Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengaku sempat terjadi penembakan saat anggota melakukan pengawalan logistik untuk pemungutan suara ulang (PSU) di Distrik Mulanikime, Kabupaten Puncak Jaya.
"Memang benar anggota yang mengawal logistik ke Distrik Mulanikime sempat ditembaki. Namun, tidak ada korban jiwa," kata Irjen Pol Boy Amar di Jayapura, Jumat (16/6).
Dikatakan, penembakan terhadap rombongan pembawa logistik yang dikawal 20 personel polri itu saat mereka jalan kaki melintasi jalan setapak menuju distrik.
Namun, secara keseluruhan situasi Kabupaten Puncak Jaya kondusif walaupun pelaksanaan psu di Distrik Yamoneri tertunda akibat insiden saling menyerang antara para pendukung.
Penanganan PSU di Yanomeri masih menunggu hasil pertemuan antara KPU Papua dan Bawaslu Papua dengan pasangan calon.
"Yang menentukan kelanjutan proses PSU di Yamoneri adalah hasil pertemuan yang dijadwalkan hari ini di Mulia," kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri yang mengaku baru tiba di Jayapura setelah melakukan pemantauan langsung psu di Mulia.
PSU di Kabupaten Puncak Jaya dilaksanakan di enam distrik di 72 TPS dengan jumlah dpt sebanyak 31. 240 pemilih.
Enam distrik yang melaksanakan PSU yakni Dagai, Lumo Yamoneri, Mulanikime, Ilamburawi dan Yambi.
Sumber: ANTARA