Kartel Narkoba Merusuh di Meksiko, apakah Piala Dunia 2026 Aman?

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 26 Februari 2026
 Kartel Narkoba Merusuh di Meksiko, apakah Piala Dunia 2026 Aman?

Ilustrasi (Foto: FIFA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PIALA Dunia FIFA musim panas ini yang digelar di Amerika Serikat dan Meksiko berpotensi terganggu gelombang kekerasan kartel narkoba yang pecah pada Minggu (22/2).

Kartel narkoba Jalisco New Generation (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling kuat dan ditakuti di negara itu, terlibat baku tembak dengan militer Meksiko, memblokade jalan, dan membakar kendaraan sebagai respons atas tewasnya pemimpin mereka, Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal sebagai ‘El Mencho’, dalam operasi militer.

Kekerasan bermula di Negara Bagian Jalisco, wilayah tengah-barat yang kini berstatus kode merah keamanan. Kekerasan bahkan telah menyebar ke sedikitnya selusin wilayah lain. Video yang beredar daring menunjukkan pria bersenjata berpatroli di jalanan dan asap membubung di atas sejumlah kota. Sedikitnya 25 anggota Garda Nasional tewas dalam waktu 24 jam.

Guadalajara, ibu kota Jalisco yang berpenduduk lebih dari satu juta orang, dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan pada turnamen musim panas ini. Lima pertandingan lainnya dijadwalkan di Mexico City, dan empat di Monterrey.

“Ketika menekan kartel, Anda akan mendapat perlawanan. Bahayanya ialah situasi keamanan bisa sangat sulit dikendalikan jika semakin memburuk,” kata Javier Eskauriatza, asisten profesor hukum pidana di University of Nottingham, dikutip BBC Sport.

Kekosongan kekuasaan akibat tewasnya El Mencho dapat memicu periode ketidakstabilan dan konflik lanjutan ketika para calon pengganti bersaing memperebutkan posisi tersebut. “Secara umum, kartel memiliki kepentingan ekonomi agar Piala Dunia berlangsung damai,” tambah Eskauriatza.



Menurutnya, meski para anggota kartel menyuap politisi dan polisi lokal, mereka juga membeli restoran dan memiliki hotel. “Mereka ialah bagian dari sistem ekonomi. Akan menguntungkan bagi mereka jika warga Inggris, Amerika, dan lainnya datang ke Meksiko, membelanjakan uang mereka, dan bersenang-senang,” imbuhnya.

CJNG diperkirakan bernilai lebih dari 10 miliar pound sterling atau sekira Rp 227 triliun dan memiliki puluhan ribu anggota. Sejak dibentuk pada 2009, kartel ini bertanggung jawab atas serangkaian pembantaian, penculikan, dan pembunuhan politisi. Namun, beberapa tokoh kartel masih memiliki tingkat popularitas tertentu di komunitas lokal karena memberikan pendanaan bagi infrastruktur dan fasilitas setempat.

Pemerintah AS telah menyarankan warganya di Jalisco untuk tetap berlindung di dalam ruangan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kanada, sesama tuan rumah Piala Dunia, membatalkan penerbangan ke Bandara Puerto Vallarta, dan aplikasi pelacakan penerbangan menunjukkan banyak pesawat kembali ke bandara asalnya di berbagai belahan dunia.

“Dari sisi wisatawan, saya akan mengatakan ada risiko tingkat sedang. Kecuali ada operasi militer tambahan minggu ini, saya memperkirakan otoritas di wilayah yang paling terdampak dapat menangani potensi risiko sehingga secara keseluruhan saya berharap wisatawan tetap aman selama mengikuti arahan otoritas,” ,” kata Dr Karina Garcia-Reyes, dosen senior kriminologi di UWE Bristol, dikutip BBC Sport.




Amankah bagi Penonton Indonesia untuk Datang ke Meksiko?




Meski para ahli menilai risiko terhadap turis berada pada level sedang dan kartel memiliki kepentingan agar ajang global tetap berjalan damai, peringatan dari pemerintah AS dan pembatalan sejumlah penerbangan menunjukkan situasi masih dinamis.

Bagi fans Indonesia yang berencana hadir langsung, beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Memantau advis perjalanan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI.

  • Mengikuti pembaruan keamanan dari otoritas lokal Meksiko dan FIFA.

  • Menghindari wilayah terdampak langsung konflik serta membatasi mobilitas di luar zona resmi pertandingan.



Jika stabilisasi keamanan berhasil dalam beberapa minggu mendatang, dampaknya terhadap penyelenggaraan Piala Dunia mungkin dapat ditekan. Namun, bila kekerasan berlanjut akibat perebutan kekuasaan kartel, risiko ketidakpastian tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi para suporter internasional, termasuk penonton Indonesia.(dwi)

#Olahraga #Meksiko #Piala Dunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Indonesia mengoleksi lima emas di hari pertama Asian Games 2026. Emas menjadi target berikutnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Olahraga
Sumaya Persembahkan Medali Perak Pertama Tim Indonesia dari Teqball
Sumaya mengakui masih banyak hal yang perlu dievaluasi, terutama dalam mengurangi kesalahan-kesalahan kecil.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Sumaya Persembahkan Medali Perak Pertama Tim Indonesia dari Teqball
Berita Foto
Pemprov DKI Hadirkan Car Free Day di Tiga Titik Jakarta
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) ata Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Didik Setiawan - Minggu, 20 September 2026
Pemprov DKI Hadirkan Car Free Day di Tiga Titik Jakarta
Berita Foto
Kenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Makeup Lovers Olahraga di Area CFD
Brand Manager Viva Cosmetics, James Junianlie berbincang dengan Makeup lovers di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Didik Setiawan - Minggu, 20 September 2026
Kenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Makeup Lovers Olahraga di Area CFD
Berita Foto
Defile Kontingen Indonesia dalam Upacara Pembukaan Asian Games 2026
defile Kontingen Indonesia dalam Asian Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (19/9/2026).
Didik Setiawan - Minggu, 20 September 2026
Defile Kontingen Indonesia dalam Upacara Pembukaan Asian Games 2026
Olahraga
Gratis! Link Siaran Langsung Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Mulai 16.00 WIB
Tonton live streaming pembukaan Asian Games 2026 gratis sore ini pukul 16.00 WIB, lengkap dengan kabar bonus emas Rp3 miliar bagi atlet Indonesia!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Gratis! Link Siaran Langsung Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Mulai 16.00 WIB
Dunia
Atlet Hyrox Minta Maaf karena Tetap Lanjut Berlomba setelah Buang Air Besar di Celana
Ia mengaku seharusnya ia mengambil keputusan berbeda dan keluar dari perlombaan.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
 Atlet Hyrox Minta Maaf karena Tetap Lanjut Berlomba setelah Buang Air Besar di Celana
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Berita Foto
Bebas Sebaran Abu Vulkanik, Warga Manfaatkan Taman Bendera Pusaka untuk Olahraga
Warga berlari di lintasan jogging Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 08 September 2026
Bebas Sebaran Abu Vulkanik, Warga Manfaatkan Taman Bendera Pusaka untuk Olahraga
Dunia
Gudang Kembang Api di Meksiko Meledak, 10 Orang Tewas, 81 Luka
Sebelumnya, sembilan orang tewas disebut terluka dan 24 orang terluka.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gudang Kembang Api di Meksiko Meledak, 10 Orang Tewas, 81 Luka
Bagikan