Karhutla di Aceh Barat Berpotensi Terus Meluas, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Sepekan Ke Depan

Frengky AruanFrengky Aruan - Selasa, 27 Januari 2026
Karhutla di Aceh Barat Berpotensi Terus Meluas, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Sepekan Ke Depan

Sejumlah lahan milik masyarakat di kawasan Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat terbakar. (ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat untuk tetap waspada selama sepekan ke depan. Mengingat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi terus meluas.

Hal ini lantaran tidak tampak pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu terjadinya hujan.

Berdasarkan pengamatan dari citra satelit, kawasan Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, dan sekitarnya, sepekan ke depan berpotensi mengalami cuaca cerah berawan.

“Berdasarkan hasil pengamatan citra satelit, saat ini memang tidak ada pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu terjadinya hujan. Kondisi ini akan berlangsung selama sepekan ke depan,” kata Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya Angga Yudha dikutip dari Antara.

Baca juga:

Biaya Padamkan Karhutla Mahal, Satu Menit Penerbangan Habiskan Rp 300 Juta

Ia menambahkan bahwa suhu udara pada siang hari juga diprakirakan berkisar antara 31-33 derajat Celcius. Potensi kekeringan akan terus terjadi dan upaya pemadaman api yang saat ini masih dilakukan oleh BPBD dan tim gabungan di Aceh Barat akan semakin berat.

“Jika melihat tidak adanya awan pertumbuhan hujan selama sepekan ini, kondisi cuaca cerah berawan ini dikhawatirkan dapat mendukung terjadinya kebakaran lahan lahan,” katanya.

Selain itu, kata dia, potensi meluasnya kebakaran lahan di Aceh Barat juga disebabkan adanya tiupan angin kencang dari wilayah pesisir pantai di daerah ini, yang menyulitkan upaya pemadaman api oleh petugas di lapangan.

Berdasarkan pemantauan citra satelit, lanjut dia, angin yang berhembus dari wilayah pesisir barat Aceh berkisar antara 10-12 knot, sehingga hal ini harus diwaspadai karena dapat menambah peluang terjadinya kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya.

Angga Yudha melanjutkan, minimnya awan konvektif di sekitar langit Aceh Barat dan Nagan Raya juga menyebabkan meluasnya potensi kekeringan di kedua daerah setempat.

“Jika melihat cuaca saat ini tentu sangat menyulitkan teman-teman BPBD dan tim di lapangan untuk memadamkan api di lokasi kebakaran lahan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh otoritas penanggulangan bencana sebagai upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di daerah tersebut tidak bisa dilakukan.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, sesuai hasil survei udara dari otoritas terkait, OMC di Aceh Barat tidak bisa dilakukan. Saat ini pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual di darat,” jelasnya.

Ia mengatakan tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak bisa melakukan penaburan garam di udara, karena sampai saat ini belum ditemukan adanya pertumbuhan awan konvektif, yang dapat menimbulkan terjadinya hujan, sehingga hal tersebut untuk sementara tidak bisa dilakukan untuk membantu pemadaman kebakaran lahan di Aceh Barat. (*)

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Aceh Barat #Operasi Modifikasi Cuaca #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Kemenkes mencatat 113.336 kasus ISPA akibat karhutla hingga 9 September 2026. DPR meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Indonesia
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Helikopter-helikopter tersebut telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran udara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Indonesia
BMKG Rilis Warning Darurat! Gelombang 4 Meter dan Teror Banjir Rob Intai 10 Provinsi Hari Ini
BMKG rilis peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter dan ancaman banjir rob di 10 provinsi mulai Sumatra, Jawa, hingga NTB. Cek daftar wilayahnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
BMKG Rilis Warning Darurat! Gelombang 4 Meter dan Teror Banjir Rob Intai 10 Provinsi Hari Ini
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Hari Ini, Hujan Petir hingga Gelombang 4 Meter
BMKG memperkirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan, bahkan beberapa wilayah diprakirakan mengalami hujan lebat disertai petir pada Senin, 28 September.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Hari Ini, Hujan Petir hingga Gelombang 4 Meter
Indonesia
Awas Angin Kencang! Cek Potensi Hujan & Prakiraan Cuaca Indonesia 25-28 September 2026
Mau bepergian minggu ini? Cek dulu prakiraan cuaca Indonesia dan potensi hujan sepekan periode 25-28 September 2026. Hati-hati ada ancaman angin kencang!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
Awas Angin Kencang! Cek Potensi Hujan & Prakiraan Cuaca Indonesia 25-28 September 2026
Indonesia
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Arus di sekitar perairan Selat Sunda barat Pandeglang mengarah ke barat.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Indonesia
Ratusan Hektar Gambut di 6 Provinsi Masih Terbakar, Pesawat Kapasitas Water Bombing Besar Disiapkan
Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pemadaman lahan yang masih terbakar, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan operasi udara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ratusan Hektar Gambut di 6 Provinsi Masih Terbakar, Pesawat Kapasitas Water Bombing Besar Disiapkan
Indonesia
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Bagikan