Kado Pahit Setahun Pemerintahan Jokowi-JK

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Minggu, 27 September 2015
Kado Pahit Setahun Pemerintahan Jokowi-JK

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) menyerahkan bantuan untuk keluarga miskin di Dusun Kali malang, Desa Tawang argo, Karangploso, Kabupaten Malang, Sabtu (4/4). ANTARA FOTO/Trisnadi.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Forum Senator untuk Rakyat kembali menggelar sebuah diskusi publik, di Restoran Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (27/9). Diskusi tersebut akan membahas persoalan terkini kondisi ekonomi Indonesia pada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Diskusi yang dimulai pada pukul 12:00 WIB ini membedah kado pahit Indonesia dari Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang sebulan lagi genap memasuki usia satu tahun semenjak keduanya dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.

Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah orang miskin pada Maret 2015 sebanyak 28,59 juta atau 11,22 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Artinya, jumlah angka kemiskinan bertambah 860 ribu orang bila dibandingkan pada September 2014, yang saat itu penduduk miskin sebanyak 27,73 juta jiwa atau 10,96 persen dari total penduduk Indonesia.

Diskusi dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Anggota DPD Ghazali Abas Adan, Rektor Paramadina Firmanzah, dan Direktur Center For Budget Analysis Uchok Sky Khadafi.

"Pembicaranya yang hadir Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Anggota DPD RI Ghazali Abas Adan, Rektor Paramadina Firmanzah, dan Direktur Center For Budget Analysis Uchok Sky Khadafi. Pak Teten masih tentatif," ujar salah satu panitia penyelenggara, Sherli, ketika dikonfirmasi merahputih.com, di Jakarta, Minggu, (27/9). (rfd)

 

Baca Juga:

  1. Angka Kemiskinan Meningkat, Pengamat: Tak Perlu Kaget
  2. Komisi Hukum Minta Sipir Lapas Sukamiskin Dihukum
  3. Kalapas Sukamiskin Benarkan Gayus Tambunan Sempat Keluar Lapas
  4. Menteri Darmin: Harga Komoditas Anjlok, Kemiskinan Bertambah
  5. Penduduk Miskin Makin Banyak, Jokowi Mau Digaji Rp200 Juta
#Diskusi #Rakyat Miskin #Dampak Kemiskinan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Faktor Ekonomi, Bapak Bawa Bayi Nekat Ngutil Kosmetik Minimarket Mercu Berakhir Damai
Aksi pria membawa bayi mencuri kosmetik di minimarket Mercu Buana, Jakarta Barat, berakhir damai. Polisi sebut barang murah, kasus tak dilanjutkan karena faktor ekonomi pelaku.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Faktor Ekonomi, Bapak Bawa Bayi Nekat Ngutil Kosmetik Minimarket Mercu Berakhir Damai
Indonesia
Budiman Sudjatmiko Buka Suara soal Penggerudukan Diskusi di UGM: Kami Datang untuk Berdialog
Budiman Sudjatmiko mengungkap kronologi penggerudukan diskusi di UGM yang juga dihadiri Nusron Wahid dan Sudaryono. Sebut forum berakhir setelah situasi memanas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Budiman Sudjatmiko Buka Suara soal Penggerudukan Diskusi di UGM: Kami Datang untuk Berdialog
Berita Foto
Diskusi Inspiratif Kupas Jejak Pemikiran dan Perjalanan Karya Buya Hamka
Abdul Hadi Hamka bersama Helvy Tiana Rosa dan Erick Yusuf berbicang usai diskusi inspiratif di Kampus A UNJ, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 21 Mei 2026
Diskusi Inspiratif Kupas Jejak Pemikiran dan Perjalanan Karya Buya Hamka
Indonesia
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
"Akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin. Sabar, kita akan terus bekerja keras."
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 April 2026
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
Indonesia
Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Tercover BPJS PBI, 15 Juta Penerima Justru dari Golongan Mampu
Mensos RI, Saifullah Yusuf mengungkapkan, 54 juta warga miskin belum terima BPJS PBI. Justru, 15 orang juta penerima berasal dari golongan mampu.
Soffi Amira - Senin, 09 Februari 2026
Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Tercover BPJS PBI, 15 Juta Penerima Justru dari Golongan Mampu
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 23,36 juta orang, menurun 0,49 juta orang terhadap Maret 2025 dan menurun 0,70 juta orang terhadap September 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
 BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Indonesia
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Korban YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia satu tahun diasuh neneknya karena sang ibu harus bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Indonesia
Bocah di Sukabumi Meninggal Dengan Kondisi Tubuh Dipenuhi Cacing, Ini Kata Kemensos
Pendamping keluarga Program Keluarga Harapan (PKH) yang tersebar di setiap daerah ditugaskan untuk membantu, memastikan keluarga dengan tingkat ekonomi terendah (desil 1) terdata,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Agustus 2025
Bocah di Sukabumi Meninggal Dengan Kondisi Tubuh Dipenuhi Cacing, Ini Kata Kemensos
Indonesia
Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Tembus 464 Ribu Jiwa, Begini Respons Pramono Anung
Jumlah penduduk miskin di Jakarta tembus 464 ribu orang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan mencari penyebabnya.
Soffi Amira - Sabtu, 26 Juli 2025
Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Tembus 464 Ribu Jiwa, Begini Respons Pramono Anung
Bagikan