Kasus Hantavirus Melonjak di Argentina, Tempat Awal MV Hondius Memulai Pelayaran, WHO Lacak Perjalanan Korban untuk Menentukan Awal Mula Infeksi

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Kasus Hantavirus Melonjak di Argentina, Tempat Awal MV Hondius Memulai Pelayaran, WHO Lacak Perjalanan Korban untuk Menentukan Awal Mula Infeksi

MV Hondius. (foto: Oceanwide Expedition)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KAPAL pesiar MV Hondius terserang wabah hantavirus. Hingga Kamis (7/5), tiga orang telah meninggal dalam pelayaran tersebut. Namun, di saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencoba menelusuri bagaimana penyakit yang dibawa lewat hewan pengerat ini bisa mewabah di kapal, Argentina melaporkan lonjakan kasus hantavirus.

Seperti dilansir The Korea Times, para pejabat dan ahli di Argentina sedang berupaya menentukan apakah negara mereka menjadi sumber wabah hantavirus mematikan yang melanda MV Hondius. Darurat kesehatan di atas kapal yang kini menuju ke Kepulauan Canary itu terjadi di tengah lonjakan kasus hantavirus di Argentina. Menurut banyak peneliti kesehatan masyarakat setempat, lonjakan itu berkaitan dengan dampak perubahan iklim yang semakin cepat.

Argentina, tempat kapal pesiar menuju Antartika itu berangkat, secara konsisten menempati peringkat tertinggi di Amerika Latin dalam jumlah kasus penyakit langka yang ditularkan hewan pengerat tersebut. Demikian disebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Para ahli mengatakan suhu yang meningkat memperluas penyebaran virus. Ketika cuaca menjadi lebih hangat dan ekosistem berubah, hewan pengerat pembawa hantavirus dapat berkembang di lebih banyak wilayah. Manusia biasanya tertular virus melalui paparan kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat.

“Argentina menjadi lebih tropis akibat perubahan iklim, dan itu membawa gangguan seperti demam berdarah dan demam kuning. Suhu yang lebih hangat juga membawa juga tanaman tropis baru yang menghasilkan biji-bijian sehingga tikus berkembang biak lebih banyak. Tidak diragukan lagi bahwa seiring waktu hantavirus semakin menyebar,” kata spesialis penyakit menular Argentina, Hugo Pizzi.

Baca juga:

Mengenal Patogen Zoonosis dan Kaitannya dengan Hantavirus yang Mewabah di MV Hondius



Kementerian Kesehatan Argentina, pada Selasa (5/5), melaporkan 101 infeksi hantavirus sejak Juni 2025, sekitar dua kali lipat ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu jenis hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan, yakni strain Andes. Strain ini dapat menyebabkan penyakit paru-paru berat dan sering kali fatal yang disebut hantavirus pulmonary syndrome.

Penyakit tersebut menyebabkan kematian pada hampir sepertiga kasus dalam setahun terakhir. Angka itu meningkat ketimbang rata-rata tingkat kematian sebesar 15 persen dalam lima tahun sebelumnya.

WHO menyebut hantavirus biasanya menyebar melalui penghirupan kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi dan dalam kasus yang jarang dapat menular antarmanusia. Strain Andes merupakan satu-satunya hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia.

Pihak berwenang mengatakan penumpang kapal MV Hondius dinyatakan positif terinfeksi virus Andes. Argentina pada Rabu mengatakan pihaknya mengirim materi genetik virus Andes dan peralatan pengujian untuk membantu Spanyol, Senegal, Afrika Selatan, Belanda, dan Inggris mendeteksi virus tersebut.


Baca juga:

WHO Soroti Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Ini Gejala Awal yang Sering Dikira Flu


Argentina Keluarkan Peringatan Hantavirus sejak Awal Tahun




Kementerian Kesehatan Argentina sendiri mengeluarkan peringatan pada Januari terkait dengan beberapa wabah mematikan, termasuk di Provinsi Buenos Aires yang paling padat penduduk. Dengan rumah sakit di perdesaan yang minim fasilitas, warga tidak memahami penyakit yang menyerang mereka.

Daisy Morinigo dan David Delgado mengatakan mereka awalnya mengira putra mereka yang berusia 14 tahun, Rodrigo, hanya terkena flu ketika mengalami demam dan nyeri tubuh. Dokter yang pertama kali memeriksa Rodrigo di Kota San Andres de Giles memulangkannya dengan resep ibuprofen dan anjuran untuk beristirahat.

Namun, kondisi pernapasan siswa kelas empat yang aktif itu memburuk. Pada 1 Januari, orangtuanya membawanya ke unit perawatan intensif. Rodrigo meninggal hanya dua jam setelah hasil tes hantavirus menunjukkan hasil positif.

“Saya tidak ingin siapa pun di dunia merasakan penderitaan ini,” kata Delgado.(dwi)

Baca juga:

MV Hondius yang Terserang Wabah Hantavirus Menuju Kepulauan Canary, WHO Mulai Lacak Kontak dengan para Korban

#Hantavirus #MV Hondius #Argentina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
WHO Umumkan Wabah Hantavirus Sudah Berakhir, 3 Kasus Baru Ditemukan di Venezuela
Venezuela melaporkan tiga kematian baru akibat hantavirus di Anzoategui dan dua kasus tambahan masih diselidiki.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
WHO Umumkan Wabah Hantavirus Sudah Berakhir, 3 Kasus Baru Ditemukan di Venezuela
Olahraga
FIFA Hapus Kartu Merah Paredes Saat Keributan Laga Final, Diklaim Kesalahan Administrasi
FIFA menghapus kartu merah Leandro Paredes karena kesalahan administrasi. Namun, investigasi kericuhan final Piala Dunia 2026 tetap berjalan dan Argentina terancam sanksi berat.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
FIFA Hapus Kartu Merah Paredes Saat Keributan Laga Final, Diklaim Kesalahan Administrasi
Olahraga
Luka Hati Lionel Messi Kalah di Final: Sakitnya Sangat dalam, Butuh Waktu!
Lionel Messi ungkap rasa sakit mendalam usai Argentina kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026. Ia butuh waktu menyembuhkan luka, namun tetap bangga atas perjuangan tim.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Luka Hati Lionel Messi Kalah di Final: Sakitnya Sangat dalam, Butuh Waktu!
Olahraga
FIFA Investigasi Spanduk Politik dan Kericuhan Final, Skuad Argentina Bakal Kena Hukuman Berat?
FIFA menargetkan penyelesaian investigasi standar ini dalam beberapa pekan mendatang sebelum mengetok keputusan final
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
FIFA Investigasi Spanduk Politik dan Kericuhan Final, Skuad Argentina Bakal Kena Hukuman Berat?
Olahraga
Memalukan Sudah Kalah Bikin Onar, 4 Skuad Argentina Ini Diinvestigasi FIFA
FIFA membuka penyelidikan terhadap empat skuad Argentina usai kericuhan final Piala Dunia 2026. Molina, Paredes, Almada, dan Ayala terancam sanksi larangan bertanding.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Memalukan Sudah Kalah Bikin Onar, 4 Skuad Argentina Ini Diinvestigasi FIFA
Olahraga
2 Legenda Inggris Jijik Lihat Leandro Paredes dan Skuad Argentina yang Ngamuk Usai Spanyol Jadi Juara Dunia
Berbeda dibanding gelombang kritik media luar, pelatih Argentina Lionel Scaloni berusaha menenangkan situasi memanas
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
2 Legenda Inggris Jijik Lihat Leandro Paredes dan Skuad Argentina yang Ngamuk Usai Spanyol Jadi Juara Dunia
Olahraga
Ngamuk Argentina Kalah di Final, Paredes Dihukum Kartu Merah Ancaman Skorsing 3 Laga
Final Piala Dunia 2026 diwarnai keributan. Leandro Paredes diusir wasit dan terancam skorsing 3 laga, sementara Federasi Argentina berpotensi didenda FIFA.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Ngamuk Argentina Kalah di Final, Paredes Dihukum Kartu Merah Ancaman Skorsing 3 Laga
Olahraga
Selebrasi Kemenangan Spanyol sebagai Juara Piala Dunia 2026 Diwarnai Penangkapan
Perayaan gelar juara dunia Spanyol akan digelar di Madrid. Arak-arakan pemain timnas rencananya akan keliling ibu kota dengan menggunakan bus terbuka.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Selebrasi Kemenangan Spanyol sebagai Juara Piala Dunia 2026 Diwarnai Penangkapan
Olahraga
Pantas Messi Menangis, Gaya Main Argentina Paling Tidak Menyerang Saat Dicukur Spanyol
Pola permainan justru lebih berfokus pada upaya memperlambat tempo serta merusak aliran bola lawan
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
Pantas Messi Menangis, Gaya Main Argentina Paling Tidak Menyerang Saat Dicukur Spanyol
Olahraga
Dominasi Gila Spanyol Bikin Argentina Mati Kutu, Akurasi Operan 'Final Third' Tembus 81 Persen
Spanyol sukses mendikte ritme permainan sejak peluit pertama berbunyi
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
Dominasi Gila Spanyol Bikin Argentina Mati Kutu, Akurasi Operan 'Final Third' Tembus 81 Persen
Bagikan