MerahPutih.com - Kapten Persib Bandung, Marc Klok heran bonus Rp 1 miliar dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi jadi polemik.
Pria yang akrab disebut KDM menyampaikan bahwa Ara akan memberikan bonus kepada Persib sebesar Rp 1 miliar di setiap laga tandang di Super League 2025/2026.
Pernyataan itu mendapatkan respons dari pendukung Persib. Di tribun utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” dipasang saat Persib menjamu Arema FC.
Klok menilai bonus itu merupakan hal yang biasa dalam sepak bola. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tim.
Baca juga:
Jumlah Poin Disamai Borneo FC, Bojan Hodak: Persib Bikin Sulit Diri Sendiri
“Itu (bonus) sangat-sangat bagus kan? Mereka apresiasi kita, apresiasi klub, apresiasi kota. Ini sangat penting hasil kita buat kota semuanya, buat klub. Dan di sepakbola itu hal biasa untuk dapat apresiasi dan dapat bonus,” ujar Klok di Stadion GBLA, Senin (27/4).
“Saya tidak terlalu mengerti kenapa ada banyak pertanyaan buat itu karena setiap klub di Liga 1 punya itu.”
“Kalau kamu lihat siapa klub ada di Liga 1, ada itu. Itu hal biasa di dunia, bukan di Indonesia, di dunia. Itu normal,” katanya.
Klok memastikan polemik tersebut tidak akan mengganggu konsentrasi Persib Bandung, yang mulai ‘ditekan’ Borneo FC dalam persaingan gelar juara Super League.
“Kenapa (ganggu) konsentrasi? Itu jadi hal biasa di sepak bola. Ada hasil, ada apresiasi. Kalau tidak ada hasil, tidak ada apresiasi. Jadi buat kita, kita itu harus kasih hasil. Itu saja,” tegasnya.