Jokowi Salahkan Kendala Pembebasan Lahan Picu Banjir 2020

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 02 Januari 2020
Jokowi Salahkan Kendala Pembebasan Lahan Picu Banjir 2020

Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2020 di Gedung BEI Jakarta, Kamis (2/1) (Desca Lidya Natalia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut permasalahan banjir yang kerap melanda Jakarta dan sekitarnya karena terkendala pembebasan lahan sejak tahun 2017, khususnya dalam bencana banjir yang melanda di awal tahun 2020 ini.

“Program Pengendalian Banjir Sungai Ciliwung misalnya, sudah ditangani 16 kilometer dari rencana keseluruhan 33 km,” kata Jokowi, Kamis (2/1).

Baca Juga

BNPB: Ada 169 Titik Banjir di Jabodetabek dan Banten

Sementara pada hulunya tengah dilaksanakan pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi dengan kemajuan pembebasan tanah di atas 90 persen dan perkembangan pembangunan fisik mendekati 45 persen.

“Kedua bendungan tersebut direncanakan selesai pada akhir 2020,” jelas Jokowi

Presiden Joko Widodo di Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2020 di gedung BEI Jakarta, Kamis (2/1) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Presiden Joko Widodo di Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2020 di gedung BEI Jakarta, Kamis (2/1) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Lalu, untuk percepatan pelaksanaan Sudetan Sungai Ciliwung dari Sungai Ciliwung ke Sungai Cipinang, tengah berlanjut.

“Masyarakat setempat telah menyetujui pemanfaatan lahan untuk kelanjutan pembangunan sudetan sepanjang 600 meter dari keseluruhan 1200 meter,” terang Jokowi.

Jokowi pun menginstruksikan agar pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bersama-sama menangani dan menanggulangi masalah banjir ini.

Baca Juga

Korban Banjir Jakarta Barat Tembus 10 Ribu Jiwa

"Tetapi saya ingin agar kerjasama itu dibangun pusat provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga semuanya bisa tertangani dengan baik," ucapnya.

Jokowi enggan mencari-cari siapa yang salah dalam permasalahan ini. Ia malah fokus pada bagaimana menyelesaikan masalah banjir. Untuk itu ia berpesan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah bekerja sama.

"Ini harus dikerjakan bersama-sama. Pemerintah pusat, Pemprov, Pemerintah kabupaten dan kota semuanya bekerja sama dalam menangani ini," kata Jokowi

Sejumlah warga masih bertahan dirumahnya yang tergenang banjir di pemukiman Pondok Jagung Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu, (1/1/2020).Pasca perayaan malam tahun baru 2020, hujan deras mengguyur JABODETABEK hingga pagi hari membuat sejumlah wilayah tergenang banjir, khususnya di Kota Tangerang Selatan, Banten. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Sejumlah warga masih bertahan dirumahnya yang tergenang banjir di pemukiman Pondok Jagung Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu, (1/1/2020).Pasca perayaan malam tahun baru 2020, hujan deras mengguyur JABODETABEK hingga pagi hari membuat sejumlah wilayah tergenang banjir, khususnya di Kota Tangerang Selatan, Banten. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Ia mengatakan, banjir tak disebabkan oleh masalah tunggal melainkan permasalahan kompleks yang butuh kerja sama berbagai pihak dalam penanganannya.

Kepala Negara berharap agar setiap instansi tak terjebak dalam polemik untuk mencari-cari siapa yang salah. Justru yang lebih penting, kata Jokowi adalah evakuasi korban banjir agar tak kembali muncul korban jiwa.

Baca Juga

Kritik Anies 'Jaim' Soal Banjir, Jakarta Butuh Pemimpin Rasional dan Logis

"Tapi yang terpenting saat kejadian saat ini adalah evakuasi korban, keselamatan dan keamanan masyarakat harus didahulukan. Nanti urusan penanganan banjir secara infrastruktur akan kita kerjakan setelah penanganan evakuasi selesai," tegas Jokowi. (Knu)

#Presiden Jokowi #Banjir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Penyediaan hunian menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Dunia
700 Ribu Orang Terjebak Banjir, Bangkok Lumpuh Total Kota Diliburkan!
Bencana banjir parah terjang 23 provinsi di Thailand, tewaskan 19 orang dan berdampak pada 700 ribu warga Bangkok. Pemerintah tetapkan libur khusus!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
700 Ribu Orang Terjebak Banjir, Bangkok Lumpuh Total Kota Diliburkan!
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Bagikan