinilah ia mulai memahami lebih jauh ihwal agama Islam.

Katrin Bandel merupakan perempuan Jerman yang telah lama tinggal di Indonesia. Ia berasal dari keluarga tanpa agama. Di Indonesia, ia dikenal sebagai kritikus sastra setelah menempuh gelar doktornya di Jerman. Ia telah melahirkan beberapa karya tulis tentang kritik sastra. Salah satu karyanya ialah buku Sastra, Perempuan, dan Seks. (fre)

BACA JUGA:

  1. Katrin Bandel, Kritikus Sastra yang Memilih Mualaf
  2. Festival Budaya Tangerang International Folklore
  3. Kota Tangerang Jadi Tuan Rumah Festival Budaya International Folklore
  4. Pemerintah Kurang Berikan Perhatian Bagi Atlet Tinju Tangerang
  5. Pemburu Takjil Menyemut di Pasar Lama Tangerang
#Sastrawan #Budaya Nusantara
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
2 Sastrawan Dunia Raih BRICS Award 2025, Denny JA Bawa Arah Baru bagi Sastra Modern
Denny JA meraih BRICS Award 2025 bersama sastrawan asal Mesir, Salwa Bakr. Denny membawa arah baru dalam sastra modern.
Soffi Amira - Senin, 01 Desember 2025
2 Sastrawan Dunia Raih BRICS Award 2025, Denny JA Bawa Arah Baru bagi Sastra Modern
Berita
Penghargaan Sastra 2025: Merawat Nurani Bangsa di Tengah Ledakan Teknologi
Empat sastrawan menerima Penghargaan Sastra 2025 dari Denny JA Foundation, termasuk Sutardji Calzoum Bachri sebagai penerima Lifetime Achievement.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 November 2025
Penghargaan Sastra 2025: Merawat Nurani Bangsa di Tengah Ledakan Teknologi
Indonesia
Denny JA Masuk 10 Besar Dunia Calon Penerima BRICS Literature Award 2025
Denny JA masuk 10 besar dunia calon penerima BRICS Literature Award 2025. Ia mewakili Indonesia di ajang penghargaan sastra internasional itu.
Soffi Amira - Senin, 27 Oktober 2025
Denny JA Masuk 10 Besar Dunia Calon Penerima BRICS Literature Award 2025
Indonesia
Karya Sastra Klasik Indonesia Mulai Diterjemahkan ke Bahasa Asing, Fadli: Ini A Little Too Late
Proyek penerjemahan harusnya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tapi juga bisa dilakukan oleh swasta, korporasi, atau oleh perorangan untuk mendorong untuk menumbuhkan ekosistem sastra.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Juni 2025
Karya Sastra Klasik Indonesia Mulai Diterjemahkan ke Bahasa Asing, Fadli: Ini A Little Too Late
Indonesia
Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, dan Denny JA Sama-Sama Berpengaruh di Mata AI
Masing-masing nama tersebut meninggalkan jejak yang berbeda dalam sastra Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Februari 2025
Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, dan Denny JA Sama-Sama Berpengaruh di Mata AI
Fashion
Andien Bangga Jadi Bagian Buku 'Nusantara' Karya Samuel Wattimena
Buku ‘Nusantara’ menampilkan profil 21 perempuan inspiratif dari berbagai latar belakang.
Wisnu Cipto - Minggu, 11 Agustus 2024
Andien Bangga Jadi Bagian Buku 'Nusantara' Karya Samuel Wattimena
Bagikan