META memutuskan untuk tidak menjual kacamata augmented reality (AR) pertamanya. Alih-alih kacamata yang dinamakan Orion dijual pada publik, Meta akan mendistribusikannya ke para developer perangkat lunak.
Keputusan tersebut didasari karena Meta menginginkan membangun pengalaman perangkat lunak untuk perangkat dan kacamata versi mendatang, seperti yang dilansir dari The Verge.
Baca Juga:
Kacamata AR pertama Meta, dikembangkan selama tiga tahun, kalau tidak meleset akan diluncurkan pada tahun 2024. Meskipun diputuskan untuk didistribusikan di antara para developer namun sejauh ini eksekutif belum memutuskan apakah akan menjualnya secara luas.
Keputusan tersebut pertama kali diberitahu kepada para karyawan yang bekerja di divisi Meta Reality Labs yang membangun perangkat keras VR dan AR.
Seperti yang dilansir dari The Verge, keputusan Meta untuk tidak menjual Kacamata AR-nya ke publik karena masalah biaya. Sebab satu perangkat itu menghabiskan biaya ribuan dolar untuk pembuatannya. Para eksekutif percaya bahwa spesifikasi tertentu, seperti kecerahan layar, belum siap untuk konsumen.
Keputusan Meta untuk tidak menjual kacamata kepada konsumen, meniru pendekatan Snap. Snap tidak menjual kacamata AR Spectacles, memberikannya kepada pengembang perangkat lunak.
Baca Juga:
Meskipun kacamata AR pertamanya tidak di jual kepada publik, generasi kedua dari kacamata AR, dengan nama kode Artemis, akan tetap di jalurnya untuk dirilis kepada publik. kabarnya volume produksinya lebih tinggi dengan desain yang ramping dan teknologi tampilan yang lebih canggih.
Meta juga masih berencana untuk merilis kacamata AR versi entry-level yang lebih murah pada 2023 mendatang. Kacamata dengan nama kode Hypernova itu dapat dihubungkan dengan ponsel pintar untuk menampilkan pesan masuk dan notifikasi lainnya melalui head-up display.
Selain itu Meta juga mengerjakan tiga iterasi kacamata AR mandiri untuk beberapa tahun ke depan, seperti yang dijelaskan The Verge pada April kemarin.
Selain tidak menjual kacamata AR pertamanya, pada minggu ini Meta juga memutuskan untuk membatalkan rencana smartwatch dengan dua kamera. Ini disebabkan karena desain layar yang dapat dilepas mempersulit penerapan teknologi EMG untuk mengontrol kacamata AR yang akan datang dengan sinyal otak. (Ref)
Baca Juga:
Pentingnya Patch Keamanan pada Ponsel Android, Jangan Abaikan