Kasus Penyerangan Mobil Berisi Ibu dan Bayi di Menteng Berakhir Damai

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 10 September 2020
Kasus Penyerangan Mobil Berisi Ibu dan Bayi di Menteng Berakhir Damai

Perwakilan dari Maluku Satu Rasa Salam Sarane Bersatu, Dedi Pelu dan korban penyerangan mobil di Menteng damai di Polsek Menteng. Foto: Humas Polsek Menteng

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus penyerangan mobil yang berisi ibu dan bayi di kawasan Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, berakhir damai.

Seperti diketahui, sebuah video beredar di media sosial adanya perusakan sebuah mobil gegara senggolan. Para pelaku terlihat mengambil batu dan dilemparkan ke mobil Fortuner tersebut.

Berbekal dari rekaman video itu, menelusuri pemilik kendaraan Avanza Veloz warna putih yang dikendarai para pelaku, kurang dari 20 jam, pelaku berinisial PFS (47), LFA (43) dan HA (29) dan satu unit mobil Avanza Veloz B 2**3 UFO akhirnya berhasil ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Menteng.

Baca Juga

Gegara Senggolan, Sekelompok Pemuda Rusak Mobil Berisi Ibu dan Bayi di Menteng

Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap tiga pelaku, penyidik kemudian mempertemukan para tersangka dan korban berinisial LA dan SK.

Dari pertemuan tersebut, terungkap kejadian pengerusakan mobil Fortuner berawal dari adanya pengerusakan kaca spion mobil Avanza oleh SK, selaku pengemudi mobil Fortuner ketika mobil keduanya hampir bersenggolan di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Tidak terima kaca spion mobilnya dirusak, pengemudi Avanza mengejar mobil Fortuner hingga akhirnya terjadi aksi pengerusakan mobil Fortuner menggunakan batu di Jl. Proklamasi.

Perusakan Mobil di kawasan Proklamasi. Foto: Instagram westjurnalpalma
Perusakan Mobil di kawasan Proklamasi. Foto: Instagram westjurnalpalma

Menyadari kesalahan karena kedua pihak terbawa emosi, akhirnya ditempuh kesepakatan bahwa keduanya saling memaafkan dan berdamai.

"Iya betul," kata Kapolsek Metro Menteng, AKBP Guntur Muhammad Thariq kepada MerahPutih.com, Kamis (10/9)

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, Kompol Gozali Luhulima menjelaskan, peristiwa tersebut hanya salah paham saja.

"Masing-masing pihak sudah berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan. Yang di media sosial ada persepsi macem-macem itu tak benar," jelas Gozali.

Sedangkan, perwakilan dari Maluku Satu Rasa Salam Sarane Bersatu, Dedi Pelu menjelaskan, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat dan korban.

"Saya minta maaf kepada semua elemen masyarakat terutama korban," jelas dia.

Baca Juga

Polres Jakpus Kejar Penyerang Mobil Berisi Ibu dan Bayi di Menteng

Korban, Lidya Adelin menyebut persoalan ini sudah selesai secara kekeluargaan. "Sudah selesai baik-baik. Iya kita jadi keluarga aja gitulah. Tidak ada tuntutan apapun. Di jalan juga bukan karena mereka narik mobil gitu," ungkap Lidya.

Lidya menyebut, apa yang ada di media sosial tak seseram yang terjadi. "Bukan juga soal debt collector. Kesalahpahaman aja," tutup Lidya. (Knu)

#Polres Jakarta Pusat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bentrokan di Jalan Tambak Menteng Makan Korban, 2 Orang Langsung Diamankan
Bentrokan di Jalan Tambak Menteng memakan korban. Polres Jakarta Pusat langsung mengamankan dua orang.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Bentrokan di Jalan Tambak Menteng Makan Korban, 2 Orang Langsung Diamankan
Indonesia
Polisi Temukan Manifes Penumpang, Atlet Golf Diduga Diculik Terbang ke Malaysia
Polisi menemukan manifes penerbangan yang mencatat atlet golf J menuju Malaysia sehari setelah diduga diculik di Jakarta. Kasus masih diselidiki, motif belum jelas, dan laporan penculikan telah dicabut.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Polisi Temukan Manifes Penumpang, Atlet Golf Diduga Diculik Terbang ke Malaysia
Indonesia
Polisi Ungkap Alasan Sopir Toyota Calya Nekat Lawan Arah di Gunung Sahari, Pelat Nomor Masih Dicek
Pengemudi Toyota Calya yang lawan arah di Gunung Sahari, diketahui menggunakan pelat nomor palsu. Hasil tes urine pun negatif.
Soffi Amira - Kamis, 26 Februari 2026
Polisi Ungkap Alasan Sopir Toyota Calya Nekat Lawan Arah di Gunung Sahari, Pelat Nomor Masih Dicek
Indonesia
Pengemudi Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari Ditangkap, Terancam 4 Tahun Penjara
Pengemudi Toyota Calya yang ugal-ugalan di Gunung Sahari, telah dijadikan tersangka. Ia juga terancam penjara empat tahun.
Soffi Amira - Kamis, 26 Februari 2026
Pengemudi Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari Ditangkap, Terancam 4 Tahun Penjara
Indonesia
Akui Anak Buahnya Gegabah, Kapolres Jakpus Akan Bina Bhabinkamtibmas di Insiden 'Es Gabus'
Kapolres Jakpus mengakui kasus es gabus terjadi karena aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa terlalu terburu-buru tanpa berkoordinasi dengan pihak berkompeten.
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Akui Anak Buahnya Gegabah, Kapolres Jakpus Akan Bina Bhabinkamtibmas di Insiden 'Es Gabus'
Indonesia
Buntut Kasus Es Gabus Viral di Medsos, Kapolres Jakpus Perketat Pembinaan Bhabinkamtibmas
Pihak kepolisian memastikan akan menindaklanjuti setiap temuan baru guna menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 28 Januari 2026
Buntut Kasus Es Gabus Viral di Medsos, Kapolres Jakpus Perketat Pembinaan Bhabinkamtibmas
Indonesia
Polisi Ungkap Detik-Detik Baterai Lithium Jatuh hingga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Gedung Terra Drone
Polisi menetapkan Dirut Terra Drone sebagai tersangka kebakaran yang menewaskan 22 orang. Kebakaran dipicu tumpukan baterai Li-Po di gudang lantai satu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Desember 2025
Polisi Ungkap Detik-Detik Baterai Lithium Jatuh hingga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Gedung Terra Drone
Indonesia
Polisi Kantongi Bukti Kuat Tetapkan Dirut Terra Drone Tersangka, Apa Saja?
Kebakaran gedung Terra Drone terjadi pukul 12.43 WIB, Selasa (9/12) lalu. Penyebab kebakaran disebutkan akibat meledaknya baterai drone di salah satu lantai.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Desember 2025
Polisi Kantongi Bukti Kuat Tetapkan Dirut Terra Drone Tersangka, Apa Saja?
Indonesia
2 Kerangka Manusia Ditemukan di Gedung Kwitang yang Terbakar saat Kerusuhan
Dua kerangka manusia ditemukan di Gedung Kwitang yang terbakar saat kerusuhan Agustus 2025 lalu.
Soffi Amira - Jumat, 31 Oktober 2025
2 Kerangka Manusia Ditemukan di Gedung Kwitang yang Terbakar saat Kerusuhan
Olahraga
Final Timnas Indonesia U-23 Vs Vietnam, Polisi Peringatkan Penonton Tak Bawa Benda Berbahaya dan Pancing Keributan
Polisi menyiagakan kekuatan penuh menjaga final ASEAN U-23 Championship 2025 antara Timnas Indonesia kontra Vietnam.
Frengky Aruan - Selasa, 29 Juli 2025
Final Timnas Indonesia U-23 Vs Vietnam, Polisi Peringatkan Penonton Tak Bawa Benda Berbahaya dan Pancing Keributan
Bagikan