MerahPutih Nasional- Hari kelima Badan SAR Nasional (Basarnas) menfokuskan pencarian kotak black box pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan 11 kapal tambahan.
Diantaranya adalah kapal Baruna dan kapal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kedua kapal tersebut diharapkan dapat membantu mencari kotak hitam AirAsia karena dilengkapi dengan berbagai kecanggihan.
"Kapal BPPT dilengkapi dengan detektor. Kapal Baruna juga dilengkapi detektor sonar untuk mendeteksi sinyal dari black box (kotak hitam) dan untuk mendeteksi logam dan gambaran sebuah benda yang ada di lokasi," ujar Deputi Operasional Basarnas Mayten TNI Tatang Zainudin, di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta (1/1).
Dia menambahkan, lokasi pencarian akan diperluas hingga 150 nautica mile dan 90 nautica mile. Selain itu, Basarnas juga akan menambah pasukan penyelam.
"Strateginya bebas, cuma area yang kita perluas, dan tambah penyemlam, dan pesawat Korea Selatan," jelasnya.
Adapun jumlah armada yang dikerahkan saat ini berjumlah 84 unit yang berasal dari Indonesia terdiri dari helikopter sebanyak 17 unit, pesawat 10 unit, kapal 57 unit. Sedangkan untuk armada asing ada 14 unit terdiri dari, Singapura yang mengirimkan pesawat dan helikopter masing-masing 2 unit serta 5 unit kapal. Kemudian Malaysia mengirimkan 2 unit pesawat, Korea Selatan 1 unit pesawat serta Amerika Serikat 1 unit kapal. (MP/MAD)