Kata Jokowi Tentang Mereka yang Kalah Dalam Pemilu 2019

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Minggu, 19 Mei 2019
Kata Jokowi Tentang Mereka yang Kalah Dalam Pemilu 2019

Presiden Joko Widodo. (Antaranews/Desca Lidya Natalia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo mengakui bahwa pihak yang kalah dalam pemilu serentak 2019 pasti tidak puas, namun ada cara-cara yang sesuai konstitusi untuk menyampaikan ketidakpuasan tersebut.

"Kalau tidak puas, yang namanya kalah ya mesti tidak puas. Tidak ada yang kalah itu puas, tidak ada. Kalah itu pasti gak puas, kalau ada kecurangan, laporkan ke Bawaslu. Kalau yang lebih besar, sengketa, sampaikan ke MK (Mahkamah Konstitusi), ini kan mekanisme menurut konstitusi," katanya seperti dilansir Antara, Minggu (19/5).

Hal tersebut ia sampaikan terkait dengan merebaknya isu gerakan massa yang disebut "people power" jelang pengumuman hasil Pemilihan Presiden (pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019.

ANTARA FOTO
ANTARA FOTO

Gerakan itu menyebut akan mendatangkan massa dari berbagai daerah untuk mengepung kantor KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Mekanisme itu sudah disepakati bersama-sama di DPR, semua fraksi ada semua, semua partai ada, jangan aneh-aneh lah," tambah Presiden.

Dari situs pemilu2019.kpu.go.id, Minggu (19/5), yang sudah masuk berasal dari 727.652 TPS (89,46 persen dari total 813.350 TPS pada Pemilu 2019 menunjukkan pasangan nomor urut 01 yaitu Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendapatkan 76.429.387 suara (55,76 persen) sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subinato dan Sandiaga Uno memperoleh 60.641.127 suara (44,24 persen)

Artinya, Jokowi-Ma'ruf unggul 15.788.260 suara dari Prabowo-Sandi.

Presiden mengaku tidak memantau real count KPU.

"Ndak (memantau), tahu-tahu nanti ditetapkan, kan sudah jelas," ungkap Presiden sambil tertawa.

Presiden juga menilai bahwa hanya KPU lah yang berhak menentukan hasil pemilu 2019 nanti.

"Kita ini sudah menyelenggarakan pemilu bukan sekali dua kali kan? Dan prosesnya itu sudah jelas, 17 April yang lalu rakyat sudah berkehendak, sudah memutuskan, ya kan setelah itu ada proses, proses perhitungan, prosesnya itu semua diikuti karena semua proses demokrasi seperti itu kalau sudah dihitung oleh KPU, yang menang sudah ditetapkan ya itulah keputusan dari penyelenggara pemilu yaitu KPU," tegas Presiden.

Ia pun meminta agar semua pihak mengikuti mekanisme konstitusional tersebut.

"Harusnya mekanisme konstitusional itu yang diikuti, ini kita membuat sebuah fondasi dalam kita berdemokrasi harus diikuti," tegas Presiden.

Terkait sejumlah teroris yang diamankan oleh Densus 88 dan diketahui mereka ingin melakukan serangan ke KPU pada 22 Mei 2019, Presiden menilai hal itu merupakan tugas pihak kepolisian.

"Ya namanya teroris ya ditangkap, masa dibiarkan, kan dalam keamanan negara kan? Tapi itu urusan polisi dan TNI lah," tambah Presiden.

Sebelumnya, Densus 88 Anti-Teror Polri menangkap jaringan teroris dari Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot di Cibinong, Bogor, berencana melakukan aksi teror di KPU pada 22 Mei 2019. Mereka rencananya meledakkan enam bom di gedung KPU dan tergolong memiliki daya ledak tinggi.

Sasaran pertama adalah toghut, artinya mereka akan menyasar aparat kepolisian yang sedang melaksanakan tugas. Sasaran kedua, seperti juga JAD Lampung, JAD Bekasi, maupun JAD Jawa Tengah, mereka ingin menyusupi kerumunan massa 22 Mei 2019 yang akan datang di depan KPU.

Total pihak kepolisian sudah mengamankan 68 orang terduga teroris sepanjang 2019, termasuk 29 tersangka yang ditangkap selama bulan Mei 2019 ada 18 tertangkap di Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, dan Bitung. Sementara itu, 11 tersangka lain ditangkap di Jakarta, Grobogan, Sukoharjo, Sragen, Kudus, Jepara, Semarang, dan Madiun. Dari 11 tersangka tersebut, sebanyak 9 terduga teroris merupakan anggota aktif JAD.

Polisi tetap memperhitungkan kemungkinan yang terjadi pada 22 Mei 2019 ditambah melakukan antisipasi keamanan termasuk dengan melakukan preventive strike (penangkapan).

Buka bersama Partai Golkar tersebut antara lain dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Koordinator bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno serta fungsionaris Golkar lainnya. (*)

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Silaturahmi Lebaran Dengan Masyarakat

#Joko Widodo #Pilpres 2019 #Pemilu 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
Dr Tifa Tolak Damai di Sidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Pantang Mundur
Dr Tifa menolak damai di sidang kasus ijazah palsu Jokowi. Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak akan mundur.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Dr Tifa Tolak Damai di Sidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Pantang Mundur
Indonesia
Sidang dr Tifa Berlanjut Pekan Depan, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli
Jokowi siap hadir di sidang dr Tifa pekan depan. Ia akan membawa ijazah aslinya ke persidangan.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Sidang dr Tifa Berlanjut Pekan Depan, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli
Berita
Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Jaksa Sebut dr Tifa tak Mampu Buktikan Tuduhannya
Jaksa menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli. Dr Tifa disebut tak mampu membuktikan tuduhannya.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Jaksa Sebut dr Tifa tak Mampu Buktikan Tuduhannya
Indonesia
Link Live Streaming Sidang Perdana dr Tifa Dugaan Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Kendati demikian, PN Jaktim menerapkan sterilisasi total saat memasuki fase pembuktian demi menjaga integritas kesaksian para saksi ahli maupun saksi fakta
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Link Live Streaming Sidang Perdana dr Tifa Dugaan Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Jokowi meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran sampai dua periode. Gerindra pun langsung buka suara.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Indonesia
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Sejumlah ucapan hadir untuk Jokowi, termasuk dari Presiden Prabowo.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Indonesia
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Hasil studi mengonfirmasi bahwa arus perpindahan sentimen positif dari figur personal menuju institusi partai, khususnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Bagikan