Merahputih.com - Pemain Real Madrid, Jude Bellingham ketar-ketir jelang duel sengit leg 2 Semifinal Liga Champions Eropa kontra Bayern Munich.
Di balik ambisi besar mengangkat trofi, bayang-bayang ketajaman sang kolega, Harry Kane, justru menghantui pikiran sang gelandang muda Inggris. Pertemuan dua pilar Tiga Singa ini menjanjikan drama emosional dalam perebutan tiket babak selanjutnya.
Pujian untuk Sang Monster Ballon d’Or
Bellingham mengakui kehebatan Kane tengah berada pada puncak performa sebagai kandidat kuat peraih Ballon d’Or.
Baca juga:
Bayern Munich vs Real Madrid: Analisis Lengkap, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Meski memiliki rekor kurang apik tiap kali bersua Bayern, pemain bernomor punggung lima ini tetap menaruh hormat setinggi langit bagi kapten tim nasionalnya itu.
Kesuksesan Kane meraih prestasi individu dianggap sangat bergantung pada pencapaian tim musim ini.
“Siapa memenangkan Ballon d’Or tergantung pada apa dilakukan tim. Dia pemain fantastis, saya pikir mereka memenangkan Bundesliga, meskipun itu menyakitkan saya karena saudara saya,” ujar Jude Bellingham dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Kehadiran Kane dalam skuad internasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bellingham. Namun, dalam konteks membela Los Blancos, ia berharap sang striker kehilangan sentuhan magisnya sejenak.
“Merupakan suatu kehormatan memiliki dia di tim nasional; dia menunjukkan betapa hebatnya dia. Mari kita lihat apakah dia bisa melanjutkan ini ke Piala Dunia. Saya harap dia tidak muncul besok, atau kami tahu bagaimana menghentikannya,” tambahnya.
Evaluasi Pahit Performa Real Madrid
Bellingham tidak menutup mata terhadap penurunan performa Real Madrid kompetisi domestik. Kegagalan mempertahankan konsistensi poin di kandang menjadi duri dalam daging bagi ambisi juara musim ini. Ia secara terbuka mengkritik timnya sendiri sering membuang peluang emas saat menghadapi rival abadi di La Liga.
“Di La Liga, setidaknya di kandang, kami kehilangan terlalu banyak poin. Anda tidak bisa memenangkan gelar liga dengan kehilangan begitu banyak poin melawan Barcelona. Apalagi saat bermain tandang. Itu tidak mungkin,” tegas Bellingham.
Baca juga:
Meskipun situasi liga domestik terlihat rumit, Bellingham menegaskan semangat juang tim belum sepenuhnya padam. Fokus utama kini beralih total ke kompetisi Eropa guna menyelamatkan musim dari kegagalan.
“Saya rasa pertarungan belum berakhir. Kami tertinggal, tetapi harus fokus pada besok. Ini hari besar,” pungkasnya menutup sesi wawancara.