Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Karhutla Bikin Jarak Pandang di Sejumlah Daerah di Pekanbaru Buruk

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 19 September 2019
Karhutla Bikin Jarak Pandang di Sejumlah Daerah di Pekanbaru Buruk

Asap pekat karhutla menyelimuti jalan lintas sumatera rute Pekanbaru - Padang di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (17/9). (ANTARA/FB Anggoro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Asap pekat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menurunkan jarak pandang hingga tinggal 700 meter pada Kamis (19/9) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, jarak pandang di sejumlah daerah lainnya juga memburuk pagi ini.

Baca Juga:
Enggak Becus Urus Karhutla, Jokowi Minta Kapolda dan Pangdam Dicopot

"Di Kabupaten Pelalawan jarak pandang hanya 400 meter, Kota Rengat 500 meter, sedangkan di Kota Dumai lebih baik jarak pandangnya mencapai 1,2 kilometer," tulis BMKG dalam laporannya sebagaimana dikutip Antara, Kamis (19/9).

Satelit Terra dan Aqua pada pukul 06.00 WIB mendeteksi ada 612 titik panas di Sumatera. Titik panas itu merupakan indikasi awal terjadinya karhutla.
Lokasi paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ada 202 titik, Jambi 166 titik, dan Riau 141 titik panas. Daerah lainnya ada Lampung dengan 33 titik, Sumatera Barat 22 titik, Kepri 4 titik, Sumatera Utara dan Bengkulu masing-masing satu titik.

Khusus di Riau, dari 141 titik panas yang terdeteksi, lokasi paling banyak di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak 45 titik, Indragiri Hulu (Inhu) 34 titik, Pelalawan 28 titik, Kampar 12 titik, Rokan Hilir 11 titik, Kuansing 6 titik, Rokan Hulu 3 titik, dan Bengkalis dua titik.

Petugas Manggala Agni Daops Kota Jambi saat mengupayakan pemadaman kebakaran lahan gambut di Kumpeh Ulu, Muarojambi, Jambi, Selasa (6/8/2019). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/hp;
Petugas Manggala Agni Daops Kota Jambi saat mengupayakan pemadaman kebakaran lahan gambut di Kumpeh Ulu, Muarojambi, Jambi, Selasa (6/8/2019). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/hp;

Dari jumlah tersebut ada 94 dipastikan titik panas. Asap yang menyelimuti Pekanbaru berasal dari karhutla di Riau sendiri dan juga kiriman dari Sumsel dan Jambi karena angin berembus dari arah tenggara hingga selatan ke utara.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir, mengatakan jumlah kasus kunjungan pasien yang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Riau cukup tinggi karena pada tanggal 17 September ada 2.450 kasus. Selama periode tanggal 1 hingga 17 September tercatat ada 24.589 kasus ISPA di Riau.

Ia mengatakan dinas kesehatan dengan dukungan Kementerian Kesehatan RI terus berupaya memberikan sosialisasi bahaya kabut asap karhutla dan memperbanyak rumah singgah (safe house) untuk warga. Jumlah safe house ditambah dari 14 menjadi 19 lokasi di Pekanbaru.

“Rumah singgah kini ada 19 lokasi,” katanya.

Baca Juga:

Menkopolhukam Sebut Masalah Karhutla Mirip Terorisme

Fasilitas safe house dilengkapi tenaga medis dan pengobatan dilengkapi tabung oksigen untuk warga yang jadi korban terpapar asap karhutla.

Penambahan rumah singgah ada di Asrama Haji Riau Jln Mekarsari (Samping DPRD Riau-Rs Awal Bross) Pekanbaru, aula Dinas Perikanan Jl Pattimura,Gedung Wanita Jl. Diponegoro, dan Gedung DPRD Riau Jl Jenderal Sudirman. (*)

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Riau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla
Sepanjang pelaksanaan modifikasi tahun ini, BMKG mencatat telah merealisasikan sebanyak 17 proyek operasi untuk karhutla yang mencakup 169 hari operasi dan 290 sorti penerbangan di kawasan rawan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla
Indonesia
4 Daerah di Wilayah Jateng Dilanda Karhutla, Berawal Dari Pembakaran Serasah Panen Jagung
Tim petugas gabungan di empat kabupaten di Provinsi Jawa Tengah masih berjibaku memadamkan api.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
4 Daerah di Wilayah Jateng Dilanda Karhutla, Berawal Dari Pembakaran Serasah Panen Jagung
Indonesia
Pusat Rehabilitasi Orang Utan YIARI Terancam Karhutla di Kalbar, BNPB Lakukan Water Bombing
Berdasarkan pemantauan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 15 hektare, meskipun proses pendataan masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Pusat Rehabilitasi Orang Utan YIARI Terancam Karhutla di Kalbar, BNPB Lakukan Water Bombing
Indonesia
Cuaca Kering Picu Kebakaran Hebat Labuan Bajo, 25 Hektar Habis Dilahap Api
Kebakaran hutan dan lahan di Labuan Bajo, NTT, hanguskan 25 hektare. BNPB sebut cuaca kering dan angin kencang jadi faktor. Api kini mulai terkendali.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
 Cuaca Kering Picu Kebakaran Hebat Labuan Bajo, 25 Hektar Habis Dilahap Api
Indonesia
Kebakaran 2,4 Hektar di Penajam Paser Akhirnya Dijinakkan. IKN Aman!
Kebakaran hutan 2,42 hektar di Penajam Paser Utara berhasil dipadamkan tim gabungan sebelum merambat ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Kebakaran 2,4 Hektar di Penajam Paser Akhirnya Dijinakkan. IKN Aman!
Indonesia
Kemarau Panjang 80% Lahan Kapuas Mudah Terbakar. Peringatan Dini Bahaya Karhutla Diaktifkan!
Berdasarkan data hasil pemantauan BPBD Kapuas, sekitar 80 persen lapisan tanah permukaan di wilayah Kapuas masuk kategori mudah terbakar.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Kemarau Panjang 80% Lahan Kapuas Mudah Terbakar. Peringatan Dini Bahaya Karhutla Diaktifkan!
Indonesia
Baru 10% Menuju Bebas Karhutla, Menteri Jumhur Tekankan Butuh Biaya dan Edukasi
Indonesia masih jauh dari target bebas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Baru 10% Menuju Bebas Karhutla, Menteri Jumhur Tekankan Butuh Biaya dan Edukasi
Indonesia
Lahan Terbakar Sudah Melebihi Tahun Lalu, Capai 81 Ribu Hektar Akibat El Nino
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan pemerintah tengah bersiap menghadapi ancaman karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Lahan Terbakar Sudah Melebihi Tahun Lalu, Capai 81 Ribu Hektar Akibat El Nino
Indonesia
BNPB Mulai Lakukan Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla di Jambi
. Jumlah titik panas atau hotspot di Indonesia saat ini telah mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
BNPB Mulai Lakukan Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla di Jambi
Indonesia
Musim Kemarau Menjelang, 3 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla
Status serupa telah diberlakukan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir.
Dwi Astarini - Selasa, 28 April 2026
Musim Kemarau Menjelang, 3 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla
Bagikan