Kabinet Jepang Setujui RUU Izinkan Kaisar Turun Tahta
Putri Aiko (tengah), didampingi orangtuanya Putra Mahkota Naruhito dan Putri Mahkota Masako di Tokyo, Jepang, Sabtu (8/4). (ANTARA FOTO/REUTERS/Toru Hanai)
Kabinet Jepang menyetujui sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan Kaisar Akihito mengundurkan diri, Jumat (20/5). Aturan itu membuka jalan bagi pelepasan tahta pertama oleh seorang kaisar dalam waktu hampir dua abad.
Kaisar Akihito (83) pernah menjalani operasi jantung dan pengobatan kanker prostat. Ia mengatakan dalam sambutan umum, khawatir usia mungkin akan menyulitkannya untuk memenuhi tugasnya.
RUU tersebut akan dikirim ke parlemen, di mana anggota parlemen bertujuan untuk menyebarkannya sebelum sesi ini berakhir bulan depan.
"Pemerintah berharap untuk kelancaran perundang-undangan," kata Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dalam sebuah konferensi pers.
Meskipun tidak ada konfirmasi mengenai rencana pasti pengunduran diri kaisar, namun media mengatakan bahwa hal tersebut kemungkinan akan terjadi pada akhir 2018, yang akan menandai hampir 30 tahun penuh tahta kaisar.
Pelepasan tahta kaisar tidak mungkin dilakukan berdasarkan hukum saat ini, sedangkan terakhir kali seorang kaisar mengundurkan diri pada tahun 1817.
RUU itu adalah peraturan satu kali yang memungkinkan Akihito untuk mengundurkan diri, tanpa ketentuan untuk kaisar masa depan.
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Netflix Siapkan Live-Action Series Kriminal Jepang 'Sins of Kujo', Tayang Musim Semi 2026
Hubungan Memburuk, Jepang Kembalikan 2 Panda ke China yang Dilepas Penuh Keharuan
Bukan Sekadar Nama, XG Umumkan Evolusi Jadi 'Xtraordinary Genes'
Noriyuki Makihara Kembali Viral, Lagu Lawas 1992 Ramai Dilirik Netizen Indonesia
Indonesia Segera Dapat Kapal Baru dari Jepang, Datang di 2027
Gempa M6,4 Guncang Jepang Barat, Paksa Kereta Cepat Shinkansen Berhenti
Jepang Cabut Imbauan Megaquake, Minta Warga Tetap Waspada Sepekan setelah Gempa Magnitudo 7,5
ONE OR EIGHT Rilis 'GATHER Limited Edition', Merchandise Spesial Sambut Mini Album Baru
Pemerintah Jepang Ingatkan Kemungkinan Gempa Besar dalam 1 Pekan Mendatang
14 Gempa Susulan Hantam Prefektur Aomori Jepang, Peringatan Tsunami Sudah Dicabut