Kesehatan

Kamu Minum Teh Detoks untuk Diet? Ketahui Terlebih Dulu 5 Fakta Kesehatan ini

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Februari 2019
Kamu Minum Teh Detoks untuk Diet? Ketahui Terlebih Dulu 5 Fakta Kesehatan ini

Lima fakta minum teh detoks untuk diet dan menurunkan berat badan. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERBAGAI metode diet untuk menurunkan berat badan kini semakin banyak, mulai dari diet mengurangi asupan makanan hingga mengonsumsi produk tertentu untuk menurunkan berat badan. Salah satunya adalah dengan meminum teh detoks.

Teh detoks sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Meskipun awalnya menjadi sebuah alternatif bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan, namun saat ini teh detoks menjadi salah satu metode yang cukup populer.

Bahkan, beberapa selebritas juga membantu mempromosikan manfaat penurunan berat badan dengan teh detoks di media sosial. Namun pertanyaan yang sering muncul ialah, apakah teh detoks efektif dan aman untuk menurunkan berat badan? Berikut lima hal yang harus diketahui sebelum mulai minum teh detoks:

1. Kamu tetap harus mengatur pola makan dan berolahraga

Kamu Minum Teh Detoks untuk Diet? Ketahui Terlebih Dulu 5 Fakta ini
Tetap harus rajin berolahraga. (Foto: Pixabay/Skeeze)


Dengan hanya mengonsumsi teh detoks, itu tidak akan praktis langsung menurunkan berat badan. Kamu tetap harus melakukan olahraga serta mengurangi porsi makan sehari-hari.

Sebuah studi dilakukan untuk membandingkan hasil dari minum teh detoks dan memakan pil plasebo pada sekelompok orang.

Meski terjadi penurunan berat badan pada kedua kelompok, hasil yang didapatkan dari studi masih belum jelas. Apakah penurunan berat badan yang dialami adalah khasiat dari minum teh detoks atau karena diet dengan metode clean eating.

2. Kehilangan komposisi cairan dalam tubuh, bukan lemak

Kamu Minum Teh Detoks untuk Diet? Ketahui Terlebih Dulu 5 Fakta ini
Bukan lemak yang hilang, melainkan cairan tubuh. (foto: Pixabay/congerdesign)


Kandungan dalam teh detoks mengombinasikan kafein dan diuretik yang dapat memicu penurunan berat air dalam tubuh.

Selain itu, teh detoks dapat menyebabkan efek pencahar bagi tubuh, yang menyebabkan kamu akan sering buang air.

Dengan intensitas buang air tinggi, kamu seakan-akan merasa perut dalam tubuhmu jauh lebih rata dan jadi lebih ringan. Padahal, yang berkurang bukanlah lemak dalam tubuh melainkan cairan.

3. Bahan yang ada di teh detoks memiliki berbagai efek samping

Kamu Minum Teh Detoks untuk Diet? Ketahui Terlebih Dulu 5 Fakta ini
Kandungan Senna dan Guarana berbahaya bagi tubuh. (Foto: Pixabay/Skitterphoto)


Karena memang bertujuan untuk menurunkan berat badan, tentu teh detoks memiliki efek untuk membuat seseorang menjadi kurang nafsu makan dan meningkatkan metabolisme dalam tubuh.

Dalam hal ini, salah satu kandung yang umum terdapat dalam teh detoks adalah tanaman senna, tanaman yang sering digunakan sebagai pencahar alami.

Menurut data dari Natural Medicine Comprehensive, tanaman senna memiliki efek samping seperti sakit perut, kram, kembung, mual, dan diare.

Penggunaan senna yang berlebihan juga akan menyebabkan penipisan kalium dan kelainan elektronit lainnya yang dapat memicu kejang otot dan irama jantung menjadi tidak normal.

Selain itu, kandungan lainnya adalah guarana. Jika seseorang mengonsumsinya, itu akan menimbulkan efek samping berupa gugup, gelisah, iritasi lambung, mual, muntah, sakit kepala, dan detak jantung menjadi lebih cepat.

Solusi yang perlu kamu ingat adalah: Sebelum kamu memasukkan suatu produk ke dalam tubuh, meskipun itu "alami" sekalipun dapat memiliki efek samping. Terlebih lagi jika digunakan secara berlebihan maupun dikombinasikan dengan kandungan lain yang nantinya bisa memiliki efek negatif bagi tubuh.

4. Sulit Tidur

Kamu Minum Teh Detoks untuk Diet? Ketahui Terlebih Dulu 5 Fakta ini
Efek samping minum teh detoks salah satunya sulit tidur. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Kandungan guarana yang memiliki kafein di dalam teh detoks dapat membuat mereka yang minum teh detoks mengalami kesulitan tidur.

Jika berkomitmen untuk diet dan menurunkan berat badan, jadikanlah tidur sebagai prioritas utama dengan mendapatkan tidur malam yang cukup selama enam sampai delapan jam.

5. Penelitian tentang teh detoks sangat sedikit

Kamu Minum Teh Detoks untuk Diet? Ketahui Terlebih Dulu 5 Fakta ini
Belum banyak penelitian mengenai teh detoks. (Foto: Pixabay/jarmoluk)


Banyak penelitian yang terfokus pada teh detoks. Hal itu pun menyisakan beberapa pertanyaan yang belum terjawab tentang bagaimana cara kerja, aman atau tidak, maupun berapa banyak teh detoks yang boleh diminum oleh seseorang yang ingin menurunkan berat badan.

Di sisi lain, saat ini semakin banyak ditemui berbagai merek teh detoks. Namun, jika memang tetap ingin minum teh detoks, lebih baik konsultasi dahulu dengan dokter maupun ahli gizi yang mungkin bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. (ver)

#Diet #Teh Detoks #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan