Jurnalis Inggris Hilang di Hutan Amazon
Arsip - Penduduk asli dari suku Mura di dalam hutan Amazon dekat Humaita, Negara Bagian Amazonas, Brazil, 20 Agustus 2019. (ANTARA/Reuters/Ueslei Marcelino/as)
MerahPutih.com - Jurnalis Inggris Dom Phillips dan pakar masyarakat adat Bruno Pereira dinyatakan hilang di hutan Amazon, Brazil.
Phillips dan Pereira hilang saat melakukan peliputan di sebuah daerah terpencil dan tanpa hukum di hutan hujan Amazon dekat perbatasan dengan Peru.
Keduanya terakhir kali terlihat pada Minggu (5/6) dini hari.
Baca Juga:
Seorang Jurnalis Investigasi Rusia Masuk Daftar Buronan Kremlin
Dikutip Antara, Angkatan Laut Brazil pada Senin (6/6) mengerahkan 10 personel untuk mencari keberadaan keduanya.
Phillips (57 tahun) adalah wartawan lepas yang pernah menulis soal Brazil untuk surat kabar Guardian, Washington Post, New York Times, dan berbagai media lainnya.
Ia bersama Pereira dilaporkan melakukan perjalanan jurnalistik di Lembah Javari.
Pereira sendiri adalah salah satu pakar Brazil paling mumpuni menyangkut suku terisolasi.
Javari merupakan daerah tempat keberadaan sebagian besar masyarakat adat yang paling terisolasi di dunia.
Daerah itu memiliki luas seperti Irlandia dan terancam kondisinya oleh pembalak dan pemburu liar.
Selain itu, di daerah tersebut ada peningkatan pergerakan kelompok-kelompok penanam koka yang memproduksi bahan mentah untuk kokaina.
Juru bicara angkatan laut Brazil Cibelly Lopes mengatakan, tim pencari dari AL Brazil akan tiba di daerah terisolasi Atalaia do Norte sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
Tim itu, kata Lopes, kemudian akan mengarah ke wilayah permukiman tepi sungai Sao Gabriel, tempat Phillips dan Pereira terakhir kali terlihat pada Minggu.
Baca Juga:
Lagi, Penembakan Massal di AS Tewaskan 9 Orang di Tiga Kota
Melalui pernyataan soal hilangnya kedua sosok itu, Persatuan Masyarakat Adat Lembah Javari (UNIVAJA) mengatakan ada sejumlah ancaman yang muncul dalam beberapa hari belakangan ini.
Tidak ada kejelasan apakah ancaman tersebut ditujukan pada para anggota UNIVAJA atau pada Phillips dan Pereira.
Sementara itu menurut Survival International, sebuah lembaga nirlaba yang membela masyarakat adat, Pereira sebelumnya pernah mendapat sejumlah ancaman terkait kegiatannya selama bertahun-tahun bersama suku-suku asli.
Karena itu, kata Survival International, "tindakan perlu segera diambil untuk mengetahui keberadaan dia dan Dom."
UNIVAJA mengatakan, Phillips dan Pereira melakukan perjalanan dengan sebuah perahu kecil, namun wilayah itu sulit ditembus karena hutan yang lebat serta banyak tanaman terapung dan merambat.
UNIVAJA sudah mengerahkan dua tim untuk ikut mencari keberadaan kedua pria itu.
Juru bicara kementerian luar negeri Inggris mengatakan, pihaknya terus menjalin kontak dengan pihak berwenang Brazil. (*)
Baca Juga:
Janji OPEC+ Tingkatkan Produksi Tidak Bisa Turunkan Harga Minyak
Bagikan
Berita Terkait
Amazon Teken Kontrak dengan Netflix, James Bond Ikut Pindah Rumah
Naik Kelas dari Moto3, Diogo Moreira Tinggalkan Motor Nomor 10 di Debut MotoGP 2026
Presiden Lula Ingin Perdagangan Indonesia dan Brazil Tanpa Dolar AS
Momen Hangat Presiden Prabowo Terima Kunjungan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva
8 Nota Kesepahaman Kerja Sama Indonesia dan Brazil, Dari Energi sampai Peternakan
Prabowo Menilai Indonesia dan Brazil Miliki Kesamaan Posisi Sebagai Kekuatan Ekonomi Baru
Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva Tiba di Indonesia, Bakal Lihat Program Makan Bergizi Gratis
Pendaki Brazil Jatuh di Rinjani Masih Hidup, Posisinya di Kedalaman 500 M dari Titik Jatuh
Park Min Young Bintangi Serial Remake 'The Confidence Man KR', Siap Tayang di Amazon Prime pada Paruh Kedua 2025
Akhir Serial The Boys Masih Rahasia, Pemain Saja Tidak Tahu